Fakta di Balik Buku Poempm karya Aktris Cantik Putri Marino

Fakta di Balik Buku Poempm karya Aktris Cantik Putri Marino

Putri Marino baru saja merilis buku perdananya berjudul Poempm pada Selasa, 3 Desember 2019.

Buku dari penerbit Bentang Pustaka ini berisi kata-kata puitis menyentuh hati. Tak hanya itu, buku ini juga semakin memikat lewat ilustrasi karya Fransisca Ayu Hapsari.

Apakah kamu salah satu yang menjadi pembaca setia kata-kata puitisnya? Atau, kamu baru saja mengetahui adanya buku ini?

Berikut Gramedia.com rangkum berbagai fakta menarik di balik buku Poempm karya Putri Marino.

1. Berawal dari Akun Instagram Pribadi Putri Marino

Aktris cantik kelahiran 4 Agustus 1993 ini cukup aktif dalam menggunakan media sosial Instagram. Putri Marino sering membagikan momen-momen dalam kehidupannya baik kehidupan pribadi maupun kehidupan kerjanya.

Di akun Instagram pribadinya ini pula Putri Marino pertama kali membagikan kata-kata puitis yang dirangkainya. Kata-kata ini yang juga dijadikan caption dari postingan Instagram disertai hashtag #PoemPM.

2. Didukung dengan Hobi Fotografi

Selain rangkaian kata-kata puitis, Putri Marino juga sering membagikan foto-foto indah lewat akun Instagram-nya. Dalam suatu wawancara, ia mengaku bahwa memiliki hobi fotografi karena Adipati Dolken, lawan mainnya dalam film Posesif.

Adipati Dolken memang cukup sering membawa kamera ke lokasi syuting. Putri Marino yang awalnya tidak mengenal hobi ini pun menjadi menekuni dan belajar banyak darinya. Foto-foto hasil jepretan Putri Marino ini kemudian yang semakin memperindah kata-kata puitisnya.

3. Terinspirasi dari Momen Bersama Orang Terdekat

Inspirasi kata-kata puitis Putri Marino banyak diambil dari ceritanya dengan orang-orang terdekat seperti anak, suami dan keluarganya.

Berbagai perannya seperti menjadi seorang anak, istri dan ibu juga sering dituangkannya dalam tulisan di caption Instagram. Ungkapan perasaannya ini yang kemudian membuat rangkaian kata-kata puitisnya terasa dekat dan penuh emosi.

4. Diwarnai dengan Foto dari Hobi Travelling

Tak hanya dari kehidupan sehari-hari, Putri Marino juga kerap mengambil inspirasi ketika ia travelling ke tempat baru. Aktris cantik ini memang memiliki hobi travelling.

Ia mengawali karir sebagai presenter acara travelling di salah satu televisi swasta. Berbagai foto hasil travelling juga sering menghias Instagram-nya dan melengkapi kata-kata puitisnya.

5. Akun Poempm yang Diikuti Banyak Followers

Kata-kata puitis Putri Marino ini kemudian dikumpulkan dan diunggah ulang dalam postingan Instagram khusus yang bernama Poempm. Akun ini diikuti oleh lebih dari 52 ribu followers Instagram.

Tak hanya lewat postingan Instagram, akun khusus ini juga sering berinteraksi dengan followers lewat fitur stories di Instagram. Akun ini akan membagikan kata-kata puitis Putri Marino yang memiliki kedekatan dengan situasi followers yang memberikan cerita kehidupannya.


Kini, kamu tak hanya bisa menikmati kata-kata puitis nan romantis yang dibuat Putri Marino di Instagram. Kata-kata puitis ini dirangkai secara lebih lengkap dalam buku Poempm yang mampu menjadi inspirasi untuk menemani hari-harimu.

Yuk, segera dapatkan buku Poempm karya Putri Marino hanya di Gramedia.com!


Sumber foto header: Tribunnews.com

Aktor dan Aktris Pemeran Film KKN di Desa Penari

Resmi Dibuat Film, Berikut Aktor dan Aktris Pemeran KKN di Desa Penari

Cerita paling viral di tahun 2019 yang berasal dari akun twitter @SimpleM81378523 tak hanya dibuat menjadi buku tetapi juga film!

Betul, cerita itu adalah KKN di Desa Penari. Adapun film ini akan dibuat oleh rumah produksi MD Pictures dan Pichouse Films serta Manoj Punjabi yang menjadi produsernya.

Saat ini, film KKN di Desa Penari berada dalam tahap produksi. Rencananya, film ini akan ditayangkan di tahun 2020. Lewat akun instagram @kknmovie, terdapat berbagai update terbaru seputar filmnya termasuk aktor dan aktris yang akan memerankan tokoh dalam film ini.

Penasaran siapa saja aktor dan aktris tersebut dan bagaimana profilnya? Simak sampai akhir, yuk!

1. Tissa Biani Sebagai Nur

Tissa Biani adalah artis kelahiran 24 Juli 2002. Gadis berdarah jawa ini pertama kali tampil di layar lebar melalui peran Salina dalam film Tanah Surga Katanya.

Karirnya yang cemerlang mulai terlihat dalam film 3 Nafas Likas di tahun 2014. Lewat film ini, ia berhasil meraih berbagai penghargaan salah satunya Penghargaan Khusus Piala Citra untuk Anak-Anak.

2. Aghniny Haque Sebagai Ayu

Aghniny Haque, lahir pada 8 Maret 1997, merupakan atlet taekwondo yang kemudian beralih profesi menjadi aktris.

Di tahun 2019, ia telah membintangi film Taufiq: Lelaki yang Menantang Badai, Wedding Agreement, dan Habibie – Ainun 3. Di tahun 2020, Aghniny kabarnya akan memerankan tokoh Ayu dalam film KKN di Desa Penari.

3. Adinda Thomas Sebagai Widya

Adinda Thomas yang lahir pada 8 Agustus 1993 merupakan aktris yang cukup sering menghiasi layar televisi dan layar lebar. Ia telah beradu akting dalam film-film seperti Magic Hour, Raksasa dari Jogja, dan 99 Nama Cinta.

Perempuan yang sebelumnya ini memerankan tokoh Mlenuk, seorang anak muda milenial yang kreatif dan tak bisa lepas dari gadget ini, akan menjadi tokoh Widya dalam film KKN di Desa Penari. Apakah Adinda masih cocok memerankan tokoh anak kuliahan?


Baca juga: 5 Film Horor Ini Mirip KKN di Desa Penari


4. Megantara Sebagai Bima

Achmad Megantara terkenal sebagai aktor dan sekaligus model. Laki-laki kelahiran 27 Desember 1996 ini melejit lewat perannya sebagai Boy dalam Catatan Si Boy The Series.

Tak hanya di layar kaca, ia juga pernah berperan dalam beberapa film seperti Taufiq: Lelaki yang Menantang Badai, Kembalinya Anak Iblis, dan Rasuk 2. Siap-siap deg-degan ya dengan peran barunya sebagai Bima di film KKN di Desa Penari!

5. Calvin Jeremy Sebagai Anton

Mungkin ada di antara kamu yang mengenal Calvin Jeremy sebagai seorang penyanyi. Sosok yang lahir di Jakarta 6 Mei 1991 ini juga mulai berkarir dalam dunia film.

Film KKN di Desa Penari merupakan film ketiganya setelah film Hasduk Berpola dan film Terlalu Tampan. Di film ini, Calvin Jeremy akan berperan sebagai tokoh Anton.

6. Fajar Nugra Sebagai Wahyu

Fajar Nugra mengawali karir di dunia hiburan sebagai seorang stand up comedian. Selanjutnya, ia beradu akting di layar kaca lewat sitkom The East. Fajar berperan sebagai Tomo, seorang pria asal Jawa Tengah yang baru mulai bekerja di Jakarta.

Di film KKN di Desa Penari, ia berperan sebagai tokoh Wahyu. Apakah ia juga akan bertingkah kocak dalam film ini?


Jika kamu perhatikan, aktor dan aktris yang akan memerankan film KKN di Desa Penari rata-rata masih berusia muda.

Dilansir dari Tabloid Bintang, Manoj Punjabi memang ingin memilih pemain yang masih fresh tetapi juga memiliki pengalaman serta watak dan karakter yang cocok. Jadi, aktor dan aktris mana yang sangat kamu tunggu penampilannya dalam film ini?

Film KKN di Desa Penari akan tayang pada 19 Maret 2020. Sudah baca bukunya? Dapatkan di Gramedia.com.


Baca juga: Berawal dari Twit Viral, KKN di Desa Penari Jadi Buku

Novel Heartbreak Motel, Melihat Sisi Gelap Seorang Aktris

Novel Heartbreak Motel, Melihat Sisi Gelap Seorang Aktris

Ika Natassa kembali hadir setelah sukses dengan bukunya yang berjudul Sementara, Selamanya di tahun 2020. Kini, ia meluncurkan buku terbarunya yang berjudul Heartbreak Motel yang menarik perhatian para pecinta buku di awal perilisan bukunya.

Antusias para pecinta karya-karya Ika Natassa memang patut diacungi jempol. Buktinya, 2000 buku telah terjual hanya dalam 59 menit sejak dimulainya pre-order di bulan Februari 2022 lalu. Bukan hanya itu saja, perilisan buku ini juga ditunggu-tunggu oleh para pecinta buku di Twitter. Bahkan, buku ini menjadi novel pertama yang dibuatkan emoji spesial oleh Twitter, lho. Keren banget, ya!

Bentuk Emoji Heartbreak Motel di Twitter

Novel Heartbreak Motel, Melihat Sisi Lain dari Seorang Aktris

Nah, sekarang kita ulas buku terbarunya yang berjudul Heartbreak Motel ini, yuk! Buku ini menceritakan tentang seorang aktris papan atas bernama Ava Alessandra. Ia sukses membintangi banyak film dengan karakter yang berbeda-beda.

Namun, ketenarannya tidak cukup membuatnya merasa bahagia dan puas. Ada luka dan rasa sakit yang ia simpan di balik topengnya. Diam-diam, ia selalu mampir ke sebuah hotel setelah melakukan syuting film. Hotel itu ia sebut dengan ‘Heartbreak Motel’, di mana ia akan menyendiri dan berusaha untuk melepaskan karakter film yang baru saja dimainkan saat ia syuting.

“Bahagia dan tenang tidak datang sepaket, mereka harus dicari sendiri-sendiri.”

Bukan hanya soal peran yang ia mainkan, namun ia juga selalu dihantui oleh masa lalunya. Ayahnya pergi meninggalkan dirinya dan sang ibu. Kejadian itu terjadi saat ia masih kecil dan memberikannya luka di hati sampai ia dewasa. Ibunya sampai harus membesarkannya seorang diri. Tak hanya itu, Ava juga mengalami lika-liku di kehidupan percintaannya. Pria-pria yang masuk ke dalam hidupnya memiliki ceritanya masing-masing.

BukuBaca Sekarang di sini!

Buku ini tidak hanya akan membawamu untuk lebih menerima dirimu sendiri, namun juga mengajarkanmu untuk bangkit dari keterpurukan di masa lalu. Trauma yang dialami Ava benar-benar membuatnya merasa cemas dan takut. Namun, orang-orang di sekeliling  Ava selalu ada untuknya. Sahabat dan kekasihnya ada untuk menutup kerapuhan dalam dirinya.

Rasa senang, kecewa, sedih, marah, dan berbunga-bunga karena jatuh cinta bisa kita dapatkan di buku ini. Ava yang kebingungan akan keadaan, pada akhirnya akan memproses cara untuk menerima dirinya sendiri dan berdamai dengan masa lalu.

Karya-Karya dari Ika Natassa

Tulisan Ika Natassa memang tidak perlu diragukan lagi. Wanita kelahiran 25 Desember 1977 ini memulai kariernya sebagai penulis novel dengan merilis A Very Yuppy Wedding pada tahun 2007. Novel tersebut sukses menjadi “Editor’s Choice of Cosmopolitan Indonesia” di tahun 2008. Masih di tahun yang sama, ia berhasil masuk nominasi di kategori Penulis Muda Berbakat dalam Khatulistiwa Literary Award.

Karya-karya Ika Natassa lainnya adalah Divortiare (2008), Underground (2010), Antologi Rasa (2011), Twivortiare (2012), Twivortiare 2 (2014), Critical Eleven (2015), The Architecture of Love (2016), Susah Sinyal (2017), Sementara, Selamanya (2020), dan Heartbreak Motel (2022). Beberapa karyanya telah diadaptasi menjadi sebuah film dengan judul yang sama, seperti buku Antologi Rasa, Twivortiare, dan Critical Eleven.


Baca juga: Novel Laris Ika Natassa yang Diangkat Menjadi Film


Kecintaannya pada dunia literasi mendorongnya untuk membangun perusahaan startup bernama LitBox yang menggunakan konsep kotak misteri. Uniknya, kotak misteri yang diterima para pembaca adalah buku-buku yang telah dipilihkan oleh pihak LitBox. Jadi, kotak misteri ini akan menjadi surprise untuk para pembacanya.

AuthorKlik untuk Temukan Karya Ika Natassa Lainnya!

Nah, sekarang kamu bisa ikutan ‘menginap’ bersama Ava dengan langsung checkout buku Heartbreak Motel ini di Gramedia.com. Jangan sampai ketinggalan hype-nya buku ini!

Ssstt, jangan lupa juga untuk kepoin promo-promo menarik di Gramedia.com dengan klik gambar di bawah ini. Ada banyak diskon dan penawaran spesial lainnya, yang bisa bantu kamu untuk borong semua buku Ika Natassa jadi lebih hemat!

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!


Sumber foto header: twitter.com/ikanatassa

Penulis: Almanda Jazroh Hardiyanti