Komik Gundala Movie Adaptation Beberkan Cerita yang Tak Ada di Filmnya

Komik Gundala Movie Adaptation Beberkan Cerita yang Tak Ada di Filmnya

Film Gundala yang disutradarai Joko Anwar telah meraup lebih dari 705 ribu penonton selama empat hari pertama penayangannya di bioskop. Kisah tentang Sancaka (diperankan Abimana Aryasatya) yang bangkit membela keadilan dan kemanusiaan dengan kekuatan supernya ini merupakan adaptasi dari komik terkenal karya Harya Suraminata (Hasmi) yang terbit perdana pada 1969.

Melengkapi film Gundala tersebut, Bumilangit berkolaborasi dengan Koloni menerbitkan komik Gundala: The Official Movie Adaptation. Namun, berbeda dengan komik adaptasi film kebanyakan, komik Gundala ini malah menyajikan banyak cerita baru yang tidak dibeberkan di filmnya. Porsinya pun mencapai lebih dari 50 persen dari keseluruhan cerita dalam komik.

“Setelah syuting film Gundala selesai, konsep komik ini baru dipikirkan. Joko Anwar dengan Mas Oyas (Oyasujiwo, penulis komik ini) rapat menentukan topik cerita komik ini. Mereka mau lebih sederhana dari filmnya. Nah, yang spesial ternyata ada penggalian cerita yang lebih dalam lagi,” ujar Ardian Syaf, pencil artist komik Gundala: The Official Movie Adaptation ini, di kantor Bumilangit, Jakarta, pada Jumat (30/08/2019).

Film
Komik Gundala versi movie adaptation ini akan terbit pada 4 September 2019.

Film Gundala, yang skenarionya juga ditulis oleh Joko Anwar, sendiri berkisah tentang Sancaka yang sejak kecil harus bertahan hidup di jalanan tanpa orang tuanya. Ia lalu tumbuh menjadi pemuda yang memikirkan keselamatan dirinya saja. Namun, keadaan kota memburuk dan ketidakadilan menindas masyarakat. Berbekal kekuatan supernya, Sancaka pun berdiri menjadi patriot.

Lantaran sebagian cerita komik tersebut mengungkap banyak hal baru, Doni Cahyono pun jadi tambah memahami keutuhan cerita film Gundala. Doni merupakan colorist komik Gundala: The Official Movie Adaptation. Tugasnya adalah mewarnai gambar komik yang sudah dibuat oleh Ardian Syaf.

“Setelah gala premiere, aku sebenarnya enggak paham ceritanya. Setelah ngobrol sama Mas Aan (Ardian Syaf), lalu baca komiknya lagi, baru aku paham lebih utuh ceritanya, ‘Oh begini’,” ungkap Doni, komikus Bumilangit yang berdomisili di Surabaya, Jawa Timur ini.

Sementara itu, Ardian Syaf sudah lebih dulu tahu tentang cerita film Gundala. Sebab, sebagai bekal awal untuk membuat gambar komiknya, ia menonton film Gundala versi setengah jadi (belum ada musik, efek suara, dan efek visual).

Film
Ardian Syaf dan Doni Cahyono di kantor Bumilangit. (Foto: M. Fachrio Alhadar)

“Saat menonton itu, yang saya ingat adegannya saja. Cerita filmnya kurang saya perhatikan. Karena kan ada naskah cerita untuk komiknya yang dibuat Mas Oyas. Saya tinggal ikuti naskah itu. Saat menggambar, saya mengandalkan ingatan tentang adegan-adegan dalam filmnya. Kalau desain karakter itu sudah disediakan,” jelas Ardian, yang juga pernah menjadi komikus di DC Comics dan Marvel Comics ini.

Setelah gambar komik dari Ardian jadi, Doni lantas lanjut mewarnainya. Namun, karena tidak menonton film Gundala versi setengah jadi lebih dulu, ia memberikan warna pada gambar komik dengan berpatokan pada ‘colour mood‘.

“Ya sudah, meraba-raba pakai feeling. Makanya ada beberapa scene enggak sama. Misal, ada kejadian siang, saya buat malam. Untungnya di beberapa adegan itu main mood warna. Jadi kalau adegan A, mood warnanya ini, kalau adegan B, mood-nya kayak begini,” ungkap Doni.

Ardian Syaf dan Doni Cahyono mengerjakan komik Gundala: The Official Movie Adaptation selama empat bulan sejak awal tahun ini. Keduanya memang komikus di Bumilangit. Sebelumnya, Ardian mengerjakan komik Mandala Golok Setan, sementara Doni membuat Si Buta dari Goa Hantu. Dalam komik Gundala inilah mereka untuk pertama kalinya bekerja bareng. Mereka pun mengaku mengagumi komik Gundala karya Hasmi sejak kecil.

Komik Gundala: The Official Movie Adaptation akan terbit pada 4 September 2019 di seluruh Gramedia dan juga Gramedia.com. Jangan sampai ketinggalan, ya!


Sumber gambar header: Screenplay Bumilangit Produksi

Dibintangi Oka Antara, Film Tak Ada yang Gila di Kota Ini Kompetisi di Busan

Dibintangi Oka Antara, Film Tak Ada yang Gila di Kota Ini Kompetisi di Busan

Cerpen Tak Ada yang Gila di Kota Ini karangan Eka Kurniawan akan makin terpapar ke masyarakat setelah film pendek adaptasinya berhasil menembus Busan International Film Festival (BIFF) ke-24. Film arahan sutradara Wregas Bhanuteja ini bakal berkompetisi dan world premiere dalam program Wide Angle: Asian Short Film Competition pada salah satu festival film terbesar di Asia tersebut yang berlangsung pada 3-12 Oktober 2019.

Dengan diperkuat jajaran aktor ternama, seperti Oka Antara (Mencari Hilal, Aruna dan Lidahnya) sebagai pemeran utama, film pendek produksi Rekata Studio ini juga telah membuat penasaran orang-orang, baik yang belum maupun sudah membaca cerpennya. “WOW EKA KURNIAWAN + OKA ANTARA,” tulis akun @megaticita. Sementara pengguna Twitter lainnya, @OMIIKK, mencuit, “Wregas bhanuteja dan oka antara. Aku harus menonton perpaduan ini.”

Aktor
Oka Antara berperan sebagai Marwan dalam film pendek “Tak Ada yang Gila di Kota Ini”. (Foto: Rekata Studio)

Wregas sendiri bukan sineas baru dalam perfilman Indonesia. Film-film pendek karya lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini telah berkompetisi di sejumlah festival film bergengsi dunia dan menggondol penghargaan penting. Sebut saja Prenjak yang menang sebagai film pendek terbaik dari 55th Semaine de la Critique, Cannes Film Festival 2016. Atau, Lembusura yang masuk kompetisi Berlin International Film Festival (Berlinale) 2015.

Dalam film Tak Ada yang Gila di Kota Ini, Wregas memilih Oka Antara untuk memerankan karakter utama, Marwan. Seperti cerpennya, Marwan bersama dua rekannya ditugaskan oleh sang bos hotel untuk mengangkuti Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang masih berkeliaran di jalan dan dibuang ke hutan. Sang bos tidak ingin mereka mengganggu turis dan merusak wajah kota. Akan tetapi, Marwan ternyata punya agenda rahasia.

“Pertama kali saya melihat performa Oka Antara adalah perannya sebagai Rasus dalam film Sang Penari karya Ifa Isfansyah. Di Jawa, ada istilah mendhem (artinya memendam). Itulah yang saya lihat dari wajah dan sorot mata Oka dalam film tersebut. Nuansa mendhem ini saya butuhkan untuk memenuhi karakter Marwan yang memendam dan menyembunyikan kompleksitasnya di belakang kepalanya saja,” jelas Wregas, dalam keterangan tertulis yang diterima Gramedia Blog.

Menurut sutradara berusia 26 tahun ini, Marwan tidak menunjukkan kompleksitas pikiran dan perasaannya di depan orang lain karena adanya berbagai kepentingan. “Untuk itulah saya memilih Oka, dan nuansa memendam tersebut saya jadikan dorongan utama untuk kami berdua mengeksplorasi laku,” lanjut Wregas.

Buku
Buku kumpulan cerpen Cinta Tak Ada Mati terbit pada 2018.

Oka pun merasa klop dengan kisah film Tak Ada yang Gila di Kota Ini dan visi yang diusung Wregas. Ia menilai skenario film yang berdurasi 20 menit ini memiliki keunikan dan jarang ditemuinya dalam film panjang. Bagi aktor berusia 38 tahun ini, cerita Tak Ada yang Gila di Kota Ini hanya bisa diwujudkan melalui film pendek.

“Dan ketika tahu director-nya Wregas, karena saya pernah menonton film Prenjak, jadi saya merasa delivery-nya pasti akan sesuai. Sebab, karya yang dipilih oleh sutradara juga harus sesuai dan melengkapi film-film dia lainnya. Saya tahu Wregas pasti punya metafora-metafora yang bisa disampaikan ke penonton,” ungkap Oka.

Warna akting dalam film ini makin kuat karena adanya akting Pritt Timothy sebagai bos hotel. Selain mencuri perhatian berkat aktingnya sebagai Pak Agung dalam film laris Gundala, aktor teater ini sebelumnya juga memperkuat film Sang Kiai dan Moonrise Over Egypt. Film pendek Tak Ada yang Gila di Kota Ini juga dibintangi oleh Sekar Sari (Siti, Doremi & You) dan Kedung Darma Romansha (Nyai, Perburuan).

Karakter-karakter yang dilakoni Oka dan Pritt memainkan peranan penting dalam plot film Tak Ada yang Gila di Kota Ini. Keduanya merepresentasikan orang yang mempunyai kuasa dan orang yang tidak memiliki kuasa akan dirinya. Perkara kuasa ini memang menjadi alasan Wregas dalam memilih cerpen Tak Ada yang Gila di Kota Ini untuk difilmkan.

Aktor
Pritt Timothy berperan sebagai bos hotel. (Foto: Rekata Studio)

“Saat membacanya, saya merasakan emosi kemarahan yang sama terhadap suatu hal, yakni kuasa. Di mana orang yang memiliki power yang lebih, akan menindas orang yang lebih lemah untuk memuaskan hasrat (pleasure) pribadinya. Yang di bawahnya, akan menindas yang di bawahnya lagi, dan yang paling tidak berdaya adalah orang yang sama sekali tidak memiliki kuasa, bahkan kuasa akan dirinya,” kata Wregas, juga menulis skenario film pendek ini bersama Henricus Pria.

Adapun bagi Adi Ekatama, produser dari Rekata Studio, berharap film pendek Tak Ada yang Gila di Kota Ini bakal memicu produksi film Indonesia maupun film internasional yang mengadaptasi cerpen atau novel karya penulis Indonesia dari genre yang beragam.

Cerpen Tak Ada yang Gila di Kota Ini sendiri telah diiterbitkan dalam buku Cinta Tak Ada Mati karangan Eka Kurniawan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 2018. Sebelumnya, Eka sudah melahirkan novel-novel ternama yang telah diterjemahkan ke puluhan bahasa, seperti Cantik itu Luka, Lelaki Harimau, dan Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.

Dalam BIFF ke-24 ini, film Tak Ada yang Gila di Kota Ini akan bersaing dengan sembilan film pendek dari berbagai negara Asia lainnya dalam Wide Angle: Asian Short Film Competition. Pada tahun ini, BIFF akan memutar sekitar 303 film dari 85 negara di 37 layar bioskop di Kota Busan, Korea Selatan.


Sumber foto header: Rekata Studio

Film Tak Ada yang Gila di Kota Ini Buat Penasaran Penonton

Tayang di Busan, Film Tak Ada yang Gila di Kota Ini Buat Penasaran Penonton

Masa liburan telah tiba. Tiga orang pria menjalankan kembali rutinitas tahunannya: mengangkuti semua Orang dengan Gangguan Jiwa yang masih berkeliaran di jalan-jalan kota, kemudian membuangnya ke hutan. Orang-orang itu harus disingkirkan agar para turis di kota tidak merasa terganggu. Namun, Marwan (diperankan Oka Antara), salah seorang dari tiga pria itu, punya rencana rahasia.

Kisah film pendek Tak Ada yang Gila di Kota Ini karya sutradara Wregas Bhanuteja membuat penasaran penonton saat diputar pertama kali (world premiere) di Busan International Film Festival (BIFF) ke-24, Korea Selatan, pada Senin malam, 7 Oktober 2019. Ketika sesi tanya-jawab, seorang penonton asal Korea Selatan ada yang menanyakan lebih dalam perihal visi Wregas terhadap cerita film pendek ini.

Film
Sekar Sari (kiri), Wregas Bhanuteja (tengah), dan Oka Antara (kanan) pada acara pemutaran perdana atau world premiere film Tak Ada yang Gila di Kota Ini di BIFF. (Foto: BIFF)

“Sebenarnya film ini adalah sebuah respon dari cerita pendek karya penulis ternama Indonesia, Eka Kurniawan. Dia menulis cerita berdasarkan fenomena yang terjadi di Jawa Timur di mana sejumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang masih berkeliaran di jalan raya ditangkapi, lalu dibuang di hutan,” jelas Wregas selepas pemutaran Tak Ada yang Gila di Kota Ini di Lotte Cinema Centum City.

Film pendek produksi Rekata Studio ini sendiri memang merupakan adaptasi resmi dari cerpen karya Eka Kurniawan (Cantik Itu Luka, Lelaki Harimau, O, dan Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas). Cerpen ini sudah diterbitkan Gramedia Pustaka Utama dalam buku Cinta Tak Ada Mati pada 2018.

Melalui film Tak Ada yang Gila di Kota Ini, Wregas berupaya memperlihatkan proses hasrat manusia bekerja dan mendorong terjadinya kontrol serta perolehan kekuasaan yang lebih besar lagi. Semua ini berdampak pada kehidupan kelompok orang-orang marjinal. “Orang-orang Dengan Gangguan Jiwa dalam film ini merupakan metafora dari kelompok orang-orang marjinal tersebut,” lanjut Wregas.

Film
Acara pembukaan Busan International Film Festival ke-24 pada 3 Oktober 2019 di Busan Cinema Center. (Foto: BIFF)

Dalam world premiere di BIFF ke-24 tersebut, lebih dari 150 penonton memadati studio Lotte Cinema Centum City. Bukan cuma Wregas, dua aktor Tak Ada yang Gila di Kota Ini, yakni Oka Antara dan Sekar Sari, serta produser Adi Ekatama dan penulis skenario Henricus Pria juga hadir dalam sesi pemutaran itu.

Sesi tersebut juga memutar empat film lain yang sama-sama masuk dalam program Wide Angle: Asian Short Film Competition, yaitu Reprise (Taiwan/Singapura), Dragon’s Tail (Iran), In This Land We’re Briefly Ghosts (Taiwan/Myanmar), dan Sweet, Salty (Vietnam). Sedangkan lima film pendek dari program Wide Angle lainnya diputar di bioskop Megabox Haeundae. Lima film tersebut, yaitu Birdland (Jepang), Shooting Ms Rena’s Film! (Azerbaijan), Maulen (Kazakhstan), Basurero (Filipina), dan Kalam (Nepal).

Setelah world premiere, para penonton juga kembali memadati dua pemutaran berikutnya film Tak Ada yang Gila di Kota Ini di BIFF, yakni pada Selasa (8 Oktober 2019) di CGV Centum City, Busan, dan Kamis (10 Oktober 2019) di Megabox Haeundae, Busan.

Film
Sutradara Wregas Bhanuteja (tengah) dan produser Adi Ekatama (kanan) saat red carpet Busan International Film Festival ke-24. (Foto: BIFF)

Selama penyelenggaraannya pada 3-12 Oktober 2019, tercatat total ada 189.116 pengunjung yang menghadiri BIFF ke-24. Jumlah film yang diputar sebanyak 299 judul dari 85 negara di 37 layar bioskop di Kota Busan, Korea Selatan. BIFF kali ini juga melangsungkan 118 pemutaran perdana (world premiere).

Pada hari terakhir festival sekaligus acara penutupan pada Sabtu malam, 12 Oktober 2019 di Busan Cinema Center, BIFF pun mengumumkan para pemenang program kompetisinya. Pada program Wide Angle: Asian Short Film Competition, film Dragon’s Tail karya Saeed Keshavarz dari Iran dinobarkan jadi pemenang dan membawa pulang Sonje Award.


Gambar foto header: Rekata Studio

Cerita Sunnydahye yang Belum Pernah Terungkap Ada di Sunny Everywhere

Cerita Sunny Dahye yang Belum Pernah Terungkap Ada di Sunny Everywhere

Ia dikenal dengan nama Sunny Dahye, sebagaimana nama di channel YouTube-nya. Yup, dia memang YouTuber yang juga dikenal sebagai salah satu beauty influencer yang berasal dari Korea Selatan.

Hingga saat ini, Sunny bisa terbilang menjadi salah satu YouTuber yang sudah banyak dikenal. Saat tulisan ini dimuat, ia telah memiliki 1,43 juta subscriber. Konten videonya pun bermacam-macam, mulai dari membahas skincare, makeup, hingga jalan-jalan ke banyak kota baik di Korea Selatan, Jepang, sampai Amerika.

Kalau bicara video, pastinya banyak konten yang bisa disaksikan dari channel milik Sunny. Tapi kalau membaca tulisan Sunny? Rasanya akan jadi sesuatu yang berbeda jika dapat menikmati karya Sunny dalam bentuk lain. Nah, kabar baiknya, Sunny baru saja menyelesaikan buku perdananya yang ditulis oleh dirinya sendiri dan akan diterbitkan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU).

Sunny telah mengumumkan perilisan buku tersebut lewat akun instagramnya. Ia sedikit membahas bahwa menulis buku sendiri sudah menjadi mimpinya sejak sepuluh tahun lalu. Dan kini mimpi itu terwujud dalam buku berjudul Sunny Everwhere.

“Setelah sekian lama ngerjain buku ini bareng sama team @bukugpu @ruthpriscilia @liffi_wongso akhirnya akan terbit sebentar lagi, guys! Masih ngerasa aneh, seperti mimpi, karena dari kecil aku sudah jadi costumer setia toko buku favorit aku. Beli komik Doraemon, Kobochan, dan Miiko, dan mimpi kapan ya bisa nulis buku sendiri dan buku nya dipajang di rak new release? 10 years later ngga nyangka benar2 bisa terjadi. Terima kasih selalu untuk Sunshine yang sudah menunggu buku ini keluar dan terima kasih banyak atas support dan cinta kalian semua. Aku ngga bakalan bisa dapat kesempatan seperti ini tanpa kalian semua. Dan terima kasih @bukugpu sudah notice saya hiks dan terimakasih @liffi_wongso @ruthpriscilia yang sudah side by side berjuang bersama aku untuk membuat buku ini lebih hidup,” tulis Sunny di salah satu unggahannya, 21 November lalu.

Kira-kira apa ya isi buku perdana Sunny Dahye? Gramedia.com sedikit bertanya kepada Ruth Priscilia Angelina, editor GPU, mengenai buku Sunny Everywhere. Menurut Ruth, buku ini berisikan banyak hal yang sebelumnya tidak pernah dibicarakan Sunny di depan kamera.

“Buku ini seperti jurnalnya Sunny, dia cerita bagaimana kehidupan dia dulu,” ungkap Ruth. Jadi bisa dibilang, buku ini adalah cara Sunny mengungkapkan dirinya dari awal yang belum menjadi siapa-siapa hingga menjadi Sunny Dahye yang dikenal orang hari ini.

Dan istimewanya lagi, sambil menyelami perjalanan Sunny, di dalam buku tersebut juga dilengkapi ilustrasi karya Liffi Wongso. Menurut Ruth, ilustrasi tersebut akan menginterpretasikan ulang perasaan Sunny, sesuai dengan cerita yang sebenarnya.

Penasaran dengan buku ini? Satu lagi cerita yang akan bikin kamu penasaran dan membuat buku ini benar-benar spesial. Karena waktu pengerjaannya pun spesial. Bocoran dari sang editor, Sunny baru bisa menulis buku ini jika hujan turun karena dia butuh suasana yang mendukung feel dalam tulisannya. Semakin penasaran dong ya, seperti apa sih kisahnya, sampai butuh perasaan yang mendalam?

“Semuanya di sini, cerita-cerita yang selama ini kupendam sendiri. If you’re ready for this, let’s go on a time travel, shall we? Let me walk you through my life,” tulis Sunny di lembaran awal buku perdananya itu. Siap-siap beli dan baca perjalanan Sunny Dahye di balik kamera yuk, Grameds!

Buku Sunny Everywhere ini baru bisa didapatkan melalui pre-order yang dimulai pada 25 November dan berakhir pada 2 Desember 2019. Tapi, untuk acara perilisannya sendiri baru diadakan pada 15 Desember mendatang, Grameds! Jangan sampai kehabisan ya!


Sumber foto header: Sunnydahye instagram

Selamat Tak Ada yang Gila di Kota Ini & Semua Pemenang FFI 2019!

Selamat Tak Ada yang Gila di Kota Ini & Semua Pemenang FFI 2019!

Malam puncak penghargaan Piala Citra atau Festival Film Indonesia (FFI) 2019 selesai digelar pada Minggu 8 Desember 2019, di kawasan Kedoya, Jakarta Barat. Dalam malam penganugerahan yang bertemakan Film Bagus, Citra Indonesia itu, terdapat 21 kategori yang diperebutkan. Ditambah satu anugerah Lifetime Achievement.

Dari sejumlah film yang menjadi nomine, merupakan film adaptasi, atau film yang naskahnya kemudian dibukukan. Seperti Dua Garis Biru yang dinovelkan, atau film Gundala yang dibuat versi komiknya berdasar skenario filmnya. Serta beberapa film adaptasi seperti Bumi Manusia atau Tak Ada yang Gila di Kota Ini yang diadaptasi dari cerpen berjudul sama karya Eka Kurniawan yang ada di buku kumpulan cerpen Cinta Tak Ada Mati.

Kabar baiknya, dari film-film adaptasi tersebut, beberapa di antaranya berhasil membawa pulang penghargaan FFI 2019. Siapa saja yang berhasil menjadi pemenang dalam ajang FFI kali ini? Berikut daftar lengkapnya.

Kategori Film Cerita Panjang Terbaik dimenangkan oleh Kucumubu Tubuh Indahku. Film ini mengalahkan film 27 Steps of May, Bumi Manusia, Dua Garis Biru, dan Keluarga Cemara. Kategori Sutradara Terbaik berhasil dimenangkan oleh Garin Nugroho untuk film Kucumbu Tubuh Indahku, mengalahkan Gina S. Noer untuk film Dua Garis Biru, Hanung Bramantyo untuk film Bumi Manusia, Ravi L. Bharwani untuk film 27 Steps of May, dan Riri Reza untuk film Bebas.

Berikutnya, kategori Skenario Asli Terbaik dimenangkan Gina S. Noer untuk film Dua Garis Biru. Pemenang mengalahkan nomine lainnya yaitu Garin Nugroho untuk film Kucumbu Tubuh Indahku, Joko Anwar untuk film Orang Kaya Baru, Rayya Makarim untuk film 27 Steps of May, dan Titien Wattimena untuk film Ambu.

Sedangkan di kategori Skenario Adaptasi Terbaik, Gina S. Noer dan Yandy Laurens menjadi pemenang untuk film Keluarga Cemara. Mengalahkan Joko Anwar untuk film Gundala, Mira Lesmana, Gina S. Noer untuk film Bebas, Rano Karno untuk film Si Doel The Movie 2, dan Upi untuk film My Stupid Boss 2.

Memasuki bagian para aktor, pengharagaan pertama untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik dimenangkan oleh Muhammad Khan untuk film Kucumbu Tubuh Indahku. Ia berhasil mengalahkan sejumlah nama besar lainnya, seperti Abimana Aryasatya di film Gundala, Angga Yunanda di Dua Garis Biru, Lukman Sardi di film 27 Steps of May, Reza Rahadian di My Stupid Boss 2, dan Ringgo Agus Rahman di film Keluarga Cemara.

Raihaanun di film 27 Steps of May berhasil memenangkan kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik mengalahkan Nirina Zubir di film Keluarga Cemara, Sha Ine Febriyanti di film Bumi Manusia, Sissy Prescillia di Milly & Mamet, dan Adhisty Zara di Dua Garis Biru.

Untuk kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik berhasil dimenangkan oleh Whani Dharmawan di film Kucumbu Tubuh Indahku, mengalahkan Baskara Mahendra di film Bebas, H. Mandra di film Si Doel The Movie 2, Jerome Kurnia di Bumi Manusia, Randy Pangalila di Kucumbu Tubuh Indahku, dan Verdi Solaiman di film 27 Steps of May.

Sementara berkat penampilannya di Dua Garis Biru, Cut Mini berhasil meraih penghargaan untuk kategori Pendukung Wanita Terbaik, mengalahkan Asri Welas di film Keluarga Cemara, Ayu Laksmi di Bumi Manusia, Laudya Cynthia Bella di film Ambu, Lulu Tobing di Dua Garis Biru, dan Tutie Kirana di Mantan Manten.

Bergeser ke penghargaan kategori Film Cerita Pendek Terbaik, berhasil dimenangkan oleh film Tak Ada yang Gila di Kota Ini yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, mengalahkan film Bura, Kembalilah dengan Tenang, Melangun, Sunny Side of the Steet dan Woo Woo (Or Those Silence That Kills You and Me).

Kategori Pengarah Sinematografi Terbaik dimenangkan oleh Ical Tanjung untuk film Gundala, mengalahkan Arfian untuk film My Stupid Boss 2, Ical Tanjung untuk film Ave Maryam, Padri Nadeak di film Dua Garis Biru dan Yudi Datau di film Ambu.

Piala Pengarah Artistik Terbaik berhasik dibawa pulang oleh Edy Wibowo untuk film Kucumbu Tubuh Indahku. Mengalahkan Adrianto Sinaga (A Man Called Ahok), Allan Sebastian (Bumi Manusia), Oscart Firdaus (Dua Garis Biru), Vida Sylvia (27 Steps Of May), Wencislaus De Rozari (Gundala). Selanjutnya Penata Efek Visual Terbaik diraih oleh Abby Eldipie (Gundala), mengalahkan nomine lainnya yaitu, Andi Novianto, Gaga Nugraha, R. Satria Bhayangkara (Dreadout), Herdanius Larobu (Ghost Writer), Herdanius Larobu(Pocong: The Origin), Raiyan Laksamana (Bumi Manusia).

Penyunting Gambar Terbaik dimenangkan Greg Arya untuk Kucumbu Tubuh Indahku. Penata Suara Terbaik dimenangkan oleh Khikmawan Santosa, Anhar Moha untuk film Gundala. Penata Musik Terbaik dimenangkan oleh Ramondo Gascaro untuk film Kucumbu Tubuh Indahku. Pencipta Lagu Tema Terbaik dimenangkan oleh Harry Tjahjono, Arswendo Atmowiloto, “Harta Berharga” – Keluarga Cemara. Penata Busana Terbaik dimenangkan oleh Retno Ratih Damayanti untuk film Kucumbu Tubuh Indahku. Penata Rias Terbaik diraih oleh Eba Sheba, Sutomo, Adi Wahono untuk film My Stupid Boss 2.

Film Dokumenter Panjang Terbaik dimenangkan oleh Help Is On The Way – Ismail Fahmi Lubis. Film Dokumenter Pendek Terbaik dimenangkan Sejauh Kumelangkah – Ucu Agustin. Film Animasi Pendek Terbaik dimenangkan Nussa Bisa – Bony Wirasmono. Dan penghargaan Lifetime Achievement Awards jatuh kepada Ade Irawan.


Sumber foto header: Festivalfilmid Instagram

Cerita Eksklusif Kimbab Family yang Tidak Ada di Channel Youtubenya

Kimbab Family: Cerita Eksklusif yang Tidak Ada di Channel YouTubenya

Kimbab Family – Banyak sekali vlog yang menggambarkan keseruan sebuah keluarga, dalam melakukan kegiatan mereka sehari-hari atau saat sedang jalan-jalan. Nah, tak ketinggalan dengan keluarga multikultural ini, yang juga membagikan kesehariannya tinggal di Korea Selatan lewat YouTube channel mereka, Kimbab Family.

Penggemar budaya Korea atau para mama muda di Indonesia pasti sudah kenal dengan keluarga ini. Ada Appa Jay, Mama Gina, bersama ketiga anaknya yaitu, Suji, Yunji, dan Jio, yang asyik berbagi kegiatan mulai dari konten masak, belajar bahasa Korea, Indonesia, bahkan bahasa Sunda, berkebun, hingga vlog jalan-jalan di Korea. Semuanya tersaji memperlihatkan keharmonisan keluarga mereka.

Asiknya lagi, Appa Jay dan Mama Gina akhirnya membagikan kisah pertemuan dua budaya ini yang tak mudah untuk dijalani lewat buku terbarunya, “Kimbab Family: (Bukan) Kisah Drama Korea”. Di dalam bukunya ini, mereka menceritakan segala hal yang berbeda dan berbanding terbalik dari drama korea yang penuh kebahagiaan.

Kimbab Family : Kisah Eksklusif yang Tak Ada di Channel YouTubenya

Awalnya, Appa Jay hanya merekam kegiatan anak-anaknya saat tinggal di Indonesia, agar dapat dilihat oleh keluarganya di Korea Selatan. Appa Jay memilih mengunggahnya di YouTube dan langsung membagikan tautannya, dibanding mengirimkan video besar lewat aplikasi chat. Ternyata yang menonton video itu tak hanya keluarganya saja, tapi banyak yang merespon positif bahkan menunggu-nunggu kelanjutan video lainnya, hingga mempunyai 1,53 juta subscribers.

Konten-konten YouTube dari Kimbab Family banyak berbagi aktivitas keluarga, kelucuan dan keseruan anak-anak mereka, serta bagaimana pasangan ini saling memperkenalkan budaya mereka masing-masing. Dikutip dari Popmama (11/03/21), mereka ingin Keluarga Online (sebutan untuk penonton setia Kimbab Family) mengenal lebih dekat dengan Korea, dari budaya hingga ikut berkeliling daerah-daerah di sana.

Nah, kisah pertama kali Appa Jay dan Mama Gina bertemu, lalu menjalankan bahtera rumah tangga dengan banyak kendala, dan bagaimana cara mengurus ketiga buah hatinya, eksklusif diceritakan dalam buku ini, yang tak pernah diceritakan dalam channel YouTube mereka. Tak ketinggalan pula tentang perbedaan budaya yang menyulitkan mereka pada awal pernikahan, keterbatasan bahasa, dan cara mengajarkan anak-anaknya dalam mengenal kedua budaya yang berbeda itu.

“Awalnya kami menerima email dari salahsatu penerbit, diajak menceritakan tentang kisah kami dalam sebuah buku, setelah berdikusi dan mempertimbangkan akhirnya kami menulis buku ini. Isi bukunya mengenai kisah kami, cerita kami yang sebelumnya belum pernah diceritakan di channel YouTube Kimbab Family,” jelas Mama Gina dan Appa Jay pada Popmama (11/03/21).

Kimbab Family : Lika-Liku Rumah Tangga Beda Budaya

Pertemuan di Tiongkok saat Appa Jay dan Mama Gina belajar bahasa Mandarin di sana, ternyata membawa mereka hingga saat ini mempunyai keluarga yang bahagia. Dari buku ini, diceritakan pula bagaimana kisah pertemuan mereka secara lebih detail. Appa Jay seromantis oppa oppa Korea di drakor nggak ya, sampai bisa bikin Mama Gina jatuh hati dengannya? Hihihi.

cerita
Sumber foto: instagram.com/kimbabfamily.official

Awal pernikahan mereka sudah dipenuhi dengan kendala bahasa dan budaya. Mereka juga sempat tinggal di Indonesia dan membuat Appa Jay harus berjuang menyesuaikan budaya di Indonesia, sama halnya dengan Mama Gina saat mereka harus menetap di Korea sampai saat ini. Perbedaan sudut pandang dan kebiasaan yang berbeda itu menjadi bumbu rumah tangga mereka. Perjuangan itu tentunya tak semulus dan tak semudah yang mereka perlihatkan lewat tayang YouTubenya. Apalagi dalam mendidik serta memperkenalkan dua bahasa dan budaya kepada anak-anak yang tentunya tidak mudah.

“Di awal-awal pernikahan, jujur stres banget, detail kisah ini sebetulnya sudah saya ceritakan juga di buku. Kan biasanya saya bangun pagi dress-up, lalu make-up dan siap-siap berangkat ke kantor tapi tiba-tiba berubah 360 derajat. Sekarang saya di rumah saja ngerjain pekerjaan rumah ya cuci piring, cuci baju, masak itu kehidupan yang berbeda sekali ya di tahun pertama pernikahan yang membuat saya sangat stres,” kata Mama Gina pada talkshow peluncuran buku di channel Penerbit Mizan (11/03/21).

Drama dan cobaan rumah tangga mereka menghiasi buku ini yang menarik untuk disimak. Kekompakannya akan diceritakan secara jelas dari segala perjuangan, kegigihan, serta kerja keras mereka dalam membentuk keluarga yang penuh harmoni dan cinta.

“Di dalam buku ini ada cerita yang Appa Jay tulis yang sebelumnya Mama Gina tidak tahu, dan sebaliknya ada cerita dari Mama Gina yang bahkan Appa Jay pun belum dengar. Jadi ketika kami sama-sama menulis, mata kami sempat berkaca-kaca membacanya,” Kata pasangan ini pada Popmama (11/03/21).

Kehadiran ‘Three Miniyeons’ yang Membahagiakan dan Memberikan Pelajaran

Cerita dari momen kelahiran Suji, Yunji, dan Jio tak kalah menarik perhatian. Mama Gina menceritakan bagaimana ia melahirkan Suji di saat ia masih beradaptasi dengan lingkungan di Korea Selatan. Momen kesedihan yang terbawa setelah kelahiran Yunji, serta kabar yang ditunggu-tunggu akan kegembiraan momen kelahiran Jio.

Dikutip dari Media Indonesia (14/03/21), kehadiran anak-anaknya ini menambah warna baru yang menyenangkan bagi Mama Gina dan Appa Jay. Bahkan Mama Gina mengatakan dirinya menemukan dunia baru, karena enjoy mengurus dan mendidik anak-anak, padahal sebelumnya ia ingin kembali bekerja setelah menetap satu atau dua tahun di Korea.

cerita
Sumber foto: instagram.com/kimbabfamily.official

Appa Jay dan Mama Gina sudah dikenal dengan cara medidik anak-anaknya yang menginspirasi dan Keluarga Online sangat memujinya. Dalam YouTube mereka, diperlihatkan bagaimana Suji, Yunji, dan Jio sudah dilibatkan dan diajarkan dalam pengambilan keputusan. Tayangan video-video mereka juga memperlihatkan bagaimana anak-anaknya dikenalkan dengan apa itu konsekuensi, negosiasi, cara berdisiplin, tanpa marah-marah namun dengan ketegasan dan kelembutan.

Dari buku ini, Appa Jay dan Mama Gina ingin pengalaman cara mendidik mereka yang dari berbeda budaya ini bisa menginspirasi bagi siapapun yang membacanya.

“Kami punya peran masing-masing, karena di rumah kami hanya berdua dan tidak ada yang membantu jadi kami mengajarkan ke anak-anak bahwa mereka juga harus ikut berperan dalam keluarga. Seperti Suji sebagai kakak, dia harus memberikan contoh yang baik untuk adik-adiknya, begitu juga dengan adik-adiknya, mereka harus menurut dengan kakaknya,” jelas Appa Jay dalam talkshowpeluncuran buku di channel Penerbit Mizan (11/03/21).

Kimbab Family : Diary Appa Jay

cerita
Sumber foto: instagram.com/kimbabfamily.official

Selain kisah dari Kimbab Family, Appa Jay juga ikut menuliskan cerita blak-blakan tentang Korea yang eksklusif, tak pernah ia bagikan di mana pun. Appa Jay akan menceritakan budaya Korea dengan lebih dekat dari masa kecilnya dan pandangannya dalam bagian Diary Appa Jay.

Kisah perjalanan Kimbab Family di YouTube memang selalu ditunggu-tunggu. Tapi, kisah eksklusif di dalam buku ini tentunya tak boleh dilewatkan oleh para Keluarga Online. Nah, spesial buat kamu, buku “Kimbab Family: (Bukan) Kisah Drama Korea” sudah dapat dipesan sekarang di Gramedia.com.

kimbabBeli sekarang!

Untuk pre-order yang berlaku hingga 15 Maret 2021, kamu akan mendapatkan diskon spesial 15%, bonus tanda tangan digital dari Kimbab Family, sticker set & phone holder lucu bagi kamu yang beruntung. Tunggu apalagi? Checkout sekarang bukunya ya!

promoKlik untuk Info Lebih Lanjut

Dari kisah Kimbab Family yang menginspirasi, Mama Gina dan Appa Jay ingin semua Keluarga Online bisa merasa lebih dekat dengan mereka, dan menemukan isi yang menarik serta bermanfaat.

Yuk, baca kisah serunya!


Sumber foto header: instagram.com/kimbabfamily.official

Ada Alien di Luar Angkasa? Kok Bisa?

Ada Alien di Luar Angkasa? Kok Bisa?

Di hiruk pikuk kota besar, mungkin kita jarang menengok ke atas. Ke langit tanpa batas di mana miliaran bintang bertebaran. Sesekali, mungkin cobalah perhatikan langit gelap itu. Beberapa dari mereka mungkin punya planet-planet yang mengelilinginya. Sama seperti Matahari kita. Apakah ada kehidupan di sana? Atau.. Apakah kita sendirian? Mungkinkah suatu hari, kita bisa menjawabnya? Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin sudah ada dari saat pertama kali manusia mengalihkan rasa penasarannya ke luar angkasa. Sampai sekarang pun kita masih bertanya-tanya.

Lewat buku Ada Alien di Luar Angkasa? kita akan menyusuri petualangan manusia mencari jawaban tentang makhluk hidup di luar bumi. Selain konten yang menarik, buku ini juga dilengkapi dengan ratusan ilustrasi khas Kok Bisa yang sudah menemani teman-teman pencinta sains selama lebih dari lima tahun.

Tentang Kok-Bisa?

Kok-Bisa? adalah media edukasi yang berfokus dalam produksi konten sains dengan cara menyampaikan cerita, bukan memberikan informasi. Kok-Bisa? sudah memproduksi lebih dari 2.000 konten edukasi yang menyenangkan dan menghibur untuk mudah dicerna oleh publik. Semenjak didirikan tahun 2015 di YouTube, kanal media Kok-Bisa? sudah mengembang baik secara daring maupun luring.

Kok-Bisa? kini dapat ditemukan aktif juga di Instagram, dan mewadahi komunitas sains bernama ANTERO yang tersebar di seluruh Indonesia. Berbagai jenis lokakarya juga rutin digelar oleh Kok-Bisa?, seperti “Akademi Edukreator” dan “Kelas Kok Bisa”. Dengan total lebih dari 3 juta pengikut di internet, Kok Bisa adalah media edukasi terbesar di Indonesia.

Beragam Fakta tentang Pencarian Alien

Di buku Ada Alien di Luar Angkasa? ini ada banyak bahasan terkait kehidupan di luar angkasa. Mulai dari mengulik pandangan para nenek moyang manusia akan jagat raya. Contohnya, seperti Piramida Giza yang dibangun tepat berdasarkan susunan bintang di Sabuk Orion, atau ratusan Garis Nazca yang salah satunya membentang lebih dari 300 meter, alias setara dengan 30 bus yang berjejer.

Semakin berkembangnya teknologi, maka turut berkembanglah rasa penasaran kita. Berdirilah SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence), kelompok yang tujuan utamanya adalah mencari kehidupan di luar bumi dengan menjalankan banyak program. Contohnya adalah SETI@home. Lewat program ini, masyarakat umum bisa meminjamkan komputer rumahan mereka untuk membantu menganalisis data yang SETI miliki. Meski sayangnya, tahun 2020 lalu program ini dihentikan karena tantangan dari segi teknologi.

Selain berisi tentang pencarian alien, buku ini juga membahas hipotesis-hipotesis dari pertanyaan “Dari luasnya alam semesta, kenapa sulit sekali menemukan peradaban alien?” atau yang biasa dikenal dengan Fermi Paradox. Mungkin, jawabannya adalah peradaban lain “sibuk” dengan planet asal mereka. Atau mungkin mereka merasa, perjalanan antarbintang terlalu sulit dan tak ada untungnya. Atau bahkan mungkin, kita salah memilih “alat” berkomunikasi.

Sejauh ini, kita hanya mencoba mendeteksi sinyal radio dari luar angkasa, tetapi bisa saja alien pakai sinyal jenis lain yang kita tidak tahu. Fermi Paradox masih memiliki banyak misteri dan hipotesis lain, dan umat manusia belum memiliki jawaban yang pasti hingga hari ini. Di buku inilah pembahasan tentangnya akan dibahas lebih dalam.

Tapi, bisa saja ada dari kita yang malah bertanya, “Apa sih gunanya mencari-cari alien?” Mungkin jawabannya bisa dilihat dari ucapan astronomer Lucianne Walkowicz:

“Memandangi langit luar negeri, dapat membuat kita merasa jadi warga dunia. Mengetahui cara pergi ke planet-planet yang jauh, dapat membuat kita jadi warga alam semesta.”

Ditambah lagi, selain memenuhi rasa penasaran kita, banyak teknologi terkini yang muncul karena usaha kita menjelajah luar angkasa. Dan tentu saja, rasa penasaran ini membuat banyak orang berkreasi dan melahirkan banyak karya film luar angkasa seru, seperti Star Trek, The Martian, sampai Interstellar.

Buku ini membawa misi besar yang sama dengan konten-konten Kok-Bisa? sampai sekarang: membuat masyarakat terus punya rasa penasaran dan terus bertanya.

Nyalakan kembali percikan rasa ingin tahu di dalam diri teman-teman, dari sekarang! Beli bukunya dengan klik gambar di bawah ini.

kokBeli Sekarang!

Yuk, beli bukunya sekarang selagi ada diskon 20% hanya sampai tanggal 31 Maret 2021!

promoBeli Sekarang!

Hadiah spesial belum selesai untuk kamu yang baru saja membaca artikel ini! Kamu dapat lagi voucher diskon 20% untuk pembelian buku terbitan penerbit Gramedia (GPU, Elex Media Komputindo, BIP, Grasindo, KPG, dan M&C!) di Gramedia.com tanpa minimum transaksi! Silakan dimanfaatkan dengan klik gambar di bawah ini ya.

voucherKlik untuk Dapatkan Vouchernya!


Oleh: Tim Kok-Bisa?
Sumber foto header: Dok. Kok-Bisa

Gramedia.com Ajak Ngabuburit Berfaedah, Ada Hadiah THR Berlimpah!

Ini Pemenang Hadiah THR dari #Ngabuburead Bersama Gramedia.com! #BerbagiTanpaBatas

~SCROLL KE BAWAH UNTUK PENGUMUMAN PEMENANG

Alhamdulillah, sebentar lagi kita akan menjalani ibadah puasa kembali. Walaupun masih di masa pandemi, jangan sampai hal tersebut mengganggu semangat ibadah kalian ya.

Selain beribadah, tentunya ada berbagai kegiatan yang biasanya kita lakukan pada bulan puasa, seperti buka puasa bersama atau ngabuburit sambil berburu takjil. Tapi pandemi yang melanda tentunya menyulitkan kita untuk bisa bukber atau ngabuburit ke luar rumah.

Bagaimana kalau kita baca buku untuk menunggu bedug maghrib? Lebih berfaedah lagi kalau kamu bisa update di media sosial sambil kasih ulasan. Selain bisa kasih rekomendasi ke teman-teman, Gramedia.com juga akan kasih kamu THR, dengan total Rp 4 JUTA! Hadiah spesial ini untuk kamu yang rajin update bacaan perharinya di Twitter atau Instagram. Menarik bukan? Pengen tau caranya?

Yuk, Ikutan #NgabubureadChallenge

Ramaikan ngabuburit online kamu bersama mimin Gramedia.com di Twitter dan Instagram, dengan mengunggah ulasan buku yang kamu baca setiap harinya.

Berikut mekanismenya:

Pertama, wajib follow Twitter (@gramediadotcom) dan/atau Instagram (@gramedia.com). Pastikan akun kamu tidak dikunci.

Kalau kamu mau ikutan challenge di Instagram:

✅ Kamu harus update di Instagram Stories mengenai bacaanmu perharinya, dengan menggunakan template di bawah ini. Kamu juga bisa download template ini di sini.<<<

template
Instagram Stories Template #NgabubureadChallenge Harian

template
Instagram Stories Template #NgabubureadChallenge Mingguan

✅ Pastikan untuk mention @gramedia.com setiap kali update bacaan kamu di Instagram Stories.

✅ Semua Instagram Stories mengenai update bacaan wajib disimpan di highlight akun Instagram kamu biar Mimin bisa cek.

✅ Update Instagram Stories kamu setiap hari, sampai periode berakhir pada tanggal 12 Mei 2021.

Untuk info lengkap, cek di Instagram Mimin @gramedia.com ya. Jangan lupa, di follow sekalian.

Kalau mau ikutan challenge di Twitter:

✅ Sama aja sih, hehehe. Hanya saja kamu update-nya dengan membuat thread yang disertai dengan hashtag #NgabubureadChallenge.

✅ Jangan lupa mention @gramediadotcom setiap kali kamu update bacaanmu, biar bisa Mimin lihat terus.

✅ Selalu update thread kamu setiap harinya, hingga periode berakhir pada tanggal 12 Mei 2021.

Info lengkap cek Twitter Mimin @gramediadotcom di bawah ini. Bagi yang belum follow, langsung klik follow button sekarang juga.

TERPENTING!

Followers yang beruntung akan mendapatkan THR berupa voucher belanja di Gramedia.com!

Akan ada total 6 pemenang. Masing-masing ada 3 pemenang dari Twitter dan Instagram, dengan detail pemenang:

🏆 Satu pemenang utama mendapatkan voucher senilai Rp 1 juta.

🏆 Dua pemenang hiburan mendapatkan voucher masing-masing senilai Rp 500 ribu.

P.S. Beberapa ulasan menarik dari kalian yang ikutan #NgabubureadChallenge di Twitter maupun di Instagram, akan Mimin update ulasannya setiap minggu di Blog Gramedia.*

Jadi, saatnya BACA, ULAS, UNGGAH!

#BerbagiTanpaBatas


Minggu Pertama Puasa! ~ 13-19 April 2021

Ulasan dari Instagram @andnsa pada buku berjudul Oathbringer.

ulasanKlik untuk Menuju Ulasan @andnsa Lainnya di Instagram!

Kompilasi buku bacaan yang sudah dibaca oleh @nnlalaa di minggu pertama puasa.

ulasanKlik untuk Menuju Ulasan @nnlalaa Lainnya di Instagram!

Ulasan dari Twitter @timotheetroye pada buku berjudul Things You Can Only See When You Slow Down.


Minggu Kedua Puasa! ~ 20-26 April 2021

Ulasan dari Instagram @fahrirasihan pada buku berjudul The Girl From Tomorrow.

ulasanKlik untuk Menuju Ulasan @fahrirasihan Lainnya di Instagram!

Kompilasi buku bacaan yang sudah dibaca oleh @angga_ suanda di minggu kedua puasa.

ulasanKlik untuk Menuju Ulasan @angga_suanda Lainnya di Instagram!

Ulasan dari Twitter @nutrisaribubuk pada buku berjudul Orang-Orang Proyek dan Halal Lifestyle.

Minggu Ketiga Puasa! ~ 27 April-3 Mei 2021

Ulasan dari Instagram @rezki_paz pada buku berjudul American Gods.

ulasanKlik untuk Menuju Ulasan @rezki_paz Lainnya di Instagram!

Kompilasi buku bacaan yang sudah dibaca oleh @itsmenaggni_ di minggu ketiga puasa.

ulasanKlik untuk Menuju Ulasan @itmenaggni_ Lainnya di Instagram!

Ulasan dari Twitter @habibywise pada buku berjudul Self Disruption.

Minggu Keempat Puasa! ~ 4 – 12 Mei 2021

Ulasan dari Instagram @natasalama pada buku berjudul I Choose My Own Destiny.

ulasanKlik untuk Menuju Ulasan @natasalama Lainnya di Instagram!

Kompilasi buku bacaan yang sudah dibaca oleh @nrhasanahh17 di minggu keempat puasa.

ulasanKlik untuk Menuju Ulasan @nrhasanahh17 Lainnya di Instagram!

Ulasan dari Twitter @diahdas pada buku berjudul Lagi Probation.

Daaannnn, ini dia pemenang dari #NgabubureadChallenge pada tahun 2021 ini. Selamat!🤗🎉🎁

Pemenang di Instagram @gramedia.com :

🏆 Pemenang Utama: @oliviaokky_

pemenang@oliviaokky

🏆 Pemenang Hiburan: @permattasari_ dan @likaaaap

pemenang@likaaaap

Pemenang di Twitter @gramediadotcom :

🏆 Pemenang Utama: @longliveszl

🏆 Pemenang Hiburan:

1. @fahrirasihan

2. @kumismussolini


Sumber foto header: Dok. Gramedia.com

Hadapi PPKM dengan Membaca, Ada Diskon Hingga 70% untuk Buku Gramedia

Hadapi PPKM dengan Membaca, Ada Diskon Hingga 70% untuk Buku Gramedia

Halo, Grameds! Apa kabar nih semuanya? Lagi-lagi kegiatan kita terbatas hanya di rumah saja ya. Pandemi ini membuat banyak situasi jadi tak menentu. Bahkan, mungkin ada dari kita yang jadi terpisah dengan keluarga, sahabat, atau kerabat dekat lainnya.

Grameds pasti rindu sekali untuk melakukan segala kegiatan di luar rumah. Dan tentunya rindu bercengkerama dengan orang-orang tersayang. Admin tahu pasti rasanya sedih, kesal, campur aduk, di mana kita harus kembali seperti ini. Tapi selama kita bisa bekerjasama, Admin yakin kita bisa lalui semuanya bersama.

Grameds yang senang ke toko buku, untuk sementara tidak bisa merasakan aroma khas, dengan alunan musik pendampingnya. Tapi jangan bersedih, di masa yang tak mudah ini Gramedia tetap ada untukmu dan selalu menjadi #SahabatBaca di manapun kalian berada.

Dalam menghadapi PPKM, Gramedia hadir menjadi sumber inpirasi dan hiburan yang membuat segala kegiatanmu di rumah jadi lebih berwarna. Gramedia memastikan kamu tetap produktif dan bebas dari rasa bosan! Karena Gramedia adalah sahabat segalanya untuk kamu.

Kegiatan di luar rumah kini kembali dibatasi dengan adanya PPKM. Nah, mengisi waktu luang selama di rumah saja, bisa dilakukan dengan membaca yang mampu menambah inspirasi, wawasan, serta memberikan hiburan. Pilih semua buku yang kamu suka di Gramedia.com dan nikmati diskon spesial hingga 70%. Cek semua pilihan bukunya di bawah ini!

PromoKlik untuk Pilih Bukunya!

Asyiknya lagi, kini kamu bisa pilih bukunya mau dikirim dari mana, lho. Semua toko buku Gramedia di seluruh Indonesia sudah menerima pesanan dari Gramedia.com. Jadi, kamu bisa pilih pengiriman dari toko buku terdekat rumahmu. Belanja hemat ongkir dan cepat sampai rumah!

Tapi, kalau kamu mau ambil bukunya sendiri di toko buku Gramedia langsung juga bisa. Setelah pemesanan berhasil, tunggu pesan di e-mail yang menunjukkan kode untuk pengambilan pesanan. Layanan Pick Up in Store ini gratis tanpa biaya ongkir!

Bingung cara belanja di Gramedia.com? Bisa cek pada artikel di bawah ini ya!

multiKlik untuk Cara Belanja di Gramedia.com

Bagaimana? Sudah ngerti kan cara belanja di Gramedia.com? Sekarang saatnya Admin racunin buku terbaik yang bisa kamu baca selama di rumah saja saat PPKM. Dijamin insightfull dan menghibur, Admin akan rekomendasikan untuk kalian semua!

Rekomendasi Buku Diskon untuk Isi Waktu di Rumah

1. All is Fair in Love and Game – Disc. 70%

Tanpa perlu membaca yang berat-berat dahulu, cukup novel fiksi yang menghibur. Membaca buku ini akan membawa kamu pada dunia Anita. Ia diterima kerja di Chronus Studio, namun ia selalu curiga jika dirinya diterima karena bosnya yang bernama Rimba adalah anak dari teman kecil ibunya.

rekomendasiMulai Baca Sekarang!

Anita jengah karena takut dijodohkan, apalagi Rimba juga menyukai Anita. Namun, Anita selalu menghindar, bersikap dingin, dan bertekad untuk membuktikan bahwa ia kompeten untuk bekerja, bukan karena suapan semata.

Lambat laun ketegangan di antara mereka mencair karena mengerjakan proyek bersama, namun surat dari KPK datang atas sebuah kasus korupsi yang melibatkan Chronus di dalamnya. Ibu Anita pun mulai gamang. Apakah perjodohan mereka akan tetap dilaksanakan?

Kamu juga bisa baca dalam versi e-book di sini >>> All is Fair in Love and Game

2. Dignity – Disc. 70%

Virus yang kembali menyerang membuat kita harus berjauhan dengan orang-orang tersayang. Pandemi yang masih hadir membuat banyak bisnis kembali terkena dampaknya. Mungkin kita akan merasakan sakit dari sebuah hubungan, atau kegagalan dari sebuah karir atau bisnis yang kita lakukan, semenjak pandemi menyerang.

rekomendasiMulai Baca Sekarang!

Dari buku ini, Dita Soedarjo mengajarkan kita untuk tetap menjaga DIGNITY walaupun sedang jatuh atau gagal, baik dalam asmara, karier, atau keluarga. Kamu akan diingatkan untuk terus mengasah diri menjadi yang terbaik.

Seperti yang kita tahu, Dita Soedarjo adalah pebisnis yang sukses di usia muda. Ia memiliki usaha ritel es krim high-end terkenal di Indonesia dan berbisnis dalam bidang fashion and beauty. Dita yang pernah jatuh dan gagal, membagikan pengalamannya untuk menyadarkan kita, bahwa selama masih hidup, semua kegagalan yang terjadi harus melecut semangat untuk koreksi diri menjadi lebih baik lagi.

3. The Count of Monte Cristo – Disc. 50%

Mari kita coba pada cerita klasik dari penulis Prancis bernama Alexandre Dumas. Buku ini diterbitkan di tahun 1800-an dan menjadi novel populer sedunia. Kisah dari Edmond Dantes ini tidak akan membuatmu bosan, karena penuh dengan intrik, aksi heroik dan balas dendam, hingga kegigihan yang membuahkan hasil.

rekomendasiMulai Baca Sekarang!

Hidup Dantes tadinya begitu bahagia, pelaut muda tampan yang akan menikah dengan tunangan cantik, baru diangkat menjadi kapten, tiba-tiba masuk penjara karena tuduhan palsu dari para pengkhianat.

Selama di penjara ia bertemu dengan orang baru yang membuatnya belajar banyak hal. Dalam penjara ia pun membuat strategi cemerlang untuk membalas dendam. Cerdas, ia pun berhasil kabur dan merubah identitas menjadi Monte Cristo. Aksi pembalasan dendamnya pun dimulai, dengan menemukan fakta bahwa yang mengkhianatinya adalah orang terdekatnya sendiri.

Kamu juga bisa baca dalam versi e-book di sini >>> The Count of Monte Cristo

4. The Lie Tree – Disc. 30%

Novel yang ini nggak kalah seru untuk diikuti, apalagi ada beberapa gambar ilustrasi yang turut menemani dalam bukunya. Novel best seller bergenre science fiction ini telah mendapatkan beragam penghargaan.

rekomendasiMulai Baca Sekarang!

Buku ini menceritakan tentang pohon ajaib yang bisa mengungkap rahasia. Pohon ini ditemukan oleh Faith ketika ia mencari kebenaran di antara penginggalan barang-barang ayahnya, yang kini telah tewas secara misterius.

Faith bertekad mencari kebenaran di antara banyaknya kebohongan. Pohon aneh yang ditemukannya itu, tumbuh menyerap bisik kebohongan dan buahnya mampu menyingkap rahasia terpendam. Namun, seiring kebohongan yang dibisikkan Faith berkembang tak terkendali, dia memahami bahwa di mana kebohongan diembuskan, maka di situlah kebenaran akan runtuh.

Kamu juga bisa baca dalam versi e-book di sini >>> The Lie Tree

5. Negara Polandia untuk Pemula – Disc. 30%

PPKM bukan berarti kita tak bisa jalan-jalan. Dari buku-buku sebelumnya, kita sudah jalan-jalan ke dunia fiksi, ke luar negeri, dari berbagai latar waktu, kini kita akan menjelajahi negara Polandia melewati buku keren ini. Yap, mari kita pelajari seluk beluk negara Polandia yang memiliki pemandangan luar biasa, karena terbentang di antara pegunungan, hutan, dan bukit.

rekomendasiMulai Baca Sekarang!

Seperti yang kita ketahui, bendera negara Polandia sama-sama merah putih hanya saja dengan letak yang berbeda. Walaupun negara ini berada di jantung Eropa dan berjarak belasan ribu kilometer dari Indonesia, tapi kedua negara ini tetap bisa saling mengenal lewat berkembangnya era digital.

Dari buku ini, proses perkenalan antara kedua negara terjadi secara alamiah. Kita akan mengenal lebih jauh tentang seluk beluk negara Polandia, dari sejarah, budaya, tradisi masyarakat, alam dan kota-kotanya, hingga bagaimana hubungan Polandia dengan Indonesia. Ada gambar-gambar pula yang membuat perjalanan kamu membaca serasa berada di Polandia secara nyata!

Kamu juga bisa baca dalam versi e-book di sini >>> Negara Polandia untuk Pemula

6. 365 Jurus Anti-Stres – Disc. 30%

Tekanan selama masa pandemi memang begitu berat bagi sebagian besar orang, entah karena pekerjaan, bisnis, pasangan, karier, keluarga, dan sebagainya. Pandemi membuat keadaan jadi serba tak pasti, sehingga kita sulit menjalani hidup yang damai dan tenang.

rekomendasiMulai Baca Sekarang!

Ingat, di tahun 2022 kita masih punya pilihan untuk tetap tenang dan berpikir jernih meski dikepung banyak tekanan. Buku ini akan membantu kamu dengan 365 pilihan aktivitas yang mampu membawakan kedamaian dalam hidup. Aktivitasnya sangat bisa dilakukan di waktu apapun dan di mana pun, tinggal pilih sesuai kebutuhanmu.

7. Yuk, Nabung Seluruh Saham – Disc. 30%

Keadaan pandemi yang menimpa tiba-tiba, membuat kita sadar akan pentingnya pengelolaan keuangan. Menabung dengan cara investasi, menjadi salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mencapai financial freedom agar tak lagi kaget saat dilanda keadaan yang mendesak.

rekomendasiMulai Baca Sekarang!

Di Indonesia kini sedang naik daun tentang investasi saham. Namun, banyak yang masih awam bagaimana cara menabung lewat cara ini. Nah, kamu tak perlu khawatir lagi karena di buku ini akan tersaji strategi yang praktis untuk menabung saham. Lalu, mengapa harus membeli semua saham? Apa maksudnya? Kenapa? Mari kita pelajari konsep lainnya dari investasi saham di buku ini!

Kamu juga bisa baca dalam versi e-book di sini >>> Yuk, Nabung Seluruh Saham

8. Pria Begini, Wanita Begitu: Bagaimana Sih Biar Nyambung? – Disc. 30%

Pandemi membuat kita sulit untuk menemui orang tersayang. Mungkin ada dari kita yang harus menunda bertemu dengan pasangan dalam waktu lama, dan hubungan terasa begitu berbeda kala berkomunikasi hanya secara virtual saja. Bertemu secara langsung saja kerap terjadi salah paham antara pasangan, apalagi hanya lewat tulisan?

rekomendasiMulai Baca Sekarang!

Nah, perlu kita ketahui bahwa pria dan wanita punya cara komunikasi yang sangat berbeda. Inilah yang membuat kita kadang-kadang tidak mengerti apa maksud dari pasangan kita. Mengerti cara komunikasi antar pasangan ini cukup rumit, tapi bisa kah hubungan kita tetap harmonis? Buku ini akan memaparkan segala perbedaan antara wanita dan pria dan bagaimana cara mengelola komunikasinya agar tetap bisa saling terhubung.

9. Honjok: Seni Hidup Sendiri – Disc. 30%

Bagi kalian yang masih sendiri dan karena pandemi telah membuat kalian harus hidup tanpa bersosialisasi secara langsung, buku ini bisa membantu kalian semua. Praktik hidup sendiri ala Korea Selatan ini bernama Honjok, namun bukan berarti kesepian ya.

rekomendasiMulai Baca Sekarang!

Buku ini akan diawali dengan menjelaskan perbedaan antara kesepian dan sendirian, baru memberikan strategi praktis untuk melakukan berbagai kegiatan dengan sendirian. Sebetulnya, dengan cara ini pun kita bisa menemukan diri lebih baik, dengan cara mengintrospeksi diri, dan menemukan diri kita yang sesungguhnya.

Dengan begitu, kita bisa menumbuhkan kebahagiaan dan kepuasan yang lebih besar. Buku ini disajikan dengan praktis beserta kalimat dukungan psikologis dan inspirasional, sehingga mampu membantu kamu yang ingin memulai petualangan solo sambil merangkul kesendirian dan kemandirian dengan rasa percaya diri.

Kamu juga bisa baca dalam versi e-book di sini >>> Honjok: Seni Hidup Sendiri

10. Ibu Boleh Marah: Mengelola Emosi Negatif Jadi Edukatif – Disc. 30%

Pandemi membuat kita terus berdiam diri di rumah, termasuk sekolah yang sementara dihentikan dan dilakukan di rumah. Anak-anak yang biasanya keluar rumah, kini harus kita ajari bahwa harus di rumah saja karena keadaan di luar sedang tidak aman. Kemungkinan, anak bisa bosan dan mengurus anak jadi harus lebih ekstra, termasuk harus lebih sabar.

rekomendasiMulai Baca Sekarang!

Semua ibu pasti ingin mengurus anak tanpa marah, namun kadangkala mau sesabar atau setenang apa pun kita, akan buyar juga saat anak rewel dan sulit dikendalikan. Tapi, bukan berarti kita boleh meluapkan emosi kepada anak ya.

Jika kita memarahi anak, kemungkinan bisa berdampak buruk bagi psikologi anak. Maka dari itu, buku ini mampu membantu semua ibu untuk menemukan cara yang tepat dalam mengekpresikan emosi dan amarah pada anak. Yuk, mulai baca bukunya, karena ada banyak tips dan teknik pengelolaan emosi untuk semua ibu hebat!

11. Gemar Membaca PAUD: Dongeng Nusantara – Disc. 30%

Selama di rumah saja, bisa nih mengisi waktu bersama anak dengan membacakan buku cerita. Mendongeng bisa jadi cara untuk menyisipkan nilai kebaikan. Nah, lewat buku ini, orang tua bisa mengajari anak, melatih, membimbing, dan melancarkan keterampilan membaca anak, karena kalimat dan bahasanya yang sederhana.

rekomendasiMulai Baca Sekarang!

12. 15 Menit Mudah Belajar Baca Tulis – Disc. 30%

Karena sekolah hanya di rumah, buku ini bisa menjadi alat untuk anak belajar membaca. Cukup 15 menit setiap hari, anak-anak bisa menguasai baca dan tulis dalam waktu yang singkat! Buku ini juga memberikan cara mudah bagi orang tua dalam mengajari anak.

rekomendasiMulai Baca Sekarang!

13. Aktivitas Dino: Cerdas Angka dan Bentuk – Disc. 30%

Nah setelah belajar membaca dan menulis, kamu bisa ajak si kecil untuk melakukan berbagai aktivitas seru lainnya yang tersaji dalam buku ini. Materinya sudah disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak sehingga mudah dipahami.

Belajar berhitung dan mengenal bentuk pun jadi lebih seru karena adanya dinosaurus lucu. Setiap latihannya dijamin menambah ketertarikan anak untuk mengerjakan latihan selanjutnya. Latihannya seperti mengenal perbedaan, dot-to-dot, puzzle, serta gunting dan tempel.

rekomendasiMulai Baca Sekarang!

14. The Yummy Science: Pola Makan Sehat – Disc. 30%

Untuk anak yang sudah tumbuh lebih besar, bisa diberikan komik ini untuk menjawab rasa penasaran mereka yang begitu tinggi. Buku tentang pola makan sehat ini, bisa digunakan orang tua dalam memberitahukan akan pentingnya makan makanan yang bergizi demi menjaga tubuh agar tak mudah terserang virus.

Dengan gambar komik dan bahasa yang mudah dipahami, si kecil mampu memahami fenomena sains menakjubkan dalam makanan dan proses memasaknya. Anak-anak akan semakin senang karena buku ini memberikan pengetahun yang mudah dipahami, sangat menarik, dan mampu memperlihatkan cara pandang saintis.

rekomendasiMulai Baca Sekarang!

Genre yang Biasa Ada dalam Kategori Buku Fiksi

Genre yang Biasa Ada dalam Kategori Buku Fiksi

Hai, Grameds! Genre buku yang biasa kamu baca atau kamu suka apa nih? Jenis buku karangan penulis-penulis hebat ada banyak sekali ya. Genre tersebut memang ada bermacam-macam supaya kamu jadi nggak bosan dan bisa memilih berbagai tema yang beragam.

Untuk di buku sendiri, secara garis besar ada dua kategori utamanya, yaitu fiksi dan non-fiksi. Fiksi ditulis berdasarkan imajinasi dan pemikiran penulisnya, sedangkan non-fiksi berisi fakta dan kejadian yang benar. Buku fiksi ini mempunyai beberapa jenis atau genre turunan lagi. Jenis buku yang biasa masuk ke fiksi mencakup beberapa genre, yaitu:

8 Jenis Genre dalam Buku Fiksi

1. Romantis

Genre novel ini sering banget nih kita temuin di toko buku dan paling banyak diminati orang. Umumnya mengangkat kehidupan sehari-hari atau slice of life dengan sentuhan drama yang penuh cinta. Penulisan kata-katanya juga ada yang begitu puitis dan romantis sehingga membuat kita bisa ikutan kesemsem, baper, sampai senyum-senyum sendiri.

Contoh novel romantis terbaru dan bisa kamu cicip baca ada di Love Your Life.

genreBeli dan Baca Sekarang!

Setelah putus cinta, Ava memutuskan untuk undur diri sejenak dari ingar bingar kehidupan dan percintaan, dengan melarikan diri dan mengikuti retret menulis di tempat terpencil yang indah di pesisir Italia. Di acara tersebut, ia dan peserta lainnya diminta untuk tidak saling mengungkap kehidupan dan informasi pribadi apapun, termasuk nama mereka. Ava pun memilih nama Aria sebagai nama samaran yang ia gunakan selama di retret.

Dengan nama Aria, Ava pun bertemu dan berkenalan dengan orang-orang baru, termasuk pria nyaris sempurna bernama Dutch yang memiliki nama asli Matt. Seiring berjalannya waktu dan seringnya waktu perjumpaan antara keduanya di acara tersebut, mereka pun akhirnya jatuh cinta dan menjalin hubungan. Namun akankah hubungan yang dimulai tanpa mengetahui kehidupan asli diri mereka tersebut akan tetap bertahan? Apa yang akan terjadi ketika mereka harus kembali ke kehidupan nyata mereka?

Kamu juga bisa baca versi e-booknya di sini >>> Love Your Life

Novel romantis lainnya yang bisa kamu baca adalah Last Tang Standing. Kalau kamu suka sama cerita Crazy Rich Asians, Admin yakin kamu juga akan tertartik dengan buku ini.

BukuBeli dan Baca Sekarang!

Bercerita tentang wanita berumur 30 tahun dengan karirnya yang gemilang dan sukses menjadi pengacara di biro hukum top Singapura. Ibu dan keluarganya yang menjunjung budaya Cina, menyayangkan dirinya yang belum menikah di umur tersebut, dan menginginkannya untuk segera naik ke pelaminan.

Andrea bersusah payah untuk mendapatkan promosi partner di tempatnya bekerja, namun sekarang ia juga harus berusaha mencari partner hidup potensialnya. Hatinya bimbang, apalagi sejak saingannya, Suresh, cowok ganteng yang juga mengincar posisi impiannya itu. Sering bertemu di kantor membuat Andrea menemukan banyak kesamaan di antara mereka, tapi ia takut akan menganggap Suresh sebagai teman.

Andrea teguh pada pendiriannya. Menurutnya, laki-laki bukan standar kebahagiaan. Apakah pada akhirnya Andrea melawan segala tuntutan keluarga? Atau dia menyerah dan mengorbankan kebahagiaannya?

Baca versi e-booknya di sini >>> Last Tang Standing

Ada pula novel romantis karya penulis lokal yang bisa kamu baca, yaitu Asmaraloka.

bukuBeli dan Baca Sekarang!

Ketemu mantan di kantor dan ternyata dia bos kita sendiri? Mau nggak mau harus berinteraksi terus sama mantan dong.. Itu yang dialami oleh Isabella, yang orang-orang tahu di kantor ia hanya wanita berusia seperempat abad, yang lugu dalam urusan asmara. Bosnya yang menyebalkan itu adalan mantan Isa saat SMA, dan diputuskan tiba-tiba setelah tiga tahun backstreet. Ethan pergi hanya dengan mengatakan sudah tidak bisa bersama Isa lagi.

Di tengah proyek-proyek yang dikerjakan bersama, Isa meyakinkan diri bahwa nggak ada lagi rasa di antara dia dan Ethan. Hingga terungkaplah alasan kenapa Ethan dulu memutuskannya, yang membuat hati Isa pun goyah. Bahkan Ethan memohon maaf dan minta diberikan kesempatan kedua. Sanggupkah Isa menolak?

Kamu juga bisa baca versi e-booknya di sini >>> Asmaraloka

2. Fanfiction

Sebenarnya ini adalah cerita yang berasal dari “imajinasi fans”. Biasanya memiliki karakter dari artis-artis seperti anggota boyband, band, aktor, dan lainnya. Ceritanya juga umum dengan slice of life dan masih menggunakan dunia, konsep, karakter dan beberapa aspek cerita asli dari karakter idola yang dijadikan tokoh di dalamnya.

Contoh novel fanfiction yang wajib kamu baca ada di Alster Lake.

genreBeli dan Baca Sekarang!

Novel fanfiction yang diangkat dari AU atau Alternate Universe di Twitter ini menceritakan tentang perempuan bernama Alea yang tiba-tiba kehilangan buku favoritnya, “Alster Lake”, ketika ia berkunjung ke perpustakaan. Tanpa diduga, buku miliknya itu ditemukan oleh penulis dari buku itu sendiri, yaitu Dean Bjorn.

Dari sanalah kisah keduanya pun dimulai. Dua orang yang mulanya asing itu kemudian menjadi lebih dekat dan mengenal satu sama lain ketika mengetahui bahwa mereka ternyata memiliki ketertarikan yang sama akan negara Jerman. Seiring berjalannya waktu mereka pun jatuh cinta dan menjalin hubungan.

Hanya saja, hubungan keduanya tersebut ternyata tidak berjalan lancar. Dean yang hilang kabar karena sibuk dengan studinya ke Jerman dan kesalahpahaman lainnya, membuat hubungan keduanya itu pun mau tidak mau harus berakhir dan kembali menjadi dua orang asing.

Namun pada suatu hari, tiba-tiba Alea menemukan judul buku yang tidak asing baginya, yaitu Alster Lake 2 yang ternyata menceritakan tentang seorang perempuan yang berarti bagi Dean. Alea yang yakin bahwa isi dari buku itu ditujukan untuk dirinya pun akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Jerman dan mencari sosok Dean untuk menyelesaikan semuanya. Namun, apakah keputusan Alea tersebut akan membuahkan hasil yang baik?

Kamu juga bisa baca kisah Alea dan Dean melalui perspektif Dean yang ia tulis dalam jurnal miliknya di buku Turning Page.

genreBeli dan Baca Sekarang!

Tidak seperti novel pertamanya, novel kedua ini lebih berisikan ilustrasi-ilustrasi manis dan tulisan kecil dari Dean Bjorn tentang kekasihnya, Alea Khiar. Mulai dari pertemuan keduanya yang tidak disengaja, hubungan asmara keduanya, sampai kehidupan dari seorang Dean Bjorn.

Selain itu, alur cerita dalam novel Alster Lake juga akan lebih diperdalam oleh penulis di dalam buku ini, serta akan ada beberapa tambahan cerita baru dari Dean dan Alea yang sayang untuk kamu lewatkan.

Novel fanfiction lainnya yang bisa kamu baca dan diangkat dari AU di Twitter adalah Dikta & Hukum.

diktaBeli dan Baca Sekarang!

Fan fiction ini sempat viral dengan penggambaran tokohnya lewat Doyoung NCT. Tokoh utama yang bernama Dikta, adalah mahasiswa akhir hukum yang pintar, serius, cuek, tapi perhatiannya abis-abisan sama Nadhira yang anaknya mageran.

Walaupun karakter Dikta dingin, ia sering membantu tugas-tugas Nadhira dan selalu menjadi penyelamatnya di kala tugas menyerang. Bahkan Dikta sampe kaya guru les bimbelnya Nadhira, demi mempersiapkan Nadhira masuk ke perguruan tinggi.

Sampai ketika, Dikta akhirnya menceritakan sedikit demi sedikit hal yang selama ini ia tutupi dan membuat hidupnya tak lama lagi. Ia juga mempunyai wish list yang ingin ia lakukan bersama Nadhira, sebelum semuanya sirna. Apakah berhasil diwujudkan?


Baca juga: Rekomendasi Novel Adaptasi Wattpad yang Paling Banyak Dibaca


3. Science Fiction (Fiksi Ilmiah)

Perpaduan fiksi dan sains ilmiah yang ceritanya terbangun pada dunia modern penuh teknologi maju dan biasanya mengambil latar masa depan. Tentunya, kemajuan pengetahuan yang canggih ini belum ada di dunia nyata. Jadi imajinasi serta kreatifitas penulis tentunya sangat tinggi dalam menulis genre ini karena berdasarkan pengetahuan ilmiah.

Contoh novel sci-fi yang bisa kamu baca adalah buku kedua trilogi Trisurya karya dari pemenang penghargaan karya fiksi sains terbaik Tiongkok, Liu Cixin yang berjudul Belantara.

genreBeli dan Baca Sekarang!

Apa yang akan dilakukan manusia ketika tahu bahwa Bumi, planet yang mereka tempati selama ini tiba-tiba akan diinvasi oleh alien empat abad lagi? Entahlah, karena Peradaban Trisurya atau bangsa alien kini telah mengetahui di mana letak planet Bumi menggunakan alat pengintai berupa proton cerdas, untuk mengintai dan mengetahui semua informasi yang ada di Bumi.

Namun, alat pengintai cerdas tersebut ternyata tidak benar-benar bisa mengetahui seluruh informasi yang ada di Bumi karena alat tersebut tidak bisa melihat apa yang ada di dalam pikiran manusia. Hal itulah yang kemudian menjadi dasar dimulainya Proyek Penghadap Tembok, di mana sejumlah ahli siasat ditugasi untuk membuat strategi dalam kepala mereka sendiri tanpa bisa diketahui oleh Trisurya.

Sementara itu, Bumi juga harus segera membangun armada antariksa untuk melindungi Bumi dari Trisurya. Tapi, apakah manusia bisa mengatasi perpecahan antar negara dan antar ideologi untuk melakukannya?

Contoh buku sci-fi lokal yang nggak boleh kamu lewatkan adalah Traveline Past.

travelineBeli dan Baca Sekarang!

Buku ini adalah seri pertama dari Trilogi Traveline (Past-Present-Future). Trilogi ini dimulai dengan misi perjalanan waktu untuk menyelamatkan bumi dari perang puluhan tahun melawan Planet Gorb.

Sayangnya, saat Aliansi militer Bumi hendak mengirim tim ke masa lalu untuk mencegah bangsa Gorb datang, tim tersebut diserang dan seluruh anggota tim tewas. Hanya Orin yang selamat dan terpaksa melanjutkan misi sendirian untuk kembali ke tahun 2021.

Ada cerita tentang pelajaran, persahabatan, perundungan, sampai soal asmara, hingga fakta-fakta baru mengenai penyebab bangsa Gorb menyerang Bumi yang selama ini disembunyikan pemerintah aliansi Bumi. Apakah Orin berhasil?

Sci-fi terjemahan dari Inggris yang nggak kalah menarik, yaitu The Lie Tree!

theBeli dan Baca Sekarang!

Mengisahkan tentang Faith, yang ayahnya ditemukan tewas secara misterius setelah keluarganya pindah ke pulau Vane. Faith bertekad untuk mengurai kebenaran di antara kebohongan-kebohongan yang malang melintang, dan mengikuti jejak sang ayah mempelajari ilmu alam.

Dia pun mencari-cari di antara barang-barang peninggalan ayahnya dan menemukan sebuah pohon aneh. Pohon itu tumbuh dengan menyerap bisik-bisik kebohongan dan buahnya dapat menyingkap rahasia-rahasia terpendam. Semakin besar kebohongan, semakin banyak orang yang mempercayainya, semakin besar kebenaran yang terungkap.

Faith sadar bahwa pohon itu mungkin memegang kunci pembunuhan ayahnya, dan ia mulai menyebarkan kebohongan lebih jauh dan luas di seluruh komunitas pulau kecilnya. Tetapi ketika ceritanya lepas kendali, dia menemukan bahwa di mana kebohongan menggoda, kebenaran hancur.

4. Fantasi

Cerita yang tak ada di dunia nyata, bahkan terasa tak masuk akal. Genre ini sama dengan sci-fi, hanya saja cerita yang ada di dalamnya benar-benar membuat kita seperti masuk dalam dunia lain yang berbeda.

Biasanya berlatarkan kerajaan-kerajaan, alam semesta dengan konsep mitos dunia, serta ada unsur magis dan supranatural. Walaupun imajinasi tulisan benar-benar bebas, alur cerita tetap dijelaskan dengan rasional dan logis, serta biasanya ada pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Contoh novel fantasi yang berjudul The Storm Runner ini merupakan buku rekomendasi dari Rick Riordan, penulis dari buku seri Percy Jackson and the Olympians.

genreBeli dan Baca Sekarang!

Sebuah pesawat yang dikendarai oleh pilot berwajah zombie alien, tiba-tiba jatuh di dekat gunung berapi yang ada di halaman belakang rumah Zane Obispo, anak lelaki yang harus selalu menggunakan tongkat untuk menopang dirinya ketika berjalan.

Aneh. Itulah yang Zane rasakan ketika pertama kali melihat kejadian tersebut. Hal aneh lainnya muncul ketika ada seorang gadis cantik bernama Brooks yang hadir di depan rumahnya dan berubah menjadi elang.

Brooks memperingatkan Zane bahwa bahaya sedang mengintainya dan dia ditakdirkan untuk membebaskan Dewa Kematian Maya dari penjaranya. Namun, ia tidak percaya dan tidak mau melakukan hal jahat yang akan berpotensi membahayakan dunia seperti itu.

Sampai akhirnya, Rosie, anjing kesayangannya tewas demi menyelamatkan dirinya dari serangan demon pesuruh sang Dewa. Dari situlah ia kemudian masuk dan terlibat dalam petualangan yang penuh dengan penemuan mengejutkan, rahasia berbahaya, dan perang habis-habisan antar para dewa.

Untuk bertahan hidup, Zane bahkan harus menjadi Storm Runner. Tapi bagaimana dia bisa berlari ketika dirinya sendiri bahkan tidak bisa berjalan dengan baik tanpa tongkat yang selama ini menemaninya?

Selain itu, ada pula novel adaptasi film terkenal, Weathering With You. Sang kreator adalah Makoto Shinkai yang juga pembuat animasi populer, Your Name/Kimi No Nawa.

weatheringBeli dan Baca Sekarang!

Berawal dari Ilodaka yang kabur ke Tokyo. Di tengah hujan berkepanjangan dan hiruk pikuknya kota, Hodaka bertemu dengan gadis berkekuatan ajaib bernama Hina. Gadis itu hanya perlu memanjatkan doa untuk mcmbuat cuaca menjadi cerah.

Mereka pun membuat jasa berbayar untuk orang-orang yang ingin menahan hujan untuk keperluan berbagai kegiatan. Sayang cuaca makin tak karuan, hidup mereka dirusak oleh takdir, dan mereka harus memilih cara hidup mercka.

5. Thriller / Suspense / Mystery

Ketiga genre ini mempunyai tema yang sama, biasanya tentang pembunuhan, penculikan, atau tindakan kriminal lainnya. Jalan ceritanya juga melibatkan pengejaran atau pelarian, dan ada karakter yang memunculkan plot twist seru, karena banyak misteri yang terbongkar satu persatu.

Novel thriller seru, ada pada buku Second Sister (Putri Kedua).

putriBeli dan Baca Sekarang!

Nga-Yee, selama ini membesarkan adiknya dan tidak percaya jika adiknya bunuh diri. Ia meminta bantuan hacker untuk menyelidiki