Biografi Sapardi Djoko Damono, Maestro Puisi dan Penulis Lintas Generasi

Biografi Sapardi Djoko Damono, Maestro Puisi dan Penulis Lintas Generasi

Biografi Sapardi Djoko Damono – Bagi pecinta puisi dan sastra pasti tahu sosok luar biasa pencipta puisi yang satu ini. Karya-karyanya begitu luar biasa dan sudah banyak buku yang menjadi best seller di Indonesia.

“Puisi itu bukan untuk dipahami, melainkan untuk dihayati,” – Sapardi Djoko Damono.

Saya bangga sekali kini puisi digemari generasi muda. Terutama untuk kalian yang mencintai karya Pak Sapardi. Rasanya begitu syahdu dapat menghayati puisi dan syair yang beliau goreskan. Mari kita hayati puisinya ini.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya debu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

(Aku Ingin, SDD)

Tidak terhitung berapa seringnya membaca puisi di atas. Entah pada undangan pernikahan, pada lagu, merayu seseorang, dan sampai detik ini selalu saja ada perasaan yang berbeda setiap kali meresapinya.

Begitu pula dengan puisi satu ini.

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.

“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”
Tanyamu.

Kita abadi.

(Yang Fana Adalah Waktu, SDD)


Cukup singkat, namun kata-kata dalam kedua puisi tersebut begitu indah dan menjadi salah satu masterpiece sang penyair, Sapardi Djoko Damono.

“Sebagai pembaca, kita harus punya tafsir sendiri mengenai sebuah karya sastra yang mungkin berbeda dengan orang lain dan berbeda dengan pengarang, tapi itu tidak apa-apa.”

Eyang juga selalu bilang,

“Puisi itu tidak untuk dipahami, puisi itu untuk dihayati”.

Tak bisa dijelaskan dengan kata, namun puisi beliau melembutkan banyak hati, meresap jauh dalam dada, dan menginspirasi kita semua.

Tapi sebelum bercerita jauh lagi, kami ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada Eyang Sapardi, yang hari ini tepat berulang tahun ke-79. Kami doakan semoga Eyang panjang umur, selalu sehat, bahagia, dan terus berkarya, karena kami akan selalu menantikan karya-karya Eyang Sapardi.


Biografi Sapardi Djoko Damono

Kilas balik ke Surakarta, penyair kebanggaan Indonesia ini lahir pada tanggal 20 Maret 1940, di mana masa muda beliau dihabiskan di kota tersebut.

Kecintaannya menulis dimulai sejak bangku SMA, di mana karyanya sudah sering diterbitkan di majalah. Dan ketika menempuh kuliah bidang bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada (UGM), beliau semakin menggeluti dunia menulis. Selama periode ini Pak Sapardi juga terlibat dalam siaran radio dan teater.

Karir sastra beliau pun berkembang, Pak Sapardi sempat menjadi Direktur Pelaksana Yayasan Indonesia yang menerbitkan majalah sastra Horison. Dan sudah tak terhitung berapa banyak penghargaan yang dianugerahkan kepada beliau.

Kecintaannya pada dunia sastra pun ia dedikasikan dengan mengajar di sejumlah tempat, termasuk Madiun, Solo, Universitas Diponegoro Semarang, Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Institut Kesenian Jakarta, dan sempat menjadi dekan dan guru besar.

SAPARDI
Sumber: Gramedia.com

“Menulis puisi tidaklah gampang, tapi bisa dengan bahasa yang sederhana.”

Mengutip wawancara Pak Sapardi dengan Institut Kesenian Jakarta, beliau mengungkapkan jika sosok yang menjadi referensinya saat pertama kali mulai menulis adalah W.S. Rendra.

Saat itu, Pak Sapardi yang duduk di kelas 2 SMA menemukan buku kumpulan puisi yang ditulis W.S. Rendra. Setelah membaca sajak-sajaknya, beliau terkesima dan mengungkapkan jika menulis puisi tidaklah gampang, tapi bisa dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami orang.

“Itulah sebabnya saya berpikiran, siapa tahu saya juga bisa nulis. Dan akhirnya kelas 2 SMA saya mulai menulis.”

Beliau juga bercerita,

“Waktu itu belum ada komputer, belum ada internet, dan satu-satunya untuk bisa belajar adalah membaca. Dan membaca karya sastra itu hanya bisa lewat buku, majalah, atau koran.

Dulu itu mencari karya sastra tidaklah mudah. Saya tinggal di Solo dan cari majalah sangat sulit. Jika majalah sastra itu dianggap tidak laku, ya tidak ada di Solo.

Untunglah di Solo ada perpustakaan pusat dan di sekeliling rumah saya di kampung ada tempat penyewaan buku. Disitulah saya membaca dan belajar menulis.”

SAPARDI
Sumber: keluargaesjepe.wordpress.com

Sebelum mengenal mesin tik dan komputer, eyang Sapardi kerap menulis sajak-sajaknya di buku tulis. Jika kamu perhatikan, tulisan tangan Pak Sapardi cukup unik loh, tulisan beliau miring ke kiri.

Nah, lewat tulisan tangan yang khas inilah sajaknya yang indah dan bikin hati kebat-kebit, ditulis sejak tahun 1957 hingga 1970. Barulah di dekade 1970-an Eyang pindah ke mesin tik, dan sekarang ia sudah menggunakan laptop untuk menuangkan tulisannya.

Bisa dikatakan, aktivitas menulis dikerjakan beliau hampir setiap pagi, sampai waktu yang tidak terbatas. Bahkan dulu ketika jadi mahasiswa di UGM, dalam satu malam beliau bisa menulis sebanyak 18 puisi.

Tekun bercengkerama dengan kata, menulis cerita fiksi, nonfiksi, karya sastra terjemahan, dan merakit kalimat puisinya, saya sendiri begitu terpikat oleh kata dan sajak yang beliau goreskan. Begitu pula dengan Joko Pinurbo.

“Sederhana dalam hal pengungkapannya tapi tidak sederhana isinya. Isinya sangat dalam dan kita perlu pemahaman beberapa kali untuk benar-benar bisa masuk ke dalam maknanya. Itu yang unik dari pak Sapardi, karya tampilannya sederhana, tapi kedalamannya matang dan kompleks.”

Saya setuju dengan yang dikatakan Joko Pinurbo. Inilah kehebatan Eyang Sapardi, dengan penggunaan kata-kata yang sederhana, ringan, penuh makna dan menyentuh, beliau seorang penyair yang kreatif.

Karyanya bisa masuk ke dalam hati sanubari dan dapat dinikmati semua kalangan. Beliau penulis lintas generasi yang kami kagumi.

SAPARDI
Sumber: Google

Hujan menjadi inspirasinya, namun tak melulu tentang hujan, Sapardi juga senang menulis puisi tentang alam, daun, pagi, bunga, dan malam. Seperti pernyataannya,

“Perkara alam, zaman dulu memang tidak ada apa-apa kan? Saya kenal alam di situ, karena tempat tinggal saya di desa dan keluar masuk kampung bersama seorang teman yang akrab pada masa dulu. Jadi saya betul-betul memerhatikan alam.”

Kepiawaiannya menciptakan puisi begitu terasa lewat sajaknya yang indah dan selalu mendapat apresiasi yang baik. Puisi ‘Sajak Kecil tentang Cinta’ ini tak kalah menyentuh.

Coba baca dan hayati, dengan cara bertutur yang sederhana, puisi ini mempunyai makna yang sangat dalam.

Mencintai angin harus menjadi siut…
Mencintai air harus menjadi ricik….
Mencintai gunung harus menjadi terjal….
Mencintai api harus menjadi jilat….
Mencintai cakrawala harus menebas jarak ….

Mencintaimu harus menjadi aku

(Sajak Kecil Tentang Cinta, SDD)

Begitu pula dengan ‘Mencintaimu dengan Sederhana’, Banyak sekali interpretasi orang terhadap kalimat terkenal ini. Mengutip statement Pak Sapardi di event ASEAN Literary Festival mengenai puisinya tersebut,

“Ya tentu, memang puisi itu hidup atas interpretasinya macam-macam. Kalau cuma satu, ya sekali baca langsung habis.”

Sajak Aku Ingin dan Hujan Bulan Juni memang karya yang istimewa. Dan fakta menarik mengenai kedua sajak tersebut dibuat sekali jadi, dan hanya 15 menit ditulis tangan oleh Sapardi. Begitu pula dengan puisi ‘Hujan Bulan Juni’.

“Namun seandainya sajak tersebut tidak dijadikan lagu dan tidak dinyanyikan Reda, Anda tidak akan mengenal. Siapa yang akan membaca puisi yang dimuat di sudut sebuah koran sore yang tidak terkenal. Siapa yang baca? Tapi ternyata karena lagu itu, Anda sekalian mengenal saya,”

Begitulah celoteh Pak Sapardi kala itu.

SAPARDI
Sumber: Gramedia.com/Fachrio Alhadar

Sapardi mengucapkan kalimat tersebut dengan lantang. Mengutip dari Kumparan,

“Fungsi musikalisasi puisi adalah untuk menyebarluaskan puisi itu sendiri. Sekarang mana ada orang yang mau membaca puisi di koran atau majalah, enggak kan? Sekarang sukanya itu mendengar, karena mendengarkan itu lebih indah.”

Menikmati puisi lewat musikalisasi, ternyata memberikan kedamaian yang begitu syahdu menenangkan hati. Jika kamu belum pernah mencobanya? Tenang, belum ada kata terlambat.

Banyak sekali karya Sapardi yang dimusikalisasikan. Di antaranya, kamu bisa mendengarkan Budhe Tatyana Soebianto dengan suaranya yang indah, atau duet folk AriReda, yang terdiri dari almarhum Ari Malibu dan Reda Gaudiamo yang juga jadi favorit saya.

“Puisi itu bisa dijadikan macam-macam, bisa dijadikan lagu, gambar, komik, jadi novel, film.”

Mari dengarkan suara Budhe Tatyana Soebianto yang indah…

Duet AriReda terbentuk di tahun 1982, mereka berdua dulunya adalah mantan mahasiswa Pak Sapardi di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Di tahun 1987 mereka menggarap proyek apresiasi seni, yang diprakarsai Pak Sapardi dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu, Fuad Hassan.

Ternyata misi proyek seni ini tiada lain, ingin membuat orang-orang menikmati puisi lewat lagu. Dan juga merupakan mimpi Pak Sapardi yang ingin memasyarakatkan puisi ke seluruh lapisan masyarakat. Nah, sejak itulah duet AriReda kerap menyanyikan sajak-sajak penyair Indonesia.

Alunan nada begitu syahdu, dan lewat petikan gitar almarhum Ari Malibu berbagai puisi yang mereka nyanyikan sangat memikat hati.

Satu kata buat Eyang, SALUT! Di usianya ini beliau terus produktif menulis dan menelurkan berbagai karya yang selalu ditunggu-tunggu para penggemarnya.

Terus menulis memang jadi motivasinya agar dirinya tidak mandeg, pikiran terus jalan, dan berusaha sebaik-baiknya agar tidak pikun. SALUT!

Bahkan hingga kini kami masih belum move on bagaimana heboh dan ramainya pengunjung yang datang, ketika sang legenda hadir di event kami, The Readers Fest 2018 yang diadakan di Gedung Tjipta Niaga, Kota Tua, Jakarta. Antusiasme para pengunjung sukses bikin kami terharu.

SAPARDI
Sumber: Gramedia.com/Fachrio Alhadar

Kami merasa istimewa dan bahagia bisa bertemu Eyang yang merilis buku “Perihal Gendis” di event ini. Beliau juga melakukan book signing yang antreannya super panjang, lalu ada musikalisasi puisi oleh Budhe Tatyana Soebianto yang sukses bikin terharu-biru.

SAPARDI
Foto: Gramedia.com/Fachrio Alhadar

Bagi Pak Sapardi puisi yang bagus itu yang enak dibaca. “Sebetulnya semua orang itu bisa menulis puisi kalau mau. Apa yang ditulis, lahir bersama-sama dengan kata-kata ketika saya tulis,” sambung Pak Sapardi.

Mengutip wawancara dengan Iwan Esjepe,

“Banyak tulisan saya yang awalnya adalah kata, frasa, atau kalimat yang tiba-tiba muncul. Susunan kalimat itu tersimpan dalam kepala saya mungkin 3 hari, setahun, atau dua tahun baru muncul. Ada kata-kata yang tersimpan di dalam benak saya, di dalam pikiran saya dan ketika saya nulis lancar sekali.”

“Nah, pikiran, perasaan, emosi mencari bentuknya di dalam puisi. Bentuknya itu adalah kata-kata. Menulis puisi adalah memberikan bentuk kepada yang saya pikirkan abstrak, supaya bisa dikenal orang dalam tulisan.”

Ia melanjutkan,

“Satu-satunya yang bisa saya sampaikan kepada mereka yang masih muda dan mencoba ingin menulis, kalau mau menulis ya harus belajar banyak-banyak, caranya adalah membaca. Semakin banyak yang dibaca, semakin mudah menulis.”

SAPARDI
Sumber: Gramedia.com

Sapardi Djoko Damono merupakan maestro puisi kebanggaan Indonesia. Menggunakan kata-kata yang sederhana dan apa adanya, menjadi kekuatan puisi-puisi Sapardi. Karya-karyanya dapat menyelami alam pikiran dan menyejukkan benak. Sepertinya pernyataannya berikut ini kala menyambangi event kami di acara The Readers Fest 2018.

“Sajak yang paling saya sukai adalah sajak yang belum saya tulis. Kalau saya sudah suka, saya berhenti nulis. Untuk apa? Saya selalu berpikir kalau saya harus membuat sajak yang lebih bagus lagi. Itu dorongan bagi saya dan itu tidak pernah selesai sampai sekarang.”

Saran saya, cobalah cicipi karyanya ditemani secangkir teh hangat setelah selesai beraktivitas, wah rasanya damai sekali. Puisi-puisinya menyentuh dengan kata-kata yang sederhana, namun memiliki arti yang dalam…indah bagaikan senja.


“Saya bisa nulis di bis, pesawat terbang, atau kereta api, tempat nggak jadi masalah. Yang perlu itu bagi saya adalah niat untuk menulis. Niat itu lebih penting dari segala-galanya.”

(Sapardi Djoko Damono)


Demikian Biografi Sapardi Djoko Damono, baca juga artikel yang lain berikut :

Kolaborasi 2 Generasi, Rintik Sedu & Sapardi Djoko Damono

Kolaborasi 2 Generasi, Rintik Sedu & Sapardi Djoko Damono

Apa jadinya jika penulis muda berbakat berkolaborasi dengan penulis legendaris? Rasanya kolaborasi seperti itu perlu dinanti-nantikan, seperti halnya kolaborasi antara Rintik Sedu dan juga Sapardi Djoko Damono.

Nadhifa Allya Tsana atau yang lebih dikenal dengan nama pena Rintik Sedu mengumumkan lewat akun instagramnya jika ia akan berkolaborasi dengan penyair legendaris Sapardi Djoko Damono.

Di postingan itu, penulis buku Geez & Ann itu nampak merasa begitu tersanjung karena dirinya diminta langsung untuk berkolaborasi oleh eyang Sapardi Djoko Damono.

It’s confirmed. saya akan menulis sebuah buku bersama kesayangan kita semua, seorang legenda, master, penyair, yang tiada lain tiada bukan adalah Sapardi Djoko Damono. ini mimpi yang (kok bisa ya) jadi nyata. projek yang tidak diburu-buru, tapi akan jadi yang teristimewa di tahun depan. tidak pernah lebih bahagia dari ini. i’m so in, Eyang! @damonosapardi,” tulis Rintik Sedu di akun pribadinya, beberapa waktu lalu.

buku
Karya-karya Rintik Sedu

Di postingan tersebut, Rintik Sedu juga memasang foto bersama Sapardi Djoko Damono. Sementara itu, lewat akun pribadinya, Sapardi Djoko Damono juga memosting foto kebersamaannya dengan Rintik Sedu. Ia juga mengumumkan hal yang sama, tentang kolaborasi tersebut.

“Sudah Diverifikasi. Jadi begini lho, akhirnya @ntsana dan saya sepakat untuk berkolaborasi nulis buku. Saya sangat bahagia bisa bikin buku bareng kid jaman now. Tidak tergesa tp harus selessi akhir tahun ini. Semoga segala sesuatunya dimudahkan oleh-Nya. Amiin,” tulis Sapardi Djoko Damono di unggahannya beberapa waktu lalu.

Kabar kolaborasi itu disambut antusias oleh sesama penulis. Di postingan Rintik Sedu, beberapa penulis ikut senang dan menantikan karya kolaborasi tersebut. Misalkan saja Dee Lestari yang ikut berkomentar di postingan Sapardi Djoko Damono. “Luar biasa! Salut sm Bpk yg tetap produktif,” komentar Dee Lestari.

Meski belum tahu lebih lanjut akan seperti apa hasil kolaborasinya, setidaknya Rintik Sedu sudah menyebutkan karya tersebut akan hadir di 2020 mendatang. Nah, sambil menanti karya kolaborasi tersebut, bagaimana jika kamu membaca karya-karya kedua penulis beda generasi ini yuk! Bisa langsung dipesan di Gramedia.com.

buku
Karya-karya Sapardi Djoko Damono


Sumber foto header: Nadhifa A. Tsana Instagram

5 Buku Referensi Seputar Generasi Milenial dan Generasi Z

5 Buku Referensi Seputar Generasi Milenial dan Generasi Z

Sifat dan tingkah laku manusia terbentuk sesuai dengan lingkungan dan masa di mana mereka berada. Bentuk-bentuk tersebutlah yang kemudian dikelompokkan dengan istilah generasi.

Berdasarkan teori dari Graeme Codrington dan Sue Grant-Marshall, ada enam kelompok generasi manusia dalam 100 tahun terakhir. Yang paling tua adalah generasi tradisionalis (mereka yang lahir pada 1922-1845. Dua yang paling muda adalah generasi milenial (1981-1994) dan Generasi Z (1995-2010).

Pengelompokan tahun lahir dari setiap generasi masih jadi perdebatan di antara para pakar. Namun, dua generasi yang paling berpengaruh pada saat ini adalah generasi milenial dan generasi Z. Konon, generasi milenial adalah pionir perubahan; mereka adalah kelompok pertama dari digital natives. Sementara itu, generasi Z sudah kenal segala hal yang digital sejak lahir.

Penasaran lebih lanjut tentang generasi milenial dan generasi Z? Kami punya beberapa buku sebagai referensi kamu untuk mengenal lebih jauh tentang konsep generasi milenial dan generasi Z. Simak berikut yuk!

Generasi Eksplorasi

Generasi
Generasi Eksplorasi karya Tim IDN Times

Buku yang ditulis oleh tim IDN Times ini menjabarkan secara ringkas tentang siapa itu generasi milenial alias generasi yang gemar bereksplorasi. Bahasan awal buku ini menerangkan pengertian setiap kelompok generasi. Ada pula data tentang generasi di Indonesia: 13% baby boomer, 20% generasi X, dan 24% generasi milenial.

Generasi Eksplorasi juga memetakan tipe-tipe milenial dari data yang sudah mereka dapatkan. Pertanyaan seperti apa yang mereka sukai, musik apa yang mereka dengar, pengeluaran bulanan habis untuk apa, dan nilai apa yang mereka percaya menjadi bahasan yang menarik untuk disimak. Dan kesemuanya itu ada di dalam buku penuh warna ini.

Generasi Langgas: Millennials Indonesia

Generasi
Generasi Langgas: Millennials Indonesia karya Yoris Sebastian, Dilla Amran, dan Youth Lab

Salah satu sifat generasi milenial adalah bebas atau tidak terikat. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang tujuannya adalah kemapanan, kebanyakan milenial lebih peduli pada kenyamanan dan kebebasan. Buku Generasi Langgas: Millennials Indonesia karya Yoris Sebastian, Dilla Amran, dan Youth Lab ini akan memberikan pandangan berbeda tentang sifat langgas para milenial.

Buku ini akan memberikan data dan fakta tentang generasi milenial terlebih dahulu. Seperti penyebutan generasi langgas sebagai nama lain dari generasi milenial yang pertama kali dilakukan saat Sumpah Pemuda pada 2015 oleh OMG Consulting. Buku ini juga menjelaskan tentang bedanya generasi milenial dengan generasi-generasi sebelumnya, baik positif dan negatifnya. Banyak hal menarik lainnya yang dikemukakan di buku Generasi Langgas: Millennials Indonesia ini.

Millenial Finance

Millenial
Millenial Finance karya Edwin Santoso

Katanya, generasi milenial itu susah mengelola keuangan, lho! Buat kamu yang milenial, apa merasakannya juga? Bagaimana kalau ada sebuah panduan untuk mengelola keuangan yang disesuaikan dengan sifat dan tingkah laku generasi milenial? Jawabannya ada pada buku Millenial Finance karya Edwin Santoso.

Buku ini disebut-sebut memiliki cara yang paling tepat untuk meraih kesuksesan finansial para milenial. Bahasan yang diangkat seperti finansial yang perlu mendapat perhatian lebih dari generasi milenial serta cara menentukan prioritas finansial dari berbagai pilihan yang tersedia. Di bagian akhir Millenial Finance, penulis juga meramalkan ada tiga hal yang akan mengalami perubahan drastic akibat dominasi para milenial. Apa saja itu?

Ignite Millenial Leadership

Ignite
Ignite Millenial Leadership karya Andrew Senduk

Seperti yang disebutkan di atas, generasi milenial adalah pembawa perubahan. Salah satu perubahan yang terjadi adalah fenomena gerakan penyegaran tempat kerja yang menuntut perusahaan mengubah budayanya dan mendefinisikan makna kepemimpinan. Buku Ignite Millenial Leadership karya Andrew Senduk akan mengupas tuntas tentang kepemimpinan generasi milenial.

Di bab pendahuluan, buku ini membeberkan beberapa data tentang milenial. Salah satunya adalah mereka sekarang menjadi pemimpin dalam bidang teknologi dan industri-industri lain akan mengisi 75% tenaga kerja global pada 2025. Buku ini lalu menjelaskan enam langkah untuk maksimalkan potensi kepemimpinan para milenial. Dua di antaranya adalah “inspiration” dan “nurture”. Pelajari kesemuanya dalam buku Ignite Millenial Leadership.

Generasi Z: Memahami Karakter Generasi Baru yang Akan Mengubah Dunia Kerja

Generasi
Generasi Z: Memahami Karakter Generasi Baru yang Akan Mengubah Dunia Kerja karya David Stillman dan Jonah Stillman

Nah, sekarang waktunya untuk generasi Z! Salah satu buku yang menarik untuk dipelajari adalah Generasi Z: Memahami Karakter Generasi Baru yang Akan Mengubah Dunia Kerja karya David Stillman dan Jonah Stillman. Buku ini membahas generasi anyar yang bermunculan di dunia kerja alias generasi Z.

Salah satu bahasan yang menarik adalah tentang FOMO. FOMO adalah istilah singkatan dari fear of missing out. Anehnya, FOMO adalah salah satu sifat buruk yang dimiliki oleh para generasi Z. Mereka tidak mau ketinggalan segala hal: termasuk informasi dan tren yang sedang berlangsung. Sekalinya ketinggalan, mereka akan merasa khawatir. Pelajari tentang FOMO di kalangan generasi Z di buku Generasi Z: Memahami Karakter Generasi Baru yang Akan Mengubah Dunia Kerja.

Puisi-Puisi Lintas Generasi dari Sapardi Djoko Damono dan Rintik Sedu

Puisi-Puisi Lintas Generasi dari Sapardi Djoko Damono dan Rintik Sedu

Buku Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang karya Sapardi Djoko Damono dan Rintik Sedu terbit pada 17 Februari 2020. Buku kumpulan puisi tersebut disebut sebagai buku dengan puisi-puisi lintas generasi karena usia kedua pengarang Sapardi Djoko Damono dan Rintik Sedu yang mencapai 60 tahun.

Buku tersebut bersampul warna ungu pastel dengan ilustrasi simpel bikinan Rintik Sedu yang juga suka menggambar. Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang berisi puisi-puisi balas-membalas dari Sapardi Djoko Damono dan Rintik Sedu.

Beberapa waktu lalu, Sapardi Djoko Damono dan Rintik Sedu meluncurkan buku Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang bersama penerbit Gramedia Pustaka Utama. Acara pada Sabtu (8/2) di Gramedia Centrak Park itu dihadiri oleh penggemar kedua pengarang lintas generasi itu.

Awal mula hadirnya ide kolaborasi ini terjadi pada Agustus 2019 lalu. Saat itu, Sapardi dan Rintik Sedu diundang sebagai bintang tamu di sebuah acara. Keduanya kemudian terlibat dalam proses kreatif menulis dari berbagai inspirasi yang ada.

“Sepanjang proses penulisannya, saya mendengar dialog dalam kepala saya siang malam antara dua orang, perempuan dan laki-laki, yang sepenuhnya diucapkan oleh Rintik Sedu, dan tugas saya adalah menuliskan semua yang saya dengar dan dengarkan dari dialog itu. Sepenuhnya,” tulis Sapardi pada bagian awal buku Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang.

sapardi
Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang karya Sapardi Djoko Damono dan Rintik Sedu


Baca juga: Kolaborasi 2 Generasi, Rintik Sedu & Sapardi Djoko Damono


Quotes Puisi Sapardi Djoko Damono dan Rintik Sedu

Berikut beberapa puisi yang diambil dari buku Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang karya Sapardi Djoko Damono dan Rintik Sedu.

Tentang Hakikat Obat

sapardi
Quotes “Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang” karya Sapardi Djoko Damono dan Rintik Sedu

Tentang Mencari Kamu

sapardi
Quotes “Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang” karya Sapardi Djoko Damono dan Rintik Sedu

Tentang Batok Kelapa

sapardi
Quotes “Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang” karya Sapardi Djoko Damono dan Rintik Sedu


Penasaran dengan puisi-puisi lintas generasi dari kedua penyair yang lain?

Dapatkan buku Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang karya Sapardi Djoko Damono dan Rintik Sedu di Gramedia.com!


Baca juga: 5 Wejangan Sapardi Djoko Damono untuk Mereka yang Ingin Berpuisi

Gramedia dan TikTok Hadirkan Kembali #SerunyaMembaca untuk Tingkatkan Kegemaran Membaca Generasi Muda

Gramedia dan TikTok Hadirkan Kembali #SerunyaMembaca untuk Tingkatkan Kegemaran Membaca Generasi Muda

JAKARTA, 5 Juli 2022 – Berdasarkan survei terbaru dari data indeks bertajuk “Tingkat Kegemaran Membaca Nasional” yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional, memasuki tahun 2021 kegemaran membaca masyarakat Indonesia mulai meningkat, meskipun masih dalam kategori kuantitas sedang. Survei tersebut menyebutkan dari skala 1 hingga 100, masyarakat Indonesia berada di skala 59.92. Hal ini menunjukan masih perlu adanya peningkatan kegemaran membaca masyarakat Indonesia yang lebih merata di seluruh Indonesia.

Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kegemaran membaca masyarakat Indonesia, Gramedia berkolaborasi dengan TikTok menghadirkan kembali kampanye bertajuk #SerunyaMembaca untuk yang kedua kalinya. Kampanye ini akan diselenggarakan mulai dari tanggal 6 hingga 13 Juli 2022.

Sebelumnya, Gramedia bersama Tiktok telah mengawali upaya menumbuhkan literasi serta minat membaca pada April 2022 lalu, dengan menyelenggarakan kampanye #SerunyaMembaca untuk pertama kalinya. Kampanye ini mengajak pengguna TikTok untuk berbagi konten seputar buku di TikTok.

Dengan membawa misi untuk terus menghadirkan keseruan dan berbagi inspirasi kepada masyarakat Indonesia, Gramedia melanjutkan kerja sama dengan Gramedia, untuk meningkatkan kegemaran membaca lebih masif lagi, khususnya kepada generasi muda, melalui kampanye #SerunyaMembaca yang berlangsung selama bulan Juli ini.

Kampanye #SerunyaMembaca kali ini akan dimeriahkan dengan rangkaian kegiatan seperti Hastag Challenge, Livestreaming Session, Book Charity, serta Rak Rekomendasi #SerunyaMembaca.

@gramedia Cuma upload video bisa dapat hadiah puluhan juta rupiah?? Tonton sampe abis #serunyamembaca #bacabuku #tips ♬ Roxanne – Instrumental – Califa Azul

Lebih lanjut, pada Hastag Challenge, para peserta harus membuat minimal dua konten orisinal berupa video edukatif dan informatif dengan tema buku. Peserta dapat membuat video tentang rekomendasi buku, pelajaran apa yang didapat dari buku, quotes dari buku, memasak dengan mengikuti resep dari buku resep, dan konten informatif lainnya. Peserta dapat mengunggah konten ke TikTok menggunakan tagar #SerunyaMembaca.

Sepuluh pemenang yang beruntung akan memiliki kesempatan meraih total hadiah hingga 22 juta rupiah, serta 10 pemenang tambahan akan mendapatkan 10 voucher dari Gramedia masing-masing sebesar Rp 200.000. Pemenang dari kompetisi #SerunyaMembaca ini akan diumumkan pada 23 Juli 2022.

Tidak hanya itu, kampanye ini akan mengadakan tiga sesi live streaming bersama tiga penulis selebriti. Penulis selebriti yang dimaksud adalah Fajar Aditya (RJL5) penulis buku “Hilang Dalam Dekapan Semeru untuk sesi pertama di 6 Juli pukul 15.00, Luvita Ho, penulis “Baking At Home – 50 resep Simple & Anti Gagal pada sesi kedua di 7 Juli, pukul 13.00, dan dilanjutkan oleh Dinda Mulia, penulis “First Drop of Red” pada sesi ketiga di 9 Juli, pukul 14.00. Livestreaming ini akan diselenggarakan di akun TikTok @gramedia.

Selanjutnya, Gramedia juga akan menyumbangkan 1000 buku yang akan didistribusikan kepada anak-anak di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, melalui Taman Bacaan Pelangi. Masyarakat juga dapat ikut berpartisipasi untuk menyumbangkan bukunya, dengan cara melakukan drop buku melalui customer service di 10 toko Gramedia; Gramedia Matraman, Gramedia Emerald, Gramedia BSD City, Gramedia Harapan Indah, Gramedia Bandung Merdeka, Gramedia Yogyakarta Sudirman, Gramedia Aceh, Gramedia Tasikmalaya, Gramedia Karawang, dan Gramedia World Cirebon.

Lebih lanjut, untuk menyemarakkan kampanye #SerunyaMembaca, Gramedia dan TikTok menyediakan rak rekomendasi buku khusus dari #SerunyaMembaca pada 10 toko Gramedia tersebut. Rekomendasi ini didasarkan atas buku-buku yang paling laris terjual pada kompetisi #SerunyaMembaca sebelumnya.

serunyaKlik untuk Info Lebih Lanjut!


Oleh: Public Relations PT Gramedia Asri Media

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!

Nutrisi dan Aktivitas Menyehatkan yang Cocok untuk Anak Generasi Alpha

Nutrisi dan Aktivitas Menyehatkan yang Cocok untuk Anak Generasi Alpha

Lahir dan besar di era teknologi informasi yang serba maju, anak-anak generasi Alpha (rentang tahun kelahiran 2010 – 2025) tentu akan menghadapi banyak sekali tantangan sekaligus kesempatan di masa yang akan datang.

Maka dari itu, mereka perlu memiliki kemampuan belajar progresif, yaitu kemampuan belajar yang terus berkembang, yang dapat membentuk empat karakter anak hebat, seperti eksplorasi, berpikir kritis, jiwa kepemimpinan, dan empati. Hal ini dilakukan agar anak nantinya bisa meraih kesuksesan di masa depan.

Untuk mengasah kemampuan belajar progresif anak, bisa dimulai dengan melakukan berbagai aktivitas kecil yang bisa dilakukan bersama orang tua, misalnya dengan bermain permainan yang dapat melatih problem solving dan critical thinking si kecil, seperti menyusun puzzle, bermain permainan bongkar pasang seperti balok atau lego, dan tangram.

Tak hanya itu, membiarkan anak melakukan aktivitas yang dapat melatih kemampuan fisiknya juga bisa dilakukan sebagai wujud eksplorasi anak. Tentunya tetap harus dalam pemantauan orang tua, ya.

Aktivitas fisik sangat perlu dilakukan oleh anak-anak generasi Alpha, lho, karena bergerak juga merupakan bagian dari stimulasi untuk anak. Hal ini selaras dengan apa yang dikatakan oleh dokter anak sekaligus penulis buku Cemong Books: MPASI 101, Panduan Praktis dan Lengkap Nutrisi Anak, dr. Citra Amelinda, dalam webinar parenting “Nutrisi dan Kegiatan Produktif untuk Generasi Alpha, Apa Saja?” pada rangkaian kegiatan Kids and Parents Festival Gramedia Digital x Ibu Pembelajar Indonesia di hari Sabtu, 23 Juli 2022 lalu.

Selain itu, dr. Citra juga mengatakan bahwa, aktivitas fisik ini juga perlu dilakukan karena setiap anak memiliki anjuran bergeraknya masing-masing sesuai dengan usia mereka. Untuk anak usia di bawah 1 tahun, anjuran bergeraknya adalah minimal 30 menit perhari, yaitu dengan mengajak anak melakukan aktivitas floor time atau tummy time.

Kemudian untuk anak usia 1 sampai 5 tahun batas bergeraknya adalah 3 jam perhari. Orang tua bisa mengajak anak melakukan berbagai aktivitas yang dapat melatih serta meningkatkan perkembangan sensorik dan motorik anak. Sedangkan untuk anak usia 5 sampai 18 tahun, anjuran bergeraknya adalah 1 jam untuk aktivitas fisik modern ke atas, contohnya aktivitas yang membuat mereka agak lelah.

nutrisi
Nutrisi dan Kegiatan Produktif untuk Anak Generasi Alpha (Sumber Gambar: dok. Gramedia Digital)

Aktivitas-aktivitas tersebut tidak harus dilakukan di luar rumah, orang tua juga bisa memanfaatkan teknologi dan barang atau alat yang ada di rumah sebagai media untuk mendukung proses belajarnya.

Seperti yang dilakukan oleh Cantika Felder, influencer active mom dan zumba trainer untuk anak-anak, ia mengatakan bahwa ketika ia melakukan kegiatan olahraga di pagi hari, ia juga akan mengajak anaknya untuk melakukan aktivitas tersebut bersama-sama. Namun hal itu ia lakukan tanpa ada unsur paksaan dan aktivitas tersebut juga mereka lakukan dengan cara yang fun, sehingga anak juga tertarik untuk melakukan apa yang sedang orang tuanya lakukan. Misalnya dengan menggunakan musik yang ceria yang akan membuat anak ingin menari.

Selain itu, Cantika juga sering mengajak sang anak melakukan kegiatan fisik di luar rumah, misalnya dengan jalan-jalan santai di sekitar rumah dan bermain sepeda. Aktivitas ini ia lakukan selain untuk membuat anaknya menjadi lebih banyak bergerak, namun juga untuk memperkenalkan hal-hal baru kepada sang anak lewat lingkungan di sekitarnya, misal dengan mengenalkan jenis-jenis hewan yang mereka temukan, tumbuhan, dan lain sebagainya.

“Orang tua harus pintar dan tahu bagaimana cara untuk menyalurkan energi anak dengan kegiatan yang positif, tentunya yang dapat mendukung proses belajarnya, agar anak juga nantinya tidak terlalu fokus terhadap digitalisasi ini.” – Cantika Felder

nutrisi
Nutrisi dan Kegiatan Produktif untuk Anak Generasi Alpha (Sumber Gambar: dok. Gramedia Digital)

Namun perlu diingat, bahwa orang tua juga tidak bisa selalu menghindarkan atau melarang anak untuk menggunakan teknologi dan internet, karena hal itu merupakan salah satu bagian yang hadir dan mereka gunakan di kehidupan sehari-harinya, gehingga orang tua juga harus tahu bagaimana cara agar anak-anak mereka yang merupakan anak generasi Alpha ini bisa bebas mengakses internet dan berkreasi serta mengambil manfaat di dalamnya, namun dapat tetap membuat mereka aman dan nyaman.

Hal itu sejalan dengan apa yang dr. Citra katakan, di mana beliau mengatakan bahwa teknologi dan internet akan selalu ada dan hadir di setiap kehidupan anak-anak sekarang, sehingga anak pun harus hidup dan berdampingan dengan hal tersebut. Namun, di sini orang tua perlu memperhatikan bahwa penggunaan teknologi dan internet itu harus proporsional dan harus sesuai dengan komposisinya.

Kalau penggunaan teknologi dan internet tersebut untuk belajar, menimba ilmu, berkomunikasi dengan keluarga lain yang lebih jauh, itu tidak masalah. Tapi kalau hanya untuk bermain games dan menonton video, tentu hal ini harus ada batasannya.

Anggia Aranangsari, selaku Assistant Manager Gramedia Digital mengatakan bahwa ada banyak sekali media atau aplikasi di internet yang bisa dimanfaatkan oleh orang tua dalam membantu proses belajar si kecil, salah satunya yaitu aplikasi BOOKR Class.

nutrisi
Nutrisi dan Kegiatan Produktif untuk Anak Generasi Alpha (Sumber Gambar: dok. Gramedia Digital)

BOOKR Class merupakan media pembelajaran sekaligus bermain yang menyenangkan untuk anak dalam mempelajari bahasa Inggris. Aplikasi asal Hungaria ini memiliki banyak sekali e-book interaktif yang tak hanya memperlihatkan gambar statis, tapi juga terdapat gambar-gambar animasi lucu yang dapat bergerak dan bersuara (audio-visual book). Selain itu, di setiap akhir cerita juga akan ada kuis dan games interaktif yang berkaitan dengan cerita yang sudah dibaca oleh anak.

Dengan tampilannya yang lebih berwarna dan banyaknya cerita yang seru serta games-games edukatif, tentu aplikasi ini akan sangat dapat menarik minat baca dan meningkatkan daya imajinasi, daya ingat dan kemampuan belajar, serta pemahaman anak dalam berbahasa Inggris.

Nutrisi dan Kebutuhan Gizi untuk Anak Generasi Alpha

Untuk mendukung kemampuan belajar progresif anak, selain dengan menstimulasinya melalui berbagai aktivitas, para orang tua juga perlu menyediakan asupan nutrisi dan gizi yang baik untuk anak. Asupan nutrisi dan gizi yang tepat akan sangat berguna dalam membentuk dan mematangkan sel-sel otak anak.

Hal ini penting, karena menurut dr. Citra, anak-anak generasi Alpha saat ini kebanyakan mengonsumsi makanan-makanan organik, fusion food atau makanan kekinian, dan makanan sejenisnya. Padahal baik orang dewasa maupun anak-anak sangat membutuhkan makanan yang kaya akan nutrisi dan gizi seimbang, yang membedakan hanyalah proporsinya.

nutrisi
Nutrisi dan Kegiatan Produktif untuk Anak Generasi Alpha (Sumber Gambar: dok. Gramedia Digital)

Maka dari itu, orang tua perlu memperhatikan proporsi makan anak, jangan sampai ada satu nutrisi yang jumlahnya terlalu banyak. Karena jika hal itu terjadi, maka hal itu akan berdampak pada kesehatan si kecil di masa yang akan datang. Perlu diingat juga bahwa makanan-makanan yang dilabeli sehat, belum tentu benar-benar sehat, sehingga orang tua tetap perlu memperhatikan kandungan nutrisi seimbang pada setiap makanan yang dikonsumsi si kecil.

Qonita Rachmah, yang merupakan seorang ahli gizi juga mengatakan bahwa, agar pertumbuhan anak dapat berjalan dengan optimal, orang tua perlu memberikan asupan gizi yang tepat dan seimbang pada anak selama masa pertumbuhannya. Gizi seimbang merupakan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, baik itu zat gizi makro, yang terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak, maupun zat gizi mikro, yang terdiri dari vitamin dan mineral.

Selain jenis gizi tersebut, jumlah nutrisinya pun harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, usia, jenis kelamin, dengan tetap memperhatikan prinsip makanan. Konsep gizi seimbang juga termasuk menjaga aktivitas fisik serta perilaku hidup bersih dan sehat lainnya.

nutrisi
Nutrisi dan Kegiatan Produktif untuk Anak Generasi Alpha (Sumber Gambar: dok. Gramedia Digital)

Jika Mama dan Papa ingin menyaksikan webinar parenting “Nutrisi dan Kegiatan Produktif untuk Generasi Alpha, Apa Saja?” ini secara keseluruhan, Mama dan Papa bisa menyaksikan pada laman Youtube Tribunnews di bawah ini.

Kemudian untuk Mama dan Papa penasaran dengan BOOKR Class, Mama dan Papa bisa membacanya lebih lanjut di artikel berikut >>> Mendongeng dan Mengajari Anak Bahasa Inggris Lewat E-Book Animasi Interaktif di BOOKR Class

Download BOOKR Class

  1. Google Play: https://tinyurl.com/GooglePlayBOOKRClass
  2. App Store: https://tinyurl.com/BOOKRClassAppStore
  3. Microsoft Store: https://tinyurl.com/BOOKRClassMicrosoftStore
  4. Mac App Store: https://tinyurl.com/BOOKRClassMacAppStore

Kamu bisa menanyakan lebih lanjut mengenai BOOKR Class dan cara berlangganannya lewat chat WhatsApp Customer Service Gramedia Digital dengan klik di sini atau melalui email ke [email protected].

Yuk, mulai berikan gizi dan aktivitas sehat terbaik kepada si Kecil. ❤️

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!


Sumber foto header: pexels.com/@bruna-saito-895761

Penulis: Ikha Destryani