Diana Rikasari Rilis Buku Cerita Anak, My Rainbow Days

Diana Rikasari Rilis Buku Cerita Anak, My Rainbow Days

Diana Rikasari is back! Fashion blogger dan juga mom-preneur ini baru saja merilis buku terbarunya yang berjudul My Rainbow Days. Tidak seperti buku-buku sebelumnya, di buku terbarunya Diana mengangkat tema seputar dunia anak-anak.

My Rainbow Days merupakan buku cerita anak yang pertama kali ditulis Diana Rikasari. Buku ini terdiri dari 3 seri di antaranya buku pertama berjudul Be Kind, buku kedua It’s Okay to Cry, dan yang ketiga berjudul Beauty is All Around Us. Ketiga buku tersebut dirilis secara bersamaan.

“Aku sangat concern dengan topik mindfullnes dan nilai-nilai kehidupan. Aku sangat passionate hal-hal itu bisa ditanamkan ke semua orang, terutama kepada anak-anak. Harapannya semoga buku ini bisa menjadi tools untuk belajar bersama, bahkan orangtua yang membacakan pun bisa ikut belajar,” kata Diana saat berbincang dengan Gramedia.com dalam acara launching buku My Rainbow Days di Pacific Place, Jakarta Selatan, Kamis, 20 Desember 2018.

DIANA RIKASARIWastana Haikal (ilustrator) dan Diana Rikasari (penulis) meresmikan buku My Rainbow Days, di Pacific Place, Jakarta Selatan pada Kamis (12/20/2018) lalu. (Dok. Gramedia.com)

Bersama sang ilustrator, Wastana Haikal, Diana menyelesaikan proses kreatif buku My Rainbow Days dalam waktu yang terbilang singkat, yaitu 6 bulan. Menariknya lagi, buku ini mengambil karakter dari dua buah hatinya sendiri, Shahmeer dan Daria. Diana pun menuturkan buku ini merupakan hadiah spesial untuk kedua anaknya.

In a way ini adalah hadiah aku untuk mereka (Shahmeer dan Daria). Kalau sudah besar mereka bakal look back to the childhood dan bisa bilang kalau dulu ibu kita bikin buku tentang kita lho,” ucapnya bersemangat.

Tak hanya Shahmeer dan Daria, Diana ternyata juga ikut nimbrung lho dalam buku ini. Namun bukannya tampil dalam wujud seorang ibu, wanita yang kini berdomisili di Swiss itu justru memvisualisasikan dirinya sebagai karakter kupu-kupu.

“Aku sebenernya nggak pengin ada di buku ini, penginnya buku ini berfokus pada karakter Shahmeer dan Daria. Akhirnya diputuskan lah karakterku diganti dengan kupu-kupu, yang kalau diperhatikan ada inisial namaku, DR, di sayap kupu-kupunya,” ungkapnya.

DIANA RIKASARI

My Rainbow Days adalah buku cerita anak yang bisa digunakan oleh para orangtua mengajarkan kebaikan dan nilai-nilai kehidupan kepada anak sejak usia dini. Meski baru saja dirilis, namun buku ini telah tersedia di toko buku-toko buku di Indonesia sejak Oktober 2018 lalu lho, Moms!

Diana sengaja memberikan jeda waktu tersebut dengan alasan ingin mengetahui respon dari para pembacanya.

“Kebetulan buku ini sudah keluar di toko buku sejak Oktober lalu, sekarang ini acaranya soft launch aja, semacam selametan. Sengaja kasih jeda karena pengin liat reaksi dan respons dari orang-orang yang baca,” tutupnya.


Sumber: Dokumentasi Gramedia.com

10 Fakta Diana Rikasari, dari Fashion Blogger hingga Penulis Buku

10 Fakta Diana Rikasari, dari Fashion Blogger hingga Penulis Buku

Happy birthday to you, Diana Rikasari!

Siapa sih yang tak kenal dengan sosok populer dalam dunia fashion yang satu ini? Selain terjun dalam bidang fashion, Diana Rikasari juga meluncurkan karyanya yang berupa buku.

Unik dan berbeda dari biasanya, Diana menerbitkan buku bergambar yang ditujukan untuk kaum muda hingga dewasa. Sudah tahu dong?

Betul! Trilogi #88LOVELIFE adalah karya Diana Rikasari yang dalam waktu sekejap masuk deretan buku-buku best seller. Bisa dibilang, karyanya ini telah menghapus pandangan bahwa buku bergambar hanya cocok dinikmati anak-anak.

Adapun hingga kini, mulai banyak bermunculan buku bergambar untuk orang dewasa dari para kreator lainnya yang kini marak disebut flash fiction.

Dalam rangka ulang tahun Diana Rikasari, Gramedia.com telah merangkum beberapa fakta menarik tentang Diana Rikasari nih. Yuk, intip 10 fakta menarik seputar sosok Diana Rikasari dan karya-karyanya!

1. Lahir di Negeri Paman Sam

masa-kecil-diana-1

Diana Rikasari ternyata lahir di Colorado, Amerika Serikat. Ia sebelumnya juga lama tinggal di KL alias Kuala Lumpur, Malaysia.

Di KL inilah, wanita berdarah Indonesia ini menghabiskan masa kecilnya, termasuk ketika ia masih duduk di bangku taman kanak-kanak dan sekolah dasar.

Adapun untuk saat ini, Diana Rikasari menetap di Swiss bersama suami dan kedua anaknya.

2. Lulusan teknik

lulusan-teknik

Usut punya usut, Diana Rikasari tidak punya background dalam bidang fashion sama sekali. Justru, wanita kelahiran tahun 1984 ini adalah lulusan Teknik Industri Universitas Indonesia.

Setelah tamat S1 pun, Diana melanjutkan pendidikan S2-nya di Nottingham University untuk memelajari bidang manajemen bisnis.

3. Nge-blog sejak 2007

colorful

Diana Rikasari sudah aktif menulis di blog sejak tahun 2007 yang dijadikannya sebagai fashion diary. Keunikan gaya fashion Diana Rikasari yang colorful seperti warna-warna cerah pada pelangi, banyak menarik mata para pecinta fashion.

Saking mencuri perhatian itulah, blog dianarikasari pun menduduki peringkat pertama di IndonesiaMatters.com pada tahun 2011 dan 2012.

Hingga kini, kamu bisa terus update soal Diana Rikassari dalam blog miliknya. Selain fashion, kamu juga dapat mengikuti personal life sampai melihat desain interior rumahnya yang juga serba colorful, lho.

4. Punya tiga bisnis fashion

IMG_3028_zpsudho2ogm

Di samping blog, Diana Rikasari juga mengelola bisnis miliknya yang berhubungan dengan dunia fashion. Terhitung ada tiga bisnis fashion yang digelutinya.

Ada bisnis sepatu bernama UP (@iwearup) dan clothing line, Schmiley Mo (@schmileymo). Ditelusuri lebih lanjut, ternyata Diana juga memiliki brand tas sendiri, yaitu @sunofafun.

5. Schmiley Mo di Fashion Week

schmiley-mo-at-london-fashion-week

Diana Rikasari memang sudah langganan untuk urusan menghadiri Fashion Week yang diselenggarakan di berbagai negara. Namun, tak disangka kalau clothing line miliknya berkesempatan untuk dipertunjukkan dalam runway Fashion Week.

Terhitung sudah tiga kali Schmiley Mo dipakai oleh para model yang melenggang di Fashion Week, yaitu Kuala Lumpur Fashion Week 2016, Jakarta Fashion Week 2016, dan London Fashion Week 2017.

6. #88LOVELIFE best seller di 2 negara

-88LOVELIFE-TRILOGY-3

Selain fashion, Diana Rikasari turut berkarya di dunia penulisan. Pasti sudah pada tahu trilogi #88LOVELIFE kan?

#88LOVELIFE tak hanya best seller di Indonesia saja. Ternyata #88LOVELIFE juga laris di negara tetangga, yaitu Malaysia. Bahkan di Negeri Jiran tersebut, #88LOVELIFE memenangkan penghargaan Best Book of 2015 dan 2016 untuk kategori buku nonfiksi dari MPH Malaysia.

Dua volume buku #88LOVELIFE juga sempat dipromosikan di beberapa pameran buku internasional lho, seperti di London Book Fair 2015, Frankfurt International Book Fair 2015, dan Tokyo Art Book Fair 2016.

7. Pertama kali kenal ilustrator #88LOVELIFE

diana-rikasari-dan-dinda-puspitasari

As we know, #88LOVELIFE adalah karya duet antara Diana Rikasari dan Dinda Puspitasari. Lalu, apakah mereka sebenarnya sudah kenal dan bersahabat sejak lama?

Well, the answer is a big no! Dinda sendiri pertama kali melihat Diana Rikasari di majalah. Lalu, ketika dulu Dinda punya accessories line, ternyata Diana jadi pembeli pertamanya.

Diana dan Dinda pun sering bertemu di beberapa event hingga sejak saat itulah, keduanya mulai semakin dekat dan berteman sampai sekarang.

my-rainbow-days

Tak hanya #88LOVELIFE, Diana Rikasari sempat menerbitkan buku cerita anak-anak yang tentunya juga penuh gambar dan warna. My Rainbow Days adalah judulnya.

My Rainbow Days sendiri terinspirasi dari cerita-cerita yang kemudian dinarasikan oleh karakter kedua anak Diana Rikasari, Shahmeer dan Daria. Adapun kumpulan cerita tersebut dibukukan agar bisa dinikmati juga oleh anak-anak lainnya.

9. Punya segudang prestasi

menang-penghargaan

Dalam perjalanan karirnya di dunia fashion, Diana Rikasari memiliki segudang prestasi lho. Diana pernah meraih penghargaan dari British Council, yaitu The International Young Creative Entrepreneur (IYCE).

Ia juga mendapatkan gelar Inspiring Women of The Year dari Wardah Cosmetics. Pun turut dinobatkan sebagai salah satu dari Indonesia Most Influential Youth, Women, Netizen (YWN) oleh The Marketeers & Markplus Inc.

10. Patung Diana Rikasari di Switzerland

pembuatan-patung-diana-rikasari

Berita terbaru dan mengejutkan soal ibu dua anak ini adalah akan ada patung Diana Rikasari di Swiss. Hal tersebut dituliskan dalam blog dan media sosialnya.

Kabarnya, patung Diana Rikasari ini akan dipertunjukkan mulai Februari 2019 dalam sebuah pameran “Spel der Kulturen” di museum HVM St. Gallen. Kalau kebetulan lagi jalan-jalan ke Swiss, jangan lupa mampir ya!


Itu dia 10 fakta menarik di balik sosok Diana Rikasari pun karyanya, baik dalam bidang fashion maupun penulisan. Sangat menginspirasi ya!

Oh iya, kalau kamu belum punya trilogi #88LOVELIFE dan penasaran sebenarnya tentang apa sih bukunya itu? Well, kamu bisa segera temukan dan dapatkan bukunya di Gramedia.com!

NOVEL

NOVEL

NOVEL


Sumber foto-foto : Dianarikasari.blogspot.com

Judul Buku Terbaru Diana Rikasari

Self-Acceptance by #88LOVELIFE: Judul Buku Terbaru Diana Rikasari

Seorang fashion blogger kenamaan Indonesia Diana Rikasari akan menerbitkan buku terbarunya bertajuk Self-Acceptance by #88LOVELIFE. Rencananya, buku yang merupakan karya kolaborasi dirinya bersama ilustrator Dinda Puspitasari itu akan terbit pada 7 Oktober 2019 mendatang.

Sesuai judulnya, Self-Acceptance by #88LOVELIFE adalah buku tentang penerimaan diri. Betapa pentingnya mengedepankan sikap tersebut di zaman yang tak lepas dengan media sosial seperti sekarang ini.

Dikutip dari Liputan6.com, Self-Acceptance by #88LOVELIFE menjadi karya Diana paling personal dan jujur. “Ada beberapa part yang bikin aku malu karena menelanjangi perasaan aku banget. Nulis dari hati dan nggak jarang nangis,” ujarnya.

Buku tersebut nantinya menjadi volume keempat setelah tiga buku seri #88LOVELIFE sebelumnya sudah terbit dengan sukses. #88LOVELIFE adalah seri buku pengembangan diri karya kolaborasi Diana Rikasari dan Dinda Puspitasari. Volume pertama tentang dream, volume kedua tentang passion, dan volume ketiga tentang priority.

Perihal Self-Acceptance

Self-acceptance berarti kita menerima segala kekurangan yang ada pada diri kita. Hal itu berbeda dengan self-esteem yang merujuk pada betapa bernilainya diri kita dan betapa berharganya kita untuk tetap hidup. Tandanya kita sudah memiliki sikap menerima diri sendiri adalah dengan mengetahui kelemahan dan keterbatasan kita sendiri.

Menerima diri sendiri amat penting untuk membangun kepercayaan diri. Sikap percaya diri dibutuhkan di segala aspek kehidupan; dari mulai masih belia di sekolah sampai sudah dewasa dan bekerja.

Contoh sederhana di sekolah adalah ketika seorang murid tidak paham tentang sebuah topik pelajaran dan jalan satu-satunya adalah dengan bertanya kepada guru. Kepercayaan diri ditambah dengan keberanian dibutuhkan saat itu agar murid itu memahami topik pelajarannya. Dari semua itu, self-acceptance menjadi dasar untuk bertanya: menerima bahwa dirinya tidak memahami satu hal dan harus mencari tahunya.

Namun, bagai siang dan malam, self-acceptance perlu diseimbangkan dengan self-esteem. Jika salah satunya lebih berat, kamu tidak akan merasa damai dalam menjalani keseharian dan mendekatnya hal-hal negatif. Self-acceptance untuk mengaku bahwa kamu butuh sesuatu dan self-esteem untuk memberikan ketahanan bahwa kamu bisa melakukan sesuatu.

Bagaimana dengan self-acceptance versi Diana Rikasari dan Dinda Puspitasari? Tunggu Self-Acceptance by #88LOVELIFE terbit sebentar lagi!

Sumber foto header: Instagram @88lovelife