Buku Kumpulan Puisi yang Cocok Dibaca Saat Musim Hujan

Buku Kumpulan Puisi yang Cocok Dibaca Saat Musim Hujan

Memasuki musim hujan, membaca buku sambil bersender di sofa atau tempat tidur, akan jadi lebih nikmat dengan suasana dingin. Apalagi jika membaca buku kumpulan puisi yang syahdu. Puisi memang bisa jadi jalan untuk mengungkapkan isi hati, karena terwakili dari rangkaian kata-katanya yang puitis.

World Poetry Day yang dirayakan pada tiap tanggal 21 Maret adalah hari di mana kita melestarikan puisi sebagai budaya kesusastraan dan menghilangkan kesan kuno pada puisi.

UNESCO menetapkan hari puisi pada Konferensi Umum ke-3 di Paris, Perancis pada tahun 1999. UNESCO menganggap puisi merupakan karya seni yang memiliki peran penting pada sejarah dunia. Maka dari itu, Hari Puisi Sedunia bertujuan untuk mendukung keberagaman bahasa melalui ekspresi puitis, mengapreasiasi para penyair dunia, serta meningkatkan semangat untuk kembali menikmati dan menciptakan puisi.

Yuk, kita nikmati puisi indah dengan berbagai bahasan yang dibalut kata-kata khas estetik dari buku-buku kumpulan puisi berikut ini. Dijamin cocok untuk menemani hari-hari sejuk di musim hujan.

Rekomendasi Buku Kumpulan Puisi Terbaru

e___y – Gratiagusti Chananya Rompas

bukuBaca Puisi Indah di Sini!

Gratiagusti Chananya Rompas kembali melahirkan puisi-puisi indahnya. Dengan judul yang unik, puisi ini berisi kegundahan hati dan segala pikiran Mbak Anya dalam hidupnya. Seperti dalam blurb-nya, kumpulan puisi ini membebaskannya dalam menulis tentang apapun yang ia mau dan ia rasakan.

“bunga bunga tumbuh menjadi semak belukar di an-
tara gigimu menjalar menyelubungi kepala melingkari
leher dan perlahan merayap membungkusmu sampai
ke ujung jari jari tangan kakimu merampas segala yang
istimewa dari tubuhmu—”

Tempat Paling Liar di Muka Bumi – Theoresia Rumthe & Weslly Johannes

bukuBaca Puisi Indah di Sini!

Pasangan ini menulis kumpulan puisi cinta bersama, dan kini kamu bisa menemukan kembali dengan sampul buku yang baru. Karya Theo dan Weslly ini bukan sekadar perihal cinta, tapi benar-benar mengistimewakan hal-hal sederhana dari pasangan.

Bersyukur atas tiap helai rambut kekasih, setiap jengkal kulit dan lekuk tubuhnya, setiap helaan napas, hingga setiap isi kepalanya. Kekaguman atas keberadaan sang kekasih, dinyatakan dengan puisi indah yang saling sahut menyahut.

” Jika ada tempat paling liar di muka bumi
maka itu adalah kemilau hitam pada bola matamu,
ia mampu menelan malam juga kesedihan,
dan menggantinya dengan bintang.”


Baca juga: Theo dan Weslly Tuliskan Kumpulan Puisi dalam Tempat Paling Liar di Muka Bumi


Kink – Ray Shabir

bukuBaca Puisi Indah di Sini!

Sebagai seorang model dan juga penulis, Ray Shabir kembali sukses merilis buku kumpulan puisinya. Buku ini menceritakan bagaimana perasaan sakit yang selama ini ia rasakan dan ia pendam. Tak hanya bait-bait puisi berbahasa Inggris, tapi juga terdapat ilustrasi yang didominasi oleh warna merah muda, sehingga sisi estetika dari buku ini pun semakin epik.

Menulis puisi tentang hal ini membuatnya lega, menemukan kembali dirinya, dan jadi pelajaran untuknya dalam mempelakukan diri dengan baik. Kumpulan puisi ini jadi cara Ray Shabir meletupkan emosi dan gairah generasinya lewat puisi.

“Apocalypso. Apocalypso. Apocalypso.
I’ll scream your name when the reign is ours.”

The Lyrics of Self-Acceptance – R. Yuki Agriardi

bukuBaca Puisi Indah di Sini!

Perpaduan antara seni bergambar warna-warni, Yuki R. Agriadi mengumpulkan petikan pendek tentang memahami dirinya sendiri. Segala rasa yang selama ini ia pendam, diledakkan dengan gambar krayon dan penggalan kata di buku ini. Bisa dibilang, ini adalah kamus Yuki tentang bagaimana cara berbenah diri dan merefleksi diri.

“Do I ever notice
is it privilege to have choice?”


Baca juga: Ledakan Warna dan Pengalaman di Buku The Lyrics of Self-Acceptance Karya Seniman R. Yuki Agriadi


Kepada Cium – Joko Pinurbo

bukuBaca Puisi Indah di Sini!

Meski pertama kali terbit pada tahun 2007 lalu, kini kamu sudah bisa mendapatkan buku kumpulan puisi ini dengan sampul baru seperti balutan daun pisang. Tulisan Jokpin selama setahun dari 2005-2006, masuk dalam 30 kumpulan puisi dalam buku ini.

Seperti yang kita tahu, ciri khas tulisan Jokpin yang jenaka dan unik, namun tetap terasa getir membahas suatu isu kehidupan. Di sini kita akan merasa campur aduk dan masuk ke imaji tanpa batas.

“Uang, berilah aku rumah yang murah saja
yang cukup nyaman buat berteduh senja-senjaku,
yang jendelanya hijau menganga seperti jendela mataku.”

Tantrum – Adhan Akram

bukuBaca Puisi Indah di Sini!

Benang kusut yang terpendam dalam emosi dan pikiran Adham Akram, tertulis lewat puisi yang ia buat pada tahun 2018 hingga 2019. Kumpulan puisi ini dilengkapi dengan beberapa foto-foto, yang akhirnya buku ini terbit di tahun 2021. Tantrum yang biasa dirasakan oleh anak kecil, ternyata bisa dirasakan ketika kita dewasa.

Bagi kamu yang sedang dilanda banyak pikiran tak jelas, namun tak tahu bagaimana cara menyampaikannya, dan begitu banyak pertimbangan saat ingin mengutarakannya pada orang lain, buku ini akan terasa relate. Di mana akhirnya segala yang kita rasakan kita tahan, keluar menjadi tangisan atau jeritan yang hanya terpendam di kepala.

“bibit kegelisahan yang aku tanam pada kering tubuh ini,
semakin bertunas dari hari ke hari.
merambat buas dan tak pernah puas.
menyerap, haus dan tak kenal putus”

Buku Minta Disayang – Rintik Sedu

bukuBaca Puisi Indah di Sini!

Setelah bukunya minta dibanting, tapi sekarang minta disayang. Hal ini karena cocok untuk kamu yang abis PDKT, jatuh cinta, tapi putus, dan Tsana ingin menyayangi kamu semua. Sajak-sajaknya bukan sekadar penggalan, tapi ada storyline dan membuat buku ini terasa interaktif. Buku ini hadir untuk kamu agar bisa terasa dipeluk dan dihibur.

“Beberapa perasaan tak ingin diabadikan. Mereka hanya ingin dititipkan dan dilepaskan di waktu yang baik.”

Home Body – Rupi Kaur

bukuBaca Puisi Indah di Sini!

Menjadi karya ketiga dari Rupi Kaur, ia berhasil membukukan kumpulan karya puisinya yang biasa ia tulis dalam satu frame postingan Instagram. Pendek, padat, namun lugas dan tegas. Kecemasan dan depresi dalam diri, ia sampaikan lewat penggalan kata yang maknanya sangat mudah dicerna.

Kumpulan puisi ini mengajak kita untuk hidup lebih mindful, kita perlu rehat sejenak dari hiruk pikuk dunia, dan selalu sadar mana kenyamanan yang layak dan mana yang justru hanya melenakan.

“aku berhenti melawan/ perasaan tidak nyaman/ dan menerima bahwa kebahagiaan/ tidak berhubungan/ dengan rasa nyaman sepanjang waktu// – seimbang.”

Digulung Pandemi, Digalaukan Chat History – Faizal Reza

bukuBaca Puisi Indah di Sini!

Putus di masa pandemi? Pasti sulit, sepi, dan terasa sendiri. Kumpulan puisi cinta menggebu masa-masa lalu dan segala hal di masa pandemi, tertulis dalam buku kumpulan puisi ini.

“berakhirnya kita akan kukisahkan bersama pohon yang menjadi beton, sungai yang menjadi kolam renang, sawah yang menjadi mal, kampung yang menjadi pabrik, atau tetangga yang bekerja menjadi para penjaga. karena kalau tak dilebih-lebihkan atau dihebat-hebatkan, cinta kita terlalu biasa saja.”

Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau – M. Aan Mansyur

bukuBaca Puisi Indah di Sini!

Kumpulan puisi ini telah memenangkan penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2021 sebagai Karya Puisi Terbaik. Puisi ini berisikan tentang cinta, rindu, luka, dan kecewa, baik untuk pasangan, keluarga, bahkan negara. Keresahan atas pikiran Aan tersampaikan dalam 41 puisi ini. Ada sajak manis tentang keluarga, hingga yang menggetirkan tentang isu negara.

“malam alangkah raya. segala perkara sudah tidur, kecuali namamu & pikiranku. namamu kaki-kaki hujan. pikiranku sungai yang tidak lelah berjalan.”


Baca juga: Puisi Indah Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau Meraih Penghargaan Sastra


Ada Nama yang Abadi di Hati Tapi Tak Bisa Dinikahi – Kang Maman

Tentang cinta di antara dua orang, rasa luka, sedih, senang, perpisahan, maupun kelanjutan sebuah hubungan. Bisa untuk remaja yang baru merasakan jatuh cinta, bisa juga untuk hubungan cinta yang sudah masuk proses pendewasaan. Ditambah dengan ilustrasi yang berwarna, buku ini cocok untuk kamu yang ingin melihat perspektif lain dari besarnya makna cinta dan perpisahan.

adaBaca Puisi Indah di Sini!

“Yang mengaku sanggup hadapi segalanya sendiri, diam-diam juga mengharapkan didampingi. Yang merasa sangat teguh kukuh, berlapis baja sekalian, butuh penguatan, butuh dikokohkan. Yang terlihat tak pernah mengeluh, tetap butuh dipeluk hingga luruh dan luluh.”

mBoel – Sapardi Djoko Damono

Menjadi buku terakhir dari Almarhum Eyang Sapardi yang dikhususkan untuk mBoel, panggilan sayangnya kepada sang istri tercinta. Puisi-puisi yang tak hanya sekadar ungkapan cinta, namun juga arti perdebatan, pengorbanan, percakapan, dan keserasian dalam pernikahan Almarhum Eyang Sapardi. Coba ikut rasakan interaksi pasangan yang hidup bersama bertahun-tahun dalam balutan kasih sayang, dari 80 sajak di dalamnya.

bukuBaca Puisi Indah di Sini

“Napas yang kauhela, dan kautarik, menjauh pula, bilang aja kangen, pengin kupeluk.”

I See You Like a Flower – Na Tae Joo

Penuh ilustrasi bunga, Na Tae Joo sang sastrawan populer di Korea menuliskan berbagai puisi menyentuh hati. Tak hanya tentang cinta dan kerinduan, tapi juga penuh dengan sarat hidup akan tanggung jawab, peduli, serta perubahan waktu dan musim.

Karyanya sering menjadi referensi untuk drama korea seperti Encounter, dan sering terlihat dibaca oleh para idol Korea. Cocok untuk dibaca saat musim hujan, karena puisinya yang menghangatkan hati.

IBeli Bukunya di Sini

“Ada jalan yang ingin kulalui meski orang berkata jangan. Ada orang yang ingin kutemui meski ia tak ingin bertemu. Ada kegiatan yang ingin kulakukan meski sudah dilarang. Hal itu adalah kehidupan dan rasa rindu. Yaitu dirimu”

Selama Laut Masih Bergelombang – Mariati Atkah

Penuh tema yang kental dengan suasana laut dan khas orang Sulawesi. Beberapa kosakata menggunakan bahasa Bugis, tentang kegelisahan, putus asa, kesedihan, dan jatuh cinta yang bergelombang.

selamaBeli Bukunya di Sini

“Berapa kali umpan harus kulemparkan, agar engkau mengerti. Aku sedang mencari, hati yang kau sembunyikan, di balik gerigi karang.”

Dreams, Spelled in Poetry – Helena Natasha

Setelah merilis buku puisi pertamanya pada Love, Spelled in Poetry, yang bertema kisah perjalanan seorang gadis mengenal cinta, kecewa, dan kembali menemukan cinta. Kali ini dilanjutkan tentang arti dari “dreams in a beautiful way” yang merupakan hasil dari perasaan si penulis sendiri.

Mempunyai gaya kata berima, mudah dibaca, dan tidak begitu tebal, buku ini cocok untuk lebih semangat pada mimpi walaupun dibaca kala hujan turun.

DreamsBeli Bukunya di Sini

“Dreaming feels like boarding a magic carpet. I’m flying into the night imagination shaping the clouds, hands holding the stars. No fear, just the magic I trust. It’ll take me to a place I don’t know yet, somewhere I belong.”

Panduan Sehari-hari Kaum Introver dan Mager – Lucia Priandarini

Buku ini walaupun berjudul ‘panduan’, tapi tetap buku kumpulan puisi yang sangat sejalan dengan keadaan di masa ini. Tentang password Wi-Fi, orang yang suka membuka Instagram Storiesnya sendiri, bahkan video YouTube yang mempunyai segala macam tutorial, baik dari yang penting sampai yang tidak.

Tema ‘remah-remah’ keseharian yang sajaknya sangat menggelitik, miris namun tetap menghibur, Lucia berhasil menyusun kata-kata kreatif dengan makna dalam dari fenomena sosial zaman sekarang. Buku ini terasa akrab dan dekat, bisa menjadi cara untuk mengungkapan perasaan para kaum introver.

panduanBeli Bukunya di Sini

“Anakku melihat jejak kanal YouTube yang kubuka. Cara membuka tutup galon tanpa merusaknya. Ia menatapku dan bertanya. Ibu, mengapa Tuhan tidak membuat tutorial tentang cara mengatur dunia?”

Itu dia buku-buku kumpulan puisi yang bisa jadi pilihan bacaan ringan di kala hujan. Jangan lupa siapkan minuman hangat untuk menemani sesi membaca kamu ya. 🍵

Spesial buat kamu, masih banyak buku kumpulan puisi yang bisa kamu dapatkan di Gramedia.com. Jangan lupa cek semua promo yang sedang berlangsung di Gramedia.com, dari diskon hingga harga spesial di bawah ini!😉

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!


Sumber foto header: Shutterstock

5 Buku Puisi dengan Sampul Menarik Karya Penyair Indonesia

5 Buku Puisi dengan Sampul Menarik Karya Penyair Indonesia

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang, salah satunya dengan membaca buku. Buku yang dibaca pun bisa bermacam-macam, mulai dari buku novel, cerpen, atau bahkan puisi.

Berbicara mengenai puisi, ternyata banyak penyair di Indonesia yang karya maupun namanya sudah tidak asing lagi. Tidak hanya penyair legendaris, namun penyair muda pun saat ini sudah banyak dikenal dan karyanya tidak kalah bagus dari penyair-penyair legendaris lainnya.

Selain isinya yang epik, puisi karya para penyair Indonesia pun dikemas dengan sampul yang menarik. Hal ini dilakukan agar lebih banyak yang tertarik untuk membaca karya-karya mereka, khususnya kalangan muda Indonesia atau Gen-Z.

Nah, di Hari Puisi Nasional yang jatuh pada tanggal 28 April, berikut Admin pilihkan buku-buku kumpulan puisi dengan sampul menarik yang wajib kamu baca!

5 Rekomendasi Buku Puisi dengan Sampul Menarik Karya Penyair Indonesia

1. Perjamuan Khong Guan – Joko Pinurbo

Buku karya Joko Pinurbo yang terbit pada tahun 2020 ini merupakan kumpulan puisi yang dibagi menjadi beberapa bagian, yang apabila diamati lebih jelas, sebenarnya memiliki keterkaitan satu sama lain di setiap bagiannya.

rekomendasiBaca dan Koleksi Sekarang!

Bukunya yang unik, di mana beliau mengambil tema kaleng biskuit ternama sebagai ide untuk puisinya, membuat karyanya yang berjudul “Perjamuan Khong Guan” ini menarik banyak sekali kalangan masyarakat yang penasaran dengan isi bukunya. Selain itu, pemilihan serta penggunaan katanya yang sederhana, lucu, namun penuh makna, menjadi nilai tambah untuk karyanya ini.

“Tuhan, ponsel saya
rusak dibanting gempa.
Nomor kontak saya hilang semua.
Satu-satunya yang tersisa
ialah nomorMu.
Tuhan berkata:
Dan itulah satu-satunya nomor
yang tak pernah kau sapa.”

Kamu juga bisa baca versi e-book-nya di aplikasi Gramedia Digital >>> Perjamuan Khong Guan

2. Percakapan Paling Panjang Perihal Pulang Pergi – Theoresia Rumthe & Weslly Johannes

Selain sampulnya yang menarik, isi dari buku yang terbit pada tahun 2021 ini juga memiliki hal menarik lainnya yang wajib kamu baca. Hal menarik tersebut terlihat dari bagaimana puisi dari dua pasangan suami istri ini terlihat saling terhubung antara satu dengan yang lain. Di mana terkadang puisi ini terlihat seperti sahut menyahut, seolah mereka sedang berbicara, namun kadang kala juga seperti dua babak puisi yang merupakan lanjutan dari puisi sebelumnya.

rekomendasiBaca dan Koleksi Sekarang!

Pemilihan katanya yang sederhana, padat namun juga indah, membuat para pembaca seakan seperti sedang berada dalam satu ruangan yang sama dengan pasangan manis ini, dan mendengarkan mereka yang sedang berbicara dengan kalimat yang puitis.

“Perlahan aku mengerti
mengapa kata lain dari pergi
adalah meninggalkan.
Kepergian bukanlah persoalan besar.
Hanya saja selalu ada
yang tak bisa kau bawa serta.

Kau pergi
meninggalkan separuh kita di dalam aku
yang perlahan mengerti
mengapa kata lain dari mengingat
adalah usaha sia-sia untuk melupakan.”

Kamu juga bisa baca versi e-book-nya di aplikasi Gramedia Digital >>> Percakapan Paling Panjang Perihal Pulang Pergi

3. Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau – M. Aan Mansyur

rekomendasiBaca dan Koleksi Sekarang!

Buku puisi yang terdiri dari lima babak ini, sebenarnya sama seperti karya Aan Mansyur lainnya yang berisikan pertanyaan-pertanyaan seputar kehidupan. Namun, hal yang berbeda adalah pertanyaan-pertanyaan yang diutarakan tersebut ditulis jauh lebih spesifik dan lebih luas, yakni seputar “rumah” secara universal, perasaan cinta dan rasa kecewa, baik itu dalam hubungan antara anak dan orang tua, kampung halaman, pernikahan, bahkan sampai negara.

“aku selembar kertas
yang terbakar
tetapi aku gegabah
menganggap diriku adalah api.”

Kamu juga bisa baca versi e-book-nya di aplikasi Gramedia Digital >>> Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau


Baca juga: Puisi Indah Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau Meraih Penghargaan Sastra


4. Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang – Sapardi Djoko Damono, Rintik Sedu

Buku yang merupakan hasil kolaborasi paling ambisius dalam perkembangan sastra Indonesia ini, merupakan buku kolaborasi antara seorang profesor di bidang sastra legendaris di Indonesia, dengan seorang penulis muda yang sedang naik daun dan ramai diperbincangkan di media sosial karena karyanya yang berhasil mengaduk-aduk hati, dan terasa begitu relate dengan kehidupan para pembaca, khususnya kalangan muda.

rekomendasiBaca dan Koleksi Sekarang!

Dengan menyajikan konsep yang fresh dan unik, serta ditambah dengan beberapa ilustrasi di dalamnya, membuat buku ini menjadi lebih menarik untuk dibaca oleh para kalangan muda, khususnya untuk kamu yang baru tertarik dengan puisi. Puisi ini sendiri bisa dibilang tidak seperti puisi pada umumnya, namun lebih seperti percakapan antara dua orang dengan kalimat-kalimat yang puitis.

“Tak ada jalan
dan tak ada pulang
kita di atap langit
nun di bawah rata belaka
suatu saat biru
di saat lain merah kusumba.”

Kamu juga bisa baca versi e-book-nya di aplikasi Gramedia Digital >>> Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang

5. Kawitan – Ni Made Purnamasari

Ni Made Purnamasari merupakan sastrawan asal Bali yang telah memenangkan banyak penghargaan, salah satunya penghargaan untuk kategori puisi sayembara sastra Dewan Kesenian Jakarta pada 2015 silam, untuk karyanya yang berjudul “Kawitan”.

rekomendasiBaca dan Koleksi Sekarang!

Buku ini merupakan kumpulan puisi yang penggambarannya sering kali berlatar pedesaan atau bahkan luar negeri dengan peristiwa yang terjadi di dalamnya. Hal yang menarik dari buku ini adalah terdapat rasa emosi yang berbeda-beda untuk setiap tempat dan peristiwa yang dideskripsikan pada setiap puisi di dalamnya. Misalnya seperti ada rasa marah dan muak ketika berbicara tentang Jakarta,dan ada harap, rindu, keterasingan, dan kekecewaan untuk tempat-tempat lain.

“Ia tampak lebih tua
waktu berlalu lekas baginya
Sedangkan aku serupa dulu
waktu telah lama berhenti
sebab ia bukan milikku lagi”

Kamu juga bisa baca versi e-book-nya di aplikasi Gramedia Digital >>> Kawitan


Baca juga: Buku Kumpulan Puisi yang Cocok Dibaca Saat Musim Hujan


Nah, itulah beberapa buku puisi dengan sampul menarik karya penyair-penyair terkenal di Indonesia. Adakah buku favoritmu? Atau ada yang mau kamu koleksi?

Ayo, segera koleksi buku puisi bersampaul menawan ini dan dapatkan hanya di Gramedia.com! Cek juga semua penawaran menarik yang sedang berlangsung mulai dari diskon hingga harga spesial di bawah ini.

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!

Masih ada banyak koleksi buku puisi terbaik lainnya di Gramedia.com! Jangan lupa, kamu juga bisa membaca buku kumpulan puisi ini melalui aplikasi Gramedia Digital.


Sumber foto header: dewimagazine.com

Penulis: Ikha Destryani

Merasakan Lebih Jauh Lewat Puisi, Simak Rekomendasi Buku Puisi di Sini!

Merasakan Lebih Jauh Lewat Puisi, Simak Rekomendasi Buku Puisi di Sini!

Puisi tidak hanya sekadar produk kebudayaan. Puisi dapat menjadi medium olah rasa, membantu kita memahami makna sebuah situasi, menyuarakan keresahan, dan menghibur pembacanya.

Kita, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, sudah akrab dengan puisi sejak lama. Mulai dari pantun, gurindam, hingga syair, bahkan mantra, sudah dikenalkan sejak kita kecil. Entah itu diturunkan dalam tradisi adat maupun pengenalan sastra di sekolah.

Puisi punya daya tarik berupa estetika kata. Pemilihan diksinya yang diatur dalam bait berima menciptakan keunikan tersendiri di luar pesan atau kisah yang ingin disampaikan oleh penulis. Kadang, maknanya juga tersembunyi dalam permainan kata yang membuat pembaca asyik menerka-nerka.

Berbeda dengan novel yang memiliki alur panjang dengan karakter-karakter yang memiliki motivasi serta muatan konflik, puisi hadir lebih sederhana. Akan tetapi, puisi tetap bisa digunakan untuk bercerita dan mengekspresikan pendapat maupun pemikiran. Justru lewat gayanya, puisi bisa menyentuh perasaan lebih cepat.

Oleh karena itu, Gramedia Pustaka Utama mengajak teman-teman pembaca buku untuk #BanyakBacaPuisi lewat tantangan Detak Cerita bulan Juli 2023.
Mulai dari para penyair klasik seperti Pablo Neruda dan Kahlil Gibran, hingga yang lebih modern seperti Aan Mansyur dan Lala Bohang ada dalam koleksi judul buku puisi terbitan Gramedia Pustaka Utama.

1. Tidak Ada New York Hari Ini

detakBaca Sekarang!

Kita pasti sudah tidak asing dengan film remaja fenomenal Ada Apa Dengan Cinta. Film keduanya yang rilis tahun 2016 turut menjadikan Tidak Ada New York Hari Ini sebagai puisi tema. Antologi puisi karya Aan Mansyur ini pun menjadi buku yang banyak bicara soal cinta. Saat membacanya, kamu bisa membayangkan tokoh Rangga menuturkan tiap katanya untuk kamu.

2. Percakapan Paling Panjang Perihal Pulang Pergi

detakBaca Sekarang!

“Kita akan mengingat tahun ini.
Kita mengingat bagaimana
kebaikan menyelamatkan bumi.”

Antologi setebal 116 halaman ini ditulis oleh Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes. Duet ini mampu menyajikan puisi-puisi yang romantis dan terkadang terasa hangat. Tema-tema yang diangkat beragam, tapi beberapa datang dari kondisi pandemi yang menyulitkan.

3. In the Middle of Everything

detakBaca Sekarang!

Lala Bohang kembali hadir dengan buku puisi berilustrasi. Bagi Lala, buku ini adalah penutup kesesakan hidup yang kerap dirasakannya pada usia muda. Tidak hanya berisi puisi, buku ini juga memiliki banyak cerita pendek. Tema yang diangkat sangat dekat dengan kondisi tubuh perempuan dan orang-orang yang tergolong people pleaser.

4. Bicara Tubuh

detakBaca Sekarang!

Ditulis oleh Ucita Pohan dan dilengkapi karya fotografi Jozz Felix. Berisi foto dan tulisan yang tiap lembarnya didedikasikan untuk tubuh yang selama ini menjadi bagian dari diri dan perjalanan hidup. Buku ini mengajak para pembaca untuk mengapresiasi dan berkawan dengan tubuh sendiri.

5. The Prophet

detakBaca Sekarang!

Penyair klasik Kahlil Gibran selalu hadir dalam tulisan yang filosofis, spiritual, dan inspirasional. Gibran membawa banyak topik dalam tulisannya, dari mulai pernikahan, kebahagiaan, kepedihan, hingga soal pekerjaan, kebebasan, dan kematian.

Puisi ada ketika kita jatuh cinta dan patah hati. Puisi juga ada ketika kita butuh semangat dan kekuatan. Puisi bahkan mampu menyentil pemerintah yang korup. Puisi ada untuk mewakili apa pun yang kamu rasakan.

Ada lebih banyak pilihan judul buku puisi yang dapat dilihat di highlight BanyakBacaPuisi pada akun Instagram @fiksigpu. Lengkapi koleksi kamu dengan diskon 15% khusus pengguna MyValue dengan minimal transaksi Rp200.000,00 untuk buku-buku puisi pilihan dari Gramedia Pustaka Utama. Promo ini hanya berlaku pada 20 – 31 Juli 2023.


Sumber gambar header: freepik.com

Penulis: Redaksi Penerbit GPU

5 Buku Puisi dan Quotes Terbaik Pilihan Pembaca Gramedia

5 Buku Puisi dan Quotes Terbaik Pilihan Pembaca Gramedia

Puisi selalu menjadi karya sastra yang paling mudah menyentuh perasaan seseorang. Meski terlihat pendek-pendek, puisi juga memiliki kisah tersendiri. Saat ini, kita mudah menjumpai kutipan-kutipan kalimat berupa puisi yang lebih mudah dipahami ketimbang puisi-puisi klasik.

Tentunya, puisi dan quotes ini tetap memiliki makna mendalam yang mampu mewakili perasaan para pembaca. Terlebih lagi, beberapa buku memiliki ilustrasi cantik yang menggambarkan suasana dengan sangat apik.

Untuk kamu yang ingin membaca puisi atau kumpulan quotes, Gramin sudah memilih 5 buku puisi dan quotes terbaik menurut pilihan Grameds, nih!

Lima buku ini termasuk ke dalam daftar 100 Judul Terbaik Pilihan Pembaca 2023 yang dirilis khusus oleh Gramedia untuk para pembaca setia.💗

Yuk, simak 5 judul buku puisi dan quotes berikut ini!

Buku Puisi dan Quotes Indonesia Terbaik

Bu, Tidak Ada Teman Menangis Malam Ini

SeratusBaca di Sini!

Bu, aku berusaha tidak hancur dihantam hidup meski sesekali rasanya hampir redup. Aku terus melawan pada dunia ini meski banyak tangis yang kusimpan sendiri. Meski dalam malam yang sepi aku mengeluh padamu lagi. Maaf untuk hal-hal yang masih gagal. Untuk pertarungan-pertarungan yang belum aku menangkan. Untuk semua kekalahan yang kadang datang berulang. Aku hanya ingin terus hidup, Bu. Aku hanya ingin terus berjalan…

Boy Candra berhasil menuangkan perasaan seorang anak yang kehilangan ibunya lewat kalimat-kalimat cantik yang bisa kamu temukan dalam buku berjudul cantik ini. Bagi kamu yang pernah mengalami kondisi yang sama, tentunya isi buku ini akan sangat relatable. Siapa tahu, buku ini dapat mewakili perasaan kamu yang tak bisa kamu sampaikan lewat kata-kata. Ilustrasi cantik dalam buku ini juga menjadi pelengkap yang menarik.

Serpihan Utuh Sebuah Rindu

SeratusBaca di Sini!

Serpihan Utuh Sebuah Rindu merupakan karya perdana Beby dalam dunia literasi. Beberapa tulisan di dalam buku ini dikumpulkan dari tulisan-tulisan pendek yang Beby tulis di Twitternya (sekarang X) selama menjadi member JKT48 melalui tagar #KataBeby. Selain tulisan-tulisan tersebut, dalam Serpihan Utuh Sebuah Rindu juga terdapat tulisan-tulisan Beby yang baru, yang ditulisnya selama proses persiapan penerbitan.

Tema dalam buku ini beragam, dari kicauan keresahan kehidupan sehari-hari, kisah asmara, hingga kata-kata jenaka yang amat dekat dengan karakter seorang Beby Chaesara. — Kita tak benar tahu kapan waktu mempersilakan kita untuk merasa kehilangan. Kita tak benar tahu kapan kita kembali siap untuk membuka lembaran. Dilema, masih enggan mengisi kekosongan, tapi ternyata hati butuh seseorang.

Ada Nama yang Abadi tapi Tak Bisa Dinikahi

SeratusBaca di Sini!

Buku yang satu ini bisa menjadi sahabat baru untuk menghangatkan hatimu. Berisi kumpulan puisi, kutipan, dan tulisan-tulisan pendek tentang cinta, buku ini bisa menghadirkan sejumlah sudut pandang baru tentang perkara hati dan perasaan. Semua yang kita rasakan terkait cinta memang tak selalu indah, tapi bukan berarti kita terpuruk begitu saja menghadapi kenyataan yang ada.

Ketika mengalami patah hati, tak ada yang namanya baik-baik saja. Sedih itu wajar, bukan? Namun, bersedihlah secukupnya. Karena kita perlu bangkit dan menghadapi hari baru lagi.

Mengingat yang Perlu Diingat

SeratusBaca di Sini!

Ika Natassa berkolaborasi dengan Naufal Abshar bersama-sama menuangkan gagasan mereka tentang kehidupan lewat teks dan ilustrasi dalam buku ini. Buku ini akan menjadi teman yang tidak menghakimi, setia mendampingi kamu menemukan jawaban-jawaban atas pertanyaan tentang kehidupan yang sering kamu ajukan. Melalui buku ini, Ika Natassa dan Naufal Abshar ingin menyuarakan isi hati manusia pada umumnya, yang mengalami banyak hal dalam hidup–cinta, kegembiraan, kesulitan, kesedihan, dan banyak hal lainnya. Bersama buku ini, kamu akan diajak untuk menelusuri hiruk pikuk dunia dengan belajar mengingat hal yang perlu diingat.

Tulus untuk Orang yang Salah

SeratusBaca di Sini!

Sepertinya setiap orang pernah mengalami patah hati, ketika mencintai seseorang yang ternyata tidak mencintai kita balik, atau mengkhianati kepercayaan yang sudah kita berikan. Lewat buku ini, Boy Candra menuangkan seluk beluk perasaan tentang seseorang yang sedang bersedih hati karena merasa salah memilih pasangan. Buku ini bisa jadi teman galau yang cocok banget untuk kamu, Grameds!

Nah, itu dia kumpulan puisi dan quotes yang dipilih pembaca Gramedia sebagai buku-buku terbaik! Kamu udah baca yang mana nih, Grameds? Kalau ada buku yang belum kamu baca, kamu bisa langsung dapatkan bukunya di Gramedia.com, ya!

Dengan mengusung semangat #LebihDekat, Gramedia menghadirkan 100 Judul Terbaik Pilihan Pembaca 2023 yang merupakan kompilasi buku-buku best seller pilihan Grameds! Tentunya, Gramedia tidak hanya menghadirkan kompilasi ini saja, tetapi juga memberikan Grameds penawaran menarik berupa diskon 25% untuk 100 buku yang termasuk dalam daftar berikut ini: https://bit.ly/BukuUntukmu2023.

Promo ini akan berlangsung selama periode 27-29 Oktober 2023, dan bisa kamu dapatkan di seluruh store Gramedia se-Indonesia, Gramedia.com, dan marketplace Gramedia Official!

Wah, seru banget kan, Grameds?

Sambil menunggu info lengkapnya, kamu bisa pantengin terus Instagram @gramedia dan @gramedia.com, ya!

✨Seratus buku, tiga hari, dan satu kesempatan memilih buku terbaikmu.✨

Jangan sampai ketinggalan keseruannya ya, Grameds!🤓💗

judulTemukan Buku Terbaikmu di Sini!


Sumber gambar header: freepik.com

Penulis: Puteri C. Anasta