Mengenal Intan Paramadhita dan Deretan Novel Terbaiknya di Gramedia!

Mengenal Intan Paramadhita dan Deretan Novel Terbaiknya di Gramedia!

Dalam dunia kesusastraan Indonesia, nama Intan Paramaditha telah banyak mencuri perhatian orang!๐Ÿคฏ Dengan karya-karyanya yang menggabungkan elemen feminisme, sastra horor, dan kajian budaya yang tajam, menjadikan karyanya menarik untuk dikaji.

Melalui tulisan-tulisannya yang provokatif dan inovatif, Intan Paramaditha telah menempatkan dirinya sebagai salah satu penulis terkemuka dalam sastra kontemporer Indonesia.

Nah, buat kamu yang belum mengenalnya, yuk kita jelajahi perjalanan karier Intan Paramaditha dan merangkum beberapa novel terbaiknya yang dapat kamu temukan di Gramedia.com!๐Ÿ‘๐Ÿป

Intan Paramadhita dan Segudang Prestasinya!

Intan Paramaditha adalah seorang penulis asal Indonesia. Lahir pada tahun 1994, Intan Paramaditha dikenal karena karya-karyanya yang khas mengangkat topik feminisme. Selain menulis karya sastra, ia juga merupakan seorang akademisi di Indonesia. Keuletannya di dunia akademik dibuktikan dari gelar doktor yang diterimanya sejak 2014 dari New York University dalam bidang Kajian Sinema. Ia juga pernah berkuliah di Universitas Indonesia jurusan Sastra Inggris, loh!

Salah satu karya yang membesarkan namanya adalah Sihir Perempuan. Sihir Perempuan diterbitkan pertama kali saat Intan berusia 26 tahun, yaitu pada tahun 2005. Saat itu kumpulan cerpen ini menjadi salah satu kumcer terbaik yang sukses menggemparkan dunia kesusastraan Indonesia dikarenakan penggabungan elemen feminis dan horor yang menarik untuk dikaji dengan berbagai teori. Bahkan buku ini meraih penghargaan 5 Besar Khatulistiwa Literary Award.

Bukan cuma populer di Indonesia, Sihir Perempuan juga menyihir dunia kesusastraan di mata dunia, terbukti dari hadirnya versi terjemah bahasa Inggris dari buku ini yang diberi judul Apple and Knife yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul Apple and Knife pada tahun 2018.

Intan Paramaditha juga pernah menulis bareng penulis populer lain seperti Eka Kurniawan dan Ugoran Prasad yang kini menjadi suaminya. Selain itu, kesuksesannya dalam menulis cerita membawa karyanya diadaptasi ke dalam bentuk pementasan oleh Teater Garasi di Yogyakarta dan Teater Salihara di Jakarta. Dirinya dan juga karyanya telah mendapatkan pengakuan secara nasional dan internasional. Sebut saja penghargaan Prosa Terbaik pilihan Tempo 2017, Cerpenis Terbaik Kompas 2013, dan masih banyak lagi.

Buku karya Intan Paramaditha banyak mengeksplorasi berbagai isu sosial dan politik, termasuk feminisme, tubuh perempuan, seksualitas, dan kekerasan. Karyanya sering kali menghadirkan pandangan yang tajam dan kontroversial tentang perempuan dalam masyarakat Indonesia. Saat ini Intan Paramadhita masih terus menulis dan meneruskan karier akademiknya yakni tinggal di Sydney, Australia dan mengajar Kajian Media dan Film di Macquarie University.

Bagi para pecinta sastra yang ingin menjelajahi dunia Intan Paramaditha lebih dalam, Gramedia.com adalah tempat yang tepat. Dengan koleksi lengkap novel dan karya-karya lainnya, Gramin bakal share rekomendasi novel terbaik Intan Paramadhita di Gramedia.com!

1. Sihir Perempuan

mengenalBeli Sekarang!

Sihir Perempuan adalah kumpulan dongeng tentang perempuan-perempuan yang tak patuh. Perempuan bisa menjadi apa saja: ibu, anak, pekerja teladan, hingga boneka porselen.

Namun dalam buku yang menghadirkan 11 cerita pendek ini, peran-peran yang seharusnya nyaman diteror oleh lanskap kelam penuh hantu gentayangan, vampir, dan pembunuh. Di sinilah perempuan dan pengalamannya yang beriak dan berdarah terpintal dalam kegelapan.

2. Kumpulan Budak Setan

mengenalBeli Sekarang!

Kumpulan Budak Setan adalah sebuah kompilasi cerita horor yang ditulis oleh Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, dan Ugoran Prasad. Kumpulan Budak Setan ini merupakan proyek membaca ulang karya-karya dari Abdullah Harahap yang merupakan penulis horor populer yang produktif di era 1970 hingga 1980-an. Kumpulan Budak Setan ini terdiri dari dua belas cerpen yang mengolah tema-tema khas Abdullah Harahap seperti balas dendam, seks, pembunuhan, serta motif-motif berupa setan dan lainnya.

3. Goyang Penasaran

Salimah, penyanyi dangdut yang bikin penasaran, hidup di kampung tempat goyang dangdut diterima, dihidupkan, sekaligus dihujat banyak orang. Tak peduli ia gadis atau janda, setiap lelaki bersumpah rela bertekuk lutut di bawah lekuk pinggulnya. Solihin, pemuda perlente yang kemudian menjadi lurah, tak menyerah sekalipun lamarannya ditolak. Sebelum mendapatkan perempuan yang jadi rebutan, sampai matipun akan ia perjuangkan.

mengenalBeli Sekarang!

Tapi Salimah hanya menginginkan mata Haji Ahmad, guru mengajinya dulu. Mata yang terbuka lebar saat memandangi Salimah membaca surat An-Nur, atau ketika ia menamai perempuan itu sumber dosa. Mata yang selalu marah dan memaksanya turun dari panggung. Mata yang ingin ia dekap ke dadanya, sampai mati. Sampai mati. Goyangnya maut. Dan hingga kini, ia masih penasaran!

4. Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu

Gentayangan berkisah tentang perjalanan dan ketercerabutan, memotret mereka yang tergoda akan batas yang bergerak dan tersangkut kabur, tetapi tertangkap. Tergantung pada jalan mana yang kau pilih, petualangan terkutuk sepatu merah akan membawamu ke New York, Kota Tikus, perbatasan Tijuana, gereja di Haarlem, atau masjid di Jakarta, di dalam taksi pengap atau kereta yang tak mau berhenti, hidup atau mati.

mengenalBeli Sekarang!

Selamanya gentayangan, berada di antara, kau akan temukan cerita para pengelana, turis, dan migran tentang pelarian, penyeberangan, pencarian atas rumah, rute, dan pintu darurat. Cewek baik masuk surga, cewek bandel gentayangan.

5. Malam Seribu Jahanam

Ini dongeng tiga dara. Bukankah selalu saja tentang mereka, sebab siapa yang tak kenal cerita rumah, keluarga, kita. Tapi ini juga dongeng yang tak kau minta, tentang yang tak terlihat, tak terdengar, terlupa. Di tahun 1991, Hajjah Victoria binti Haji Tjek Sun meramal ketiga cucunya: satu cucu berkelana, satu menjaga, dan satu lagi menjadi pengantin.

mengenalBeli Sekarang!

Ketika salah seorang berkhianat, dara yang tersisa terperangkap dan menoleh ke belakang, menelusuri dapur berisi kuali-kuali raksasa dan sumur terlarang di Rumah Victoria (kata orang jalan menuju rumah Nenek tak berujung), berhadapan dengan rahasia dan mimpi-mimpi yang macet di tengah jalan. Saat perjalanan dan kitab suci tidak lagi memberi perlindungan, dara yang lain hadir. Ia tak diundang dan menuntut penjelasan.

Malam Seribu Jahanam adalah novel terbaru dari Intan Paramaditha. Mengolah kisah-kisah Islami dan mitos nusantara, novel ini merupakan dongeng gelap tentang sesal, malu, dan hantuโ€”sebuah renungan tentang praktik beragama, retakan dan reruntuhan kelas menengah, serta rapuhnya persaudaraan.


Baca Juga: Mengenal Haruki Murakami, Ini Novel-Novel Fantastisnya yang Mendunia


Nah, itu dia deretan novel terbaik Intan Paramadhita yang bisa kamu beli di Gramedia.com! Menarik, kan? Buat kamu yang mau beli buku terbaru Intan, yakni Malam Seribu Jahanam, lagi ada promosi menarik yang gak boleh kamu lewatin!!๐Ÿ›’๐Ÿ’ฐ

Hanya dengan harga Rp118.000, kamu sudah bisa dapetin buku terbaru Intan dengan bonus tanda tangan dan set photocard-nya!! Untuk informasi promo selengkapnya, klik gambar di bawah, ya~๐Ÿ‘‡

mengenalCek Promonya Sekarang!

Nah, tunggu apa lagi? Yuk, kunjungin Gramedia.com sekarang dan dapetin promonya sekarang juga!!