Daftar Buku-Buku Best-Seller Juli 2019

Daftar Buku-Buku Best-Seller Juli 2019

Bulan sudah berganti, harapan baru pun membumbung tinggi. Buku apa saja yang menjadi perhatian selama bulan Juli? Saatnya menilik buku-buku best-seller bulan Juli 2019 Gramedia.com!

Jika
Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta

Buku ini yang menyampaikan pengalaman dan pengajaran tentang cinta ini menjadi buku laris di beberapa toko buku. Dan pada bulan Juli 2019, buku ini masuk buku laris Gramedia.com. Berisi tentang kutipan-kutipan menarik tentang bagaimana menghadapi cinta, sang penulis juga berbagi pengalamannya tentang cinta pada buku ini.

Goodbye,
Goodbye, Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang

Ternyata, membahas minimalisme masih menjadi daya tarik. Buktinya masuk di jajaran buku laris ini. Buat kamu yang sudah bingung mau melakukan apa dengan barang-barangmu yang bertumpuk, cari tahu bagaimana cara menyingkirkan dengan cara ala Jepang dari Fumio Sasaki. Temukan di sini.

The
The Secret of Animal Minds

Mungkin karena judulnya yang bikin penasaran, buku ini masuk daftar buku laris. Namun, lebih dari itu, buku ini menguak apa yang orang pikirkan tentang pikiran hewan—terutama hewan peliharaan. Penulis pun lebih memfokuskannya pada hewan peliharaan anjing yang kerap dijauhi oleh banyak orang khususnya di Indonesia. Baca di sini.

Seni
Seni Berbicara kepada Siapa Saja, Kapan Saja, dan di Mana Saja

Apakah berbicara masih menjadi masalah untuk orang-orang saat ini? Sepertinya begitu karena banyak yang mencari dan membeli buku ini. Setelah membaca buku ini, kamu bisa mengalami segala percakapan dengan penuh percaya diri dan keyakinan. Tilik di sini.

Detective
Detective Conan Vol. 95

Edogawa Conan kembali beraksi di volume 95. Conan berhasil kembali ke wujudnya semula, yaitu “Shinichi Kudo”, selama batas waktu tertentu. Dengan demikian, ia pun bisa berangkat ke Kyoto bersama Ran dan teman-teman sekolahnya yang lain untuk acara karya wisata sekolah! Apa yang akan terjadi? Cari tahu di sini.

Millenials
Millenials Kill Everything

Judul buku ini terdengar provokatif. Dan memang begitu adanya. Kaum milenial memang “membunuh” berbagai hal yang sudah ada di bumi ini. Buku ini menjabarkan 50 hal yang kaum milenial “bunuh”, dari membunuh waktu kerja yang konstan yaitu jam 9 pagi ke jam 5 sore sampai soal selera brand milenial yang susah ditebak. Baca di sini.

Bad
Bad Boy karya AliaZalea

AliaZalea kembali dengan buku yang sudah lama ditunggu-tunggu para penggemar dan pembaca seri Pentagon. Setelah Boy Toy dan The Wanker, Bad Boy terbit dengan nuansa warna hijau dan menjadi karya teranyar AliaZalea. Temukan bukunya di sini.

Dua
Dua Garis Biru

Filmnya menempati nomor dua sebagai film dengan penonton paling banyak di Indonesia. Dua Garis Biru pun dialihwahanakan menjadi novel yang dituliskan oleh Lucia Priandarini dari skenario film yang dibuat oleh Gina S. Noer. Kisah Dara dan Bima yang masih SMA dan kelepasan setelah melakukan hubungan seks menjadi kisah yang perlu dipahami dan dipelajari oleh remaja dan orang tua. Tilik di sini.

Lethal
Lethal White

Detektif Cormoran Strike kembali dengan kasus berbeda di buku ini. Setelah terseok-seok dan berhasil menuntaskan kasus-kasus yang menghadapinya di buku-buku sebelumnya, hubungan sang detektif dengan partnernya Robin kian rumit. Apa yang akan mereka hadapi di buku ini? Cari tahu di sini.

5 Buku Bestseller Ini Ditulis oleh K-Pop Idol

5 Buku Bestseller Ini Ditulis oleh K-Pop Idol

Menjadi K-Pop Idol tak berarti cuma bisa menyanyi atau beraksi di atas panggung ya. Mereka juga memiliki bakat lainnya, salah satunya menulis. Beberapa nama besar pun sukses merilis karya tulis berbentuk buku loh.

Jenis bukunya pun bermacam-macam, ada yang kumpulan cerpen, ada yang tentang fashion, sampai buku autobiografi perjalanan sejak dari trainee hingga sukses debut sebagai K-Pop idol.

Tak hanya sekedar merilis buku, karya-karya idol tersebut pun dinobatkan sebagai buku terlaris di Korea Selatan. Bahkan ada juga yang disebut sebagai buku terlaris di luar negeri asal mereka lho. Siapa saja dan apa saja bukunya? Berikut daftar lengkapnya.

1. Pieces of You – Tablo

Buku
sumber: Amazon.com

Lulusan Creative Writing Stanford University ini menunjukkan kemampuannya dalam merangkai kata. Leader grup bernama Epik High ini merilis buku berjudul Pieces of You pada 2008 lalu. Buku tersebut berisikan 10 cerita pendek yang ia tulis semasa kuliah mulai tahun 1998 hingga 2001.

Buku tersebut pertama kali dirilis dalam Bahasa Inggris yang laris terjual hingga 200 ribu kopi dan kemudian diterjemahkan ke bahasa Korea. Dalam dua minggu pertama, versi Bahasa Koreanya terjual sebanyak 50 ribu kopi dan menduduki posisi puncak buku terlaris di Korea. Tak cuma itu, Tablo juga merilis buku berikutnya berjudul Blonote yang juga laris diburu pembaca.

2. Shouting Out to the World – BigBang

Buku
sumber: Amazon.com

BigBang merupakah salah satu boy band tersukses Korea Selatan yang berasal dari generasi kedua. Di masa puncak ketenarannya, BigBang yang beranggotakan Daesung, G-Dragon, Seungri, Taeyang dan TOP itu merilis sebuah buku yang berjudul Shouting Out to the World.

Buku itu berisikan perjalanan karir mereka sejak awal hingga buku itu dibuat, tepatnya pada 2009 lalu. Sebulan setelah dirilis buku itu terjual hingga 300 ribu kopi dan menjadi buku paling laris yang bertahan hingga enam minggu lamanya.


Baca juga: Dear Army, Ini 8 Buku Rekomendasi RM BTS untuk Kamu


3. Skeleton Flower: Things That Have Been Released and Set Free – Jonghyun Shinee

Buku
sumber: huesoforsenate.com

Mendiang Jonghyun SHINee merilis buku perdananya pada Oktober 2015 lalu. Perilisan buku itu bisa dibilang kejutan. Pasalnya buku tersebut seharusnya mulai dijual berbarengan dengan konser solonya yang bertajuk The AGIT: The Story of Jonghyun, namun karena banyaknya permintaan buku itu dijual lebih cepat dan langsung laris terjual di pasaran.

Buku tersebut berisikan perjalanan Jonghyun, dalam hal menciptakan lagu. Ia menjabarkan tentang proses kreatif dan peran orang-orang di sekitar yang telah membantunya. Di buku itu juga menjadi media Jonghyun Shinee menumpahkan perasaan yang ia rasakan selama menjadi idol dan musisi daberusaha menumpahkan rasa itu menjadi sebuah karya tulis.

4. Hyo Style – Hyoyeon

Buku
sumber: kpopplus.com

Sebagai seorang member girl group Girls Generation, kecantikan Hyoyeon tentunya menjadi magnet tersendiri. Tak hanya wajah cantiknya, tapi gaya berpakaiannya pun kerap menjadi pusat perhatian.

Memahami hal itu, pada 2015 lalu, Hyoyeon menerbitkan buku berjudul Hyo Style yang berisikan personal style, kecantikan dan juga tentang fesyen pilihannya. Masih di buku tersebut, Hyoyeon juga berbagi tentang tips makeup dan juga tentang baju-baju pilihannya.

5. Standing Firm at 24 – Lay EXO

Buku
sumber: kpopmallusa.com

Buku autobiografi ini berisikan momen berharga yang sudah dilalui olehnya. Momen tersebut dimulai sejak masih menjadi trainee hingga ia debut menjadi anggota EXO di Korea Selatan.

Sesuai dengan judulnya Standing Firm at 24, buku yang rilis pada 2015 itu berisikan 24 tahapan penting yang ia alami dan ingin ia bagikan untuk fans-nya.


Sumber foto header: Youtube


The Testaments Karya Margaret Atwood Jadi Best-Seller di Tiga Negara

The Testaments Karya Margaret Atwood Jadi Best-Seller di Tiga Negara

Awal bulan September 2019, Margaret Atwood menerbitkan karya terbarunya, The Testaments. Buku tersebut merupakan sekuel dari The Handmaid’s Tale yang terbit pada 1985 atau sekitar 34 tahun lalu. Baru dua minggu terbit, The Testaments sudah jadi best-seller di beberapa negara yaitu Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada.

Di Inggris, The Testaments sudah terjual 103.177 eksemplar pada hari kelima setelah terbit. Penerbit Vintage yang menerbitkan bukunya menyampaikan bahwa The Testaments menjadi penjualan buku fiksi terbesar tahun ini. Mereka menambahkan, penjualan tersebut lebih dari dua kali lipat dari novel-novel yang sudah diterbitkan pada tahun ini dan hanya dalam waktu lima hari di toko-toko buku

Hanya saja, hitungan itu masih berada di bawah penjualan Go Set a Watchman karya Harper Lee yang kopinya terjual hingga 168.455 eksemplar pada minggu pertama pada 2015. Keduanya masih kalah jauh dengan The Lost Symbol karya Dan Brown tahun 2009 yang tercatat 551.000 eksemplar bukunya terjual pada minggu pertama rilis. Dan itu masih kalah dengan The Cursed Child-nya J.K. Rowling yang terjual 680.000 kopi di tiga hari pertama rilis pada 2016 lalu.

Setidaknya 125.000 kopi The Testaments terjual dalam berbagai format di Amerika Serikat. Sebuah toko buku feminis di Chicago bernama Women & Children First mengadakan pesta rilis buku tengah malam untuk The Testaments dan dihadiri sekitar 40 peserta. Mereka menjual dua lusin kopinya pada 12.01 tengah malam. Dalam daftar The New York Times Best Sellers, The Testaments menempati peringkat kedua di minggu keduanya setelah The Institute karya Stephen King.

The
“The Testaments” karya Margaret Atwood (Sumber Gambar: Amazon.com)

Di negara kelahiran Margaret Atwood Kanada, penjualan The Testaments memecahkan rekor dengan penjualan minggu pertamanya yang melebihi pengarang Kanada mana pun. Data tersebut diperoleh dari hasil pelacakan sejak 2005 yang dilakukan oleh BookNet Canada, sebuah organisasi nonprofit yang mengkaji penjualan buku-buku di Kanada.

The Testaments mengambil waktu satu setengah dekade setelah The Handmaid’s Tale. Tiga perempuan dengan wasiat eksplosif mereka menjadi sorotan utama pada The Testaments: seorang perempuan muda yang tumbuh di dalam Gilead (sebuah negara buatan di semesta The Handmaid’s Tale), seorang murid SMA yang tinggal di Kanada dan ingin menyaksikan Gilead runtuh, dan Bibi Lydia—seorang perempuan kuat yang tahu Gilead dengan sangat baik.

The Handmaid’s Tale sendiri bercerita tentang seorang pelayan perempuan—disebut Handmaid—bernama Offread yang tinggal di Republik Gilead. Negara tersebut memiliki aturan-aturan yang mendiskriminasikan para Handmaid. Mereka tak boleh membaca buku dan tugasnya hanya satu: beranak.

Penasaran dengan takdir Offred? Sembari menunggu informasi penerbit Indonesia yang akan menerbitkan The Testaments, The Handmaid’s Tale yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sudah bisa kamu baca dan “nikmati”.

The
“The Handmaid’s Tale” karya Margaret Atwood versi Bahasa Indonesia

Referensi: The Guardian, The New York Times, CBC


Sumber gambar header: hindustantimes.com

7 Buku Best-Seller September 2019 versi Gramedia.com

7 Buku Best-Seller September 2019

Selamat datang Oktober! Tidak terasa tahun 2019 sudah bersisa tiga bulan lagi. Apa yang sudah kamu capai tahun ini? Lulus kuliah, dapat pekerjaan baru, menikah, punya anak, atau menimbun lebih banyak buku dan berharap dapat mencicil menyelesaikannya. Apa pun itu, yang penting kamu masih diberi kekuatan untuk menjalani hari-harimu.

Sambil merenungi pencapaian yang harus kamu kejar dalam bulan-bulan terakhir tahun ini, kami berikan rekomendasi buku-buku yang termasuk best-seller September 2019 di Gramedia.com.

Dari buku pengembangan diri, komik lokal, hingga fiksi—berikut tujuh buku best-seller September 2019 di Gramedia.com!

7. Amor Fati: Cintai Takdirmu

Amor
Amor Fati: Cintai Takdirmu

Buku pengembangan diri membahas tentang kedewasaan. Kamu yang masih remaja akan tepat untuk membaca buku ini—atau siapa pun yang masih merasa butuh bantuan dalam proses pendewasaan pun bisa membaca buku ini. Amor Fati: Cintai Takdirmu ditulis oleh seorang dosen di kampus Seoul National University, Korea Selatan bernama Rando Kim. Awalnya, ia menulis buku sebagai petunjuk bagi anaknya yang akan memasuki usia 20 tahun yang kemudian diterbitkan dengan judul Time of Your Life. Amor Fati: Cintai Takdirmu adalah sekuelnya.

6. How To Win Friends And Influence People

How
How To Win Friends And Influence People

Judul buku ini terdengar provokatif, tetapi seseorang—terutama pebisnis—membutuhkan keterampilan tersebut. How To Win Friends And Influence People menjabarkan cara-cara membuat orang menyukaimu yang terdiri atas enam butir. Selain itu, buku ini juga berisi 12 cara membuat orang menerima pemikiranmu dan Sembilan cara mengubah orang tanpa membuat mereka kesal. Pengarang Dale Breckenridge Carnegie adalah pengajar dan motivator asal Amerika Serikat dan buku-buku pengembangan dirinya termasuk yang klasik dan perlu untuk dibaca.

5. How Could?

How
How Could?

Novel ini bercerita tentang Valery yang menghilang menjelang pernikahannya bersama sang kekasih Vee. How Could? Adalah salah satu karya fiksi laris karya Asabell Audida yang memulai menulis karyanya melalui platform baca-tulis digital Wattpad. Karya-karya Asabell Audida yang lain juga sudah diterbitkan secara cetak—beberapa di antaranya adalah Southern Eclipse dan How Come?.

4. Dokter di Jalan Kemanusiaan: Biografi Dr. Lie Dharmawan

Dokter
Dokter di Jalan Kemanusiaan: Biografi Dr. Lie Dharmawan

Buku biografi seorang dokter ini menjadi laris pada September 2019. Dokter di Jalan Kemanusiaan menceritakan dr. Lie A. Dharmawan yang andil dalam kesehatan di Indonesia. Ia membuat ide-ide yang gila seperti rumah sakit apung dan dokter terbang sehingga ia kerap dijuluki “dokter gila”. dr. Lie A. Dharmawan pun ikut menggagas doctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli) yang melayani masyarakat miskin hingga pelosok. Penasaran sepak terjang Sang Dokter Gila?

3. Gundala Putra Petir – Remastered Collection 01

Gundala
Gundala Putra Petir – Remastered Collection 01

Rilisnya film Gundala besutan Joko Anwar menarik minat masyarakat Indonesia akan superhero khas Indonesia. Film tersebut terilhami dari komik karya Hasmi yang berjudul Gundala Putra Petir dan terbit pertama kali pada 1969. Bersamaan dengan hadirnya film Gundala, komik karya Hasmi pun dicetak ulang dengan bentuk baru dengan versi remastered yang terbit pada Juli 2019 lalu. Temukan perbedaan Gundala versi Hasmi dan versi Joko di komik ini.

2. Finally, The Netherland

Finally
Finally, The Netherland

Novel karya Fitria Sawardi dan Irham Aladist menceritakan seorang pemuda desa kala menggapai impiannya untuk berkuliah di luar negeri. Kayaknya, judul buku ini sudah memberikan spoiler di mana pemuda itu kuliah—Belanda. Tapi, tentu banyak lika-liku yang dihadapinya dan di situlah kisah menjadi begitu seru dan punya pesan moral. Bacalah Finally, The Netherland dan cari tahu hambatan yang ditemui oleh sang pemuda!

1. KKN di Desa Penari

KKN
KKN di Desa Penari

Berawal dari twit viral, kisah ini menjadi buku dan menjadi buku paling banyak dicari pada September 2019! Usut punya usut, buku KKN di Desa Penari adalah versi lengkap dari utas twit yang viral karya Simpleman itu. Sepertinya rasa penasaran menjadi bahan bakar pembaca di Indonesia untuk membeli buku ini. Kamu sudah baca? Jangan sampai nggak baca ya!

8 Buku Best-Seller November 2019 Gramedia.com

8 Buku Best-Seller November 2019 Gramedia.com

Dari buku pengembangan diri hingga fiksi Korea Selatan, inilah 8 buku terlaris atau best-seller Gramedia.com bulan November 2019.

8. Quarter-Life Crisis

Quarter-Life
Quarter-Life Crisis karya Gerhana Nurhayati Putri

Pernahkah mendengar apa itu quarter-life crisis? Itu adalah krisis diri yang kerap dialami oleh orang-orang yang berusia sekitar 25 tahun. Mereka kerap cemas dan bingung dengan apa yang akan dilakukannya seperti dalam hal karier dan pasangan. Quarter-Life Crisis karya Gerhana Nurhayati Putri mengupasnya secara mendalam.

7. Berani Tidak Disukai

Berani
Berani Tidak Disukai karya Ichiro Kishimi & Fumitake Koga

Khawatir dengan ketidaksukaan orang lain terhadapmu? Jangan khawatir karena hal itu tidak apa-apa. Berani Tidak Disukai karya Ichiro Kishimi & Fumitake Koga mengungkap cara meraih kebahagiaan hakiki dari percakpaan antara seorang filsuf dan seorang pemuda. Buku ini juga mampu menyingkirkan hal-hal yang tidak penting dari pikiran.

6. Let It Snow

Let
Let It Snow karya John Green, Lauren Myracle, dan Maureen Johnson

Sebuah novel remaja terjemahan menjadi salah satu yang terlaris pada November 2019 lalu! Let It Snow sebetulnya berisi tiga cerita yang saling terpaut satu sama lain karya John Green, Lauren Myracle, dan Maureen Johnson. Buku yang juga sudah dihadirkan dalam bentuk film dengan judul yang sama di Netflix ini mengisahkan romansa yang terjadi di kota kecil di tengah-tengah badai salju.

5. Loving the Wounded Soul

Loving
Loving the Wounded Soul karya Regis Machdy

Apa yang kamu ketahui tentang depresi dan isu kesehatan mental secara umum? Loving the Wounded Soul karya Regis Machdy akan mengupas bahasan tersebut secara komprehensif. Tidak hanya sebagai pedoman bagi mereka yang ingin tahu tentang depresi dan penderitanya, materi dalam buku ini juga penting untuk dipahami oleh masyarakat secara luas. Baca juga: Author of the Month Regis Machdy.

4. I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki

I
I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki karya Baek Se Hee

Bagaimana jika seseorang yang ingin bunuh diri tapi mengurungkannya karena ingin makan sebuah hidangan? Adalah Baek Se Hee yang membuat buku dengan judul I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki. Buku terjemahan dari Korea Selatan ini berisi percakapan antara seorang psikiater dan pasiennya tentang hal-hal yang berkenaan dengan menerima dan mencintai diri sendiri.

3. Yang Diacak-Acak Seprai, Yang Berantakan Hati

Yang
Yang Diacak-Acak Seprai, Yang Berantakan Hati karya Faizal Reza

Bagaimana dengan buku tentang cinta? Menurut Faizal Reza, cinta itu bisa datang dari mana saja. Ia menumpahkan cerita-cerita pendeknya dalam Yang Diacak-Acak Seprai, Yang Berantakan Hati. Selain tentang manisnya cinta, buku ini juga menceritakan hal-hal tidak enak yang timbul akibat cinta dari yang miris, berantakan, sampai yang paling menyakitkan sekalipun.

2. Dia adalah Kakakku

Dia
Dia adalah Kakakku karya Tere Liye

Tere Liye kembali dengan karya baru! Judulnya Dia adalah Kakakku. Buku ini bercerita tentang seorang kakak yang mengorbankan apa pun agar adik-adiknya dapat sekolah. Buku ini akan memunculkan tentang kesabaran dan penerimaan, juga solidnya sebuah keluarga yang mengedepankan perjuangan.

1. Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982

Kim
Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982 karya Cho Nam-joo

Inilah buku paling laris November 2019 versi Gramedia.com: Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982 karya Cho Nam-joo. Buku yang juga rilis film yang diperankan oleh Gong Yoo ini bercerita tentang kisah seorang perempuan yang hidup di tengah-tengah glorifikasi patriarki di sekitarnya. Buku ini menjadi best-seller di Korea Selatan dan sempat menuai polemik.

Daftar Buku Best-Seller Desember 2019 versi Gramedia.com

Daftar Buku Best-Seller Desember 2019 versi Gramedia.com

Mengawali tahun 2020, inilah daftar buku best-seller bulan Desember 2019 versi Gramedia.com.

8. Off the Record 2

Off
Off the Record 2 karya Ria SW

Food vlogger Ria SW menerbitkan Off the Record 2 pada November 2019 lalu. Ia kemudian membuat tur buku ke beberapa kota di Indonesia seperti di Malang dan Makassar. Melalui buku keduanya ini, Ria SW ingin mengajak pembacanya memahami bahwa dunia tidak sepenuhnya gelap seperti yang kerap dirasakan.

7. Imperfect

Imperfect
Imperfect karya Meira Anastasia

Film Imperfect yang disutradarai Ernest Prakasa sudah lebih dari dua minggu tayang di layar bioskop tanah air. Penontonnya sudah mencapai dua juta penonton. Film tersebut disarikan dari buku Imperfect karya Meira Anastasia yang bercerita tentang usahanya mematahkan stigma cantik dan perempuan. Karena ada filmnya, bukunya pun dibuat versi sampul film.


Baca juga:


6. Anak Semua Bangsa

Anak
Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer

Buku karya Pramoedya Ananta Toer kembali masuk jajaran best-seller Gramedia.com. Anak Semua Bangsa adalah buku kedua dari Tetralogi Buru setelah Bumi Manusia. Buku ini adalah periode observasi atas kehidupan arus bawah pribumi yang tidak berdaya melawan kekuatan raksasa Eropa. Wih, bagaimana keseruannya ya?

5. Tapak Jejak

Tapak
Tapak Jejak karya Fiersa Besari

Buku karya Fiersa Besari yang terbit pada pertengahan tahun 2019 ini masih menjadi salah satu yang terlaris. Tapak Jejak adalah cerita lanjutan setelah Arah Langkah. Tentang perjalanan mengunjungi daerah-daerah di wilayah timur Indonesia, menelusuri keindahan alam, budaya, dan tradisi, sekaligus menembus kegelisahan akan makna keluarga dan rumah.

4. Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa

Jika
Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa karya Alvi Syahrin

Setelah sukses dengan buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta yang terbit pada 2018, Alvi Syahrin menerbitkan buku pendamping lain berjudul Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa yang terbit pada akhir tahun 2019 lalu. Buku ini berisi cerita-cerita inspirasi yang bisa menggugah para pembaca yang merasa tidak melakukan apa pun dalam hidupnya. Baca juga kumpulan kutipan bukunya di sini.

3. More of You

More
More of You karya Acha Sinaga & Andy Ambarita

Pasangan Acha Sinaga dan Andy Ambarita membukukan kisah cinta mereka dalam More of You. Dalam buku itu, Acha dan Andy menceritakan pertemuan pertama mereka yang terjadi saat mereka sedang beribadah. Ini adalah buku tentang belajar untuk sama-sama saling mendukung untuk menguatkan dan saling mau berubah untuk jadi pribadi yang lebih baik.

2. Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982

Kim
Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982 karya Cho Nam-joo

Masuk dua besar terlaris, ada novel terjemahan asal Korea Selatan berjudul Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982. Novel karya Cho Nam-joo itu menceritakan kisah seorang perempuan yang terimpit budaya patriarki yang kental. Perempuan bernama Kim Ji-yeong itu dianggap harus mengatasi permasalahannya sendiri.

1. Perikardia

Perikardia
Perikardia karya dr. Gia Pratama

Dan … buku paling laris Desember 2019 versi Gramedia.com adalah Perikardia karya dr. Gia Pratama. Buku ini bercerita tentang pengalaman penulis sebagai dokter muda. Perikardia sendiri diambil dari istilah kedokteran yaitu pericardium yang berarti jaringan yang membungkus atau mengelilingi jantung. Kamu sudah baca?


Baca juga: