Mimpi-Mimpi Moammar Emka Jelang Usia Setengah Abad

Mimpi-Mimpi Moammar Emka Menginjak Usia 45

Selamat ulang tahun Moammar Emka! Tepat pada 13 Februari ini, penulis Moammar Emka merayakan hari lahirnya yang ke-45 tahun.

Kira-kira apa saja ya harapan dan keinginan dari sang penulis di usianya yang semakin mendekati setengah abad ini? Melalui bincang singkat bersama Gramedia.com, Moammar Emka sedikit berbagi tentang mimpi-mimpi yang hendak diwujudkannya tahun ini.

“Tahun ini maunya punya satu film dan satu buku. Goals-nya maunya itu, filmnya bisa beres, ditulis sendiri, dan diproduksi sendiri. Diborong semua,” ujarnya sambil tertawa lepas.

Meski tak menjelaskan dengan detil mengenai proyek film terbarunya, namun Emka dengan yakin mengungkapkan rasa antusiasnya terlibat dalam pembuatan sebuah film.

(Foto: Muhammad Fachrio Alhadar/Gramedia.com)

Dia pun tak menampik, jika ada kesenangan tersendiri dalam penulisan naskah film yang membuatnya jatuh hati. Menurutnya, meski prosesnya berbeda dari menulis buku, namun keterlibatannya dalam produksi film masih dalam dunia yang sama, yaitu tulis-menulis.

“Kan enggak jauh-jauh ya, apa jadinya sebuah film tanpa cerita, dan film itu kekuatan nomor satunya memang cerita, dan cerita itu harus ditulis, entah itu dari buku yang sudah ada atau yang memang bikin baru. Saya kan bikin script-nya,” ujarnya.

Lagi-lagi, menurutnya dunia film tidak bisa dilepaskan dari tulis-menulis. “Karena masih satu ruang, yaitu menulis, jadi sekalian aja, kenapa enggak dikawinin aja. Jadi semua jalan, buku jalan, film juga jalan,” lanjutnya antusias.

Sementara masih menggodok film terbarunya yang berharap rampung tahun ini, pria asal Tuban, Jawa Timur itu berharap bisa segera merilis buku terbarunya yaitu Pelaminan Hujan. Emka mengaku dirinya telah menyelesaikan proyek bukunya tersebut dan tinggal menunggu waktu terbit.

Selain Pelaminan Hujan, bakal ada satu lagi nih karya terbaru dari Moammar Emka. Yuk, sama-sama tunggu karya-karya terbaru dari sang penulis andalan ini.

(Foto: Muhammad Fachrio Alhadar/Gramedia.com)

Selain sibuk mewujudkan dua keinginannya tersebut, penulis yang dikenal lewat buku Jakarta Undercover itu juga sibuk mengerjakan banyak proyek lainnya.

Meski semua masih dalam satu benang merah, yaitu di dunia menulis. Seperti menjadi penulis konten untuk beberapa campaign dan produk. Serta sibuk dengan beberapa bisnisnya di bidang kuliner, yang berada di Bali dan juga Jakarta.

Buat kamu yang ingin mengenal Moammar Emka lebih dekat, kamu bisa mulai dengan membaca buku-bukunya di Gramedia.com.


Doraemon Vol. 0 Merayakan Setengah Abad Pertemuan Dua Sahabat Sejati

Doraemon Vol. 0 Merayakan Setengah Abad Pertemuan Dua Sahabat Sejati

Kalau punya Doraemon sebagai sahabatmu, apa yang akan kamu lakukan? Keliling dunia bahkan alam semesta? Menimbun kekayaan yang tiada habisnya sampai tujuh turunan? Menguasai dunia? Semua bisa dengan bantuan peralatan dari kantong ajaibnya. Seharusnya! Namun, jangankan menguasai dunia, Nobita yang menjadi sahabat Doraemon, bahkan kerap harus bersusah-payah hanya agar tidak mendapatkan nilai merah dalam ulangannya atau sekadar untuk bangun pagi.

Rasanya saat ini, tidak ada yang tidak kenal Doraemon, robot kucing yang datang dari abad 22 mang serial animasinya menghiasi kegiatan Minggu pagi mayoritas anak seluruh Indonesia, bahkan mungkin sudah hafal tokoh-tokoh dan ceritanya.

Semula Sewashi—cucunya cucu Nobita—yang hidup melarat pada zamannya mengirim Doraemon ke masa lalu, ke masa Nobita, dengan tujuan mengubah masa depan kakek dari kakeknya itu agar lebih baik dan pada akhirnya akan berdampak pada nasibnya sendiri di masanya.

Sewashi meyakini hal itu terjadi apabila Nobita menikahi Shizuka, teman perempuan Nobita yang cantik dan baik hati, yang aslinya juga disukai Nobita. Sebaliknya, hidup Nobita akan memprihatinkan apabila kelak menikahi Jaiko. Jaiko adalah adik perempuan Giant—teman sekelas Nobita yang ditakutinya karena sangat kuat dan suka merundungnya.

Berawal dari ikhtiar Sewashi mengubah nasib ini, kisah persahabatan Doraemon dan Nobita bergulir dan mewarnai kehidupan banyak anak dan remaja di seluruh dunia yang tahun ini memasuki setengah abad sejak komiknya debut pada Januari 1970.

Akan tetapi, mungkin banyak yang tidak tahu bahwa sejatinya ada enam versi kisah pertemuan pertama Doraemon dan Nobita. Meski keenam cerita tersebut sama-sama diawali kemunculan Doraemon dari laci meja belajar Nobita yang menjadi portal dimensi, perkembangan ceritanya kemudian sedikit berbeda satu dengan lain.

Hal ini terjadi karena pengarangnya, Fujiko F Fujio sensei (1933 – 1996), sebenarnya mengerjakan serial Doraemon untuk enam majalah berbeda secara simultan. Di Jepang majalah untuk anak usia sekolah diterbitkan sesuai kelas di sekolah. Ada yang untuk usia anak pra–TK, TK, SD kelas satu, kelas dua, dan seterusnya.

Saking besarnya dedikasi Fujiko sensei dan keinginan beliau untuk memenuhi harapan anak-anak yang ingin terus membaca serial Doraemon meski sudah bertambah usia, setiap bulan beliau menulis enam versi cerita Doraemon untuk diterbitkan dalam enam majalah dengan tingkat kelas berbeda.

Detail penulisan setiap versi pun beliau sesuaikan dengan target pembacanya. Misalnya cerita Doraemon untuk majalah pra–TK ditulis dengan teks yang singkat dan panel gambar yang besar-besar setiap halamannya. Semakin tinggi tingkat kelasnya, semakin banyak teks dan pembagian panel gambar per halamannya.

Saat ini, kamu bisa membaca semua bab pertama kisah pertemuan Doraemon dan Nobita tersebut dalam Doraemon vol. 0 yang sudah dirilis Elex Media Komputindo awal Mei lalu. Selain itu, kamu juga bisa menyimak cikal-bakal bagaimana Fujiko F Fujio sensei bisa mendapat ide untuk menulis Doraemon di saat-saat terakhir menjelang tenggat waktu, juga koleksi foto eksklusif beliau saat mulai mengerjakan Doraemon.

Di Jepang sendiri, komik Doraemon vol. 0 terbit 27 November 2019 lalu dan telah terjual sampai lebih dari 600.000 kopi.

Karena khusus dirilis untuk merayakan lima puluh tahun terbitnya Doraemon, Indonesia termasuk salah satu negara yang beruntung bisa merilis komik ini pada tahun terakhir perayaannya. Namun, karena hal itu pula, Doraemon vol. 0 ini hanya punya masa cetak dan masa edar yang terbatas. Jadi, buat yang suka komik Doraemon dan ingin mengenal Fujiko F Fujio sensei lebih jauh, jangan sampai kelewatan mengoleksinya ya!

Penasaran? Cek di sini untuk koleksi serinya!

doraemonKoleksi dan Baca Sekarang!

Karena kamu sudah membaca artikel, kamu dapat voucher diskon 20% untuk koleksi edisi terbatas dari komik Doraemon ini! Ambil vouchernya sekarang yuk dengan klik gambar di bawah ini.

voucherKlik untuk Dapatkan Vouchernya!


Oleh: Vonny, Editor Komik Elex Media Komputindo

Sumber foto header: Dok. Elex Media Komputindo