Perjalanan Karir Dewi Lestari dari Masa ke Masa

Dua Sisi Dee Lestari dari Masa ke Masa

Generasi milenial mungkin lebih mengenal nama Dewi a.k.a. Dee Lestari sebagai seorang penulis. Terlebih saat orang mendengar buku seri Supernova, pastinya tak meragukan jika Dewi adalah seorang penulis yang kualitas karyanya tak diragukan lagi.

Namun di luar itu, sebenarnya, Dewi Lestari memulai karirnya di dunia hiburan sebagai seorang penyanyi. Kebetulan, di pada 20 Januari 2019 ini, Dewi Lestari berulangtahun ke-43.

Karena itu, Gramedia.com, mencoba mengajak Grameds mengenal lebih dekat sosok Dewi Lestari dari masa ke masa, berawal dari awal karirnya. Bukan hanya dari buku-bukunya, tapi juga dari musik-musik yang tercipta dari tangannya.

1. Salah satu anggota grup vokal RSD

DEELESTARIsumber: Dee Instagram

Dewi Lestari mengawali karirnya menjadi salah satu anggota grup vokal RSD. RSD sendiri merupakan singkatan dari tiga nama personelnya, termasuk nama Dewi, yaitu Rida, Sita, Dewi.

RSD merilis album perdana mereka pada 1995 silam, berjudul Antara Kita. Di album itu, Dewi Lestari ikut menciptakan lagu, dan salah satu yang kemudian banyak disukai berjudul Satu Bintang di Langit Kelam.

2. 6 tahun bermusik dan merilis buku perdana

DEELESTARIsumber: Dee Instagram

Hingga awal 2000-an, perempuan dengan nama pena Dee Lestari ini masih aktif bergabung di grup RSD. Selama itu, Dee bersama RSD berhasil merilis tiga album. Baru di 2001, Dee Lestari merilis novel perdananya yang berjudul Supernova: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh. Karya perdana tersebut disambut antusias oleh pembaca di Indonesia, dari berbagai kalangan.

Setahun kemudian, di tahun 2002, Dee merilis Supernova: Akar. Di tahun yang sama, RSD merilis album The Best of RSD.

Meski sibuk menjadi penulis, sesekali karir bermusiknya pun masih terdengar kala itu.

3. Merilis album solo di tengah namanya bersinar sebagai penulis

DEELESTARIsumber: Dee Instagram

Semakin serius dengan menulis, 2003 lalu, Dee Lestari merilis Kumpulan Prosa dan Puisi: Filosofi Kopi. Serta di 2004, merilis Supernova: Petir. Setelah itu, istri dari pakar holistik Reza Gunawan itu sempat menjeda karir menulisnya.

Di 2006, Dee mencoba kembali fokus ke karir bermusiknya dengan merilis album solo yang berjudul Out Of Shell. Album ini dirilis secara indie, berisikan delapan lagu berbeda dengan single berjudul Simply.

4. Berinovasi dengan menggabungkan dua kemampuannya

DEELESTARIsumber: Dee Instagram

Dua tahun setelah album Out of Shell, Dee Lestari berusaha untuk menggabungkan kemampuan menulis dengan kemampuan bermusiknya. Ibu dari Keenan dan Atisha ini merilis album sekaligus buku kumpulan cerpen berjudul Rectoverso. Ada 11 cerita dan 11 lagu. Setiap lagu, mewakili setiap kisah di buku tersebut.

Salah satu yang paling dikenal yaitu kisah dan lagu Malaikat Juga Tahu. Single ini kemudian dinyanyikan ulang oleh Glenn Fredly.

Bukunya pun diangkat ke layar lebar dalam bentuk film omnimbus pada 2013, dengan mengambil lima kisah berbeda dalam buku Rectoverso.

DEELESTARIsumber: Dee Instagram

Setelahnya, karir menulis Dee Lestari terus bersinar. Beberapa karyanya banyak mendapat pujian. Tak sedikit yang terus menantikan kelanjutan kisah Supernova, yang akhirnya selesai di buku keenam, dengan judul Supernova: Intelegensi Embun Pagi yang rilis pada 2016 lalu. Buku fiksi terbarunya, Aroma Karsa, yang rilis 2018 lalu juga tetap menjadi favorit penggemarnya.

Sementara itu, karir menyanyinya hanya sesekali terdengar. Sesekali dia membuat lagu untuk soundtrack film-film yang diadaptasi dari bukunya, seperti saat dia menciptakan lagu Tahu Diri, yang dinyanyikan Maudy Ayunda sebagai soundtrack film Perahu Kertas atau saat menyanyikan lagu Dongeng Secangkir Kopi, yang merupakan soundtrack film Filosofi Kopi yang rilis pada 2015 lalu.

Selain itu, Dee Lestari juga menciptakan lagu untuk penyanyi lain. Salah satunya, lagu Kali Kedua, yang dinyanyikan oleh penyanyi cantik Raisa.

Hebat bukan, tak hanya handal di satu bidang, Dee Lestari berhasil membuktikan dirinya mampu bersinar di dua bidang sekaligus. Siapa yang suka baca karya-karyanya serta suka mendengar lagu-lagu Dee Lestari?

Selain buku-buku yang disebutkan di atas, masih ada beberapa karya lainnya, seperti Madre, Kepingan Supernova dan juga Di Balik Tirai Aroma Karsa, yang bisa kalian baca.


Sumber header foto: Instagram Dee Lestari

5 Travel Writer yang Bikin Kamu Melek Makna Traveling Sesungguhnya

5 Travel Writers Indonesia yang Bikin Kamu Melek Makna Traveling Sesungguhnya

Catatan perjalanan atau travel writing telah ada sejak berabad lampau. Sejarawan berutang banyak pada mereka yang merekam apa yang disaksikan sepanjang perjalanan masing-masing.

Buku catatan perjalanan Tome Pires di Asia pada abad ke-16 membuka mata masyarakat Eropa tentang jalur perdagangan laut dari Jepang ke Malaka hingga India.

Catatan perjalanan Marcopolo yang mahsyur dari Eropa ke Asia pada abad ke-13 merekam keberadaan Jalur Sutra, kekaisaran China-Mongol hingga wajah Malaka dan kerajaan Jawa di zaman itu.

Kisah perjalanan, pada galibnya, bukan sekadar catatan perpindahan seseorang dari satu tempat ke tempat lain. Bukan pula melulu deskripsi keindahan alam tempat yang dikunjungi.

Catatan perjalanan yang abadi yaitu yang merekam perubahan sosial, keresahan masyarakat, pertumbuhan bahasa, potret budaya, kondisi perekonomian, hingga pergolakan politiknya.

Indonesia era modern sejak permulaan abad ke-20 telah melahirkan buku-buku catatan perjalanan atau travel writing yang terus dikenang dan jadi rujukan. Mereka telah menorehkan tinta menyampaikan apa yang mereka alami, saksikan, serta renungkan.

Siapa saja penulis catatan perjalanan kita alias travel writer yang karyanya abadi itu? Kamu wajib tahu.

Berikut 5 travel writers Indonesia pilihan Gramedia.com yang bikin kamu melek makna traveling yang sesungguhnya. Esensinya, traveling bukan sekadar jalan-jalan dan eksis di dunia maya, namun juga meresapi potret dan budaya destinasinya.

1. Adinegoro

Adinegoro-Travel-Writer-1Sumber: Harian Nasional

Bagi wartawan Indonesia, terutama yang senior, Adinegoro lebih dikenal sebagai nama anugerah jurnalistik. Semacam piala Pulitzer di Amerika yang diambil dari nama tokoh pers, Joseph Pulitzer. Sesungguhnya, selain wartawan jempolan, Adinegoro juga pelopor travel writing Indonesia era modern.

Di majalah Pandji Poestaka dia menulis catatan perjalanan saat melawat ke negeri-negeri Eropa pada dekade kedua abad 20. Selain itu ia juga menulis untuk koran Pewarta Deli (Medan) dan Bintang Timoer (Jakarta).

Catatan perjalanan pemilik nama asli Djamaluddin Adinegoro gelar Datuk Maradjo Sutan itu lantas dibukukan pada 1936 oleh Balai Pustaka hingga tiga jilid.

Adinegoro ke Eropa naik kapal laut Tambora milik Maskapai Rotterdamsche Lloyd dari Tanjung Priok. Dari Tanjung Priuk, kapal yang ditumpanginya singgah di Singapura, Sabang, Colombo, Aden, masuk Laut Merah, tembus ke Terusan Suez, Port Said, Laut Tengah, kemudian berlabuh di Marseille, Perancis.

Dari sana ia naik kereta api 8 jam ke Paris melalui Lyon. Beberapa hari di Paris, ia ke Brussel, Belgia, kemudian ke Belanda. Reportasenya tak sekadar laporan pandangan mata, namun juga sejarah sosial dari tempat-tempat yang disinggahinya.

2. HOK Tanzil

Hok-Tanzil-Travel-Writer-2Sumber: Tribunnews.com

Pada Kamis, 19 Oktober 2017 silam, Prof Harris Oto Kamil (HOK) Tanzil atau lebih akrab disapa HOK Tanzil tutup usia di umur 94 tahun. Mungkin anak zaman now kurang familiar dengan namanya, padahal ia travel writer terhebat yang pernah dimiliki bangsa ini.

Majalah National Geograhic Traveler edisi Indonesia mencatat, HOK Tanzil sudah menginjakkan kaki di 238 negara dan melintasi perbatasan sebanyak 741 kali. Itu tercatat dalam 15 buku paspor yang ia miliki.

Silakan tanya orangtua, paman, atau kakek-nenek kamu, jika mereka pembaca setia majalah Intisari sejak berpuluh tahun lalu, nama HOK Tanzil tentu sudah tak asing.

HOK Tanzil langganan menulis catatan perjalanan untuk majalah terbitan Kompas Gramedia itu. Artikel-artikelnya lantas dibukukan, di antaranya berjudul Catatan Perjalanan Pasifik, Australia, Amerika Latin (1982).

Tulisan-tulisan HOK Tanzil hidup sekaligus detil. Ia mencatat segalanya mulai dari tanggal membuat visa, jam keberangkatan pesawat, nama kota yang pernah dilintasi, orang-orang yang dijumpai, sampai harga BBM, rumah, dan berbagai pernik lain.

3. Agustinus Wibowo

Agustinus-Wibowo-Travel-Writer-7Sumber: Facebook Agustinus Wibowo

Bila travel writer lain menulis tentang negeri-negeri tujuan wisata, pria ini mengambil rute berbeda. Ia memilih perjalanan ke negeri-negeri yang bagi kebanyakan orang masih diselimuti kabut misteri maupun punya kesan tak aman.

Pertama, Agustinus Wibowo menginjakkan kaki ke Afghanistan, negeri yang akrab dengan perang, bom bunuh diri, serta Islam fundamentalis.

Kemudian ia mengarahkan langkahnya ke negeri-negeri berakhiran “stan”, seperti Uzbekistan, Tajikistan, hingga Kazhakstan yakni negeri bekas bagian dari imperium Uni Soviet di Asia Tengah yang jarang dijamah orang kebanyakan. Ia lalu berjalan ke Tibet, India, dan Pakistan.

Dalam setiap perjalanannya, Agustinus tak memotret tempat-tempat wisata eksotis tujuan turis. Ia lebih tertarik merekam pertemuannya dengan warga lokal. Suka duka mereka, maupun impian, dan harapan mereka.

Catatan perjalanannya telah diterbitkan dalam tiga buku di antaranya Selimut Debu (2011), Garis Batas (2011), dan Titik Nol (2013).

4. Claudia Kaunang

Claudia-Kaunang-Travel-Writer-6Sumber: Pergidulu.com

Claudia Kaunang keranjingan travelling ke luar negeri lebih dari 12 tahun lalu. Saat itu ia pindah ke Singapura. Tinggal di negeri singa membuatnya bepergian ke berbagai negara dengan lebih mudah dan murah. Hingga kini telah lebih dari 60 negara ia kunjungi.

Claudia ingin banyak orang berkesempatan seperti dia, jalan-jalan ke luar negeri dengan biaya terjangkau. Maka, ia menuliskan catatan perjalanannya disertai tips bagaimana bisa travelling murah meriah ke negeri orang. Keunggulan tulisannya selalu disertai catatan pengeluaran yang bisa jadi panduan setiap traveler.

Semula ia menulis di blog pada 2005. Tahun 2009 datang tawaran menulis buku. Hingga kini ia telah menulis belasan buku tips perjalanan seperti Rp3 Juta Keliling Korea dalam 9 Hari, Rp2 Juta Keliling Thailand, Malaysia, & Singapura, Rp2,5 Juta Keliling Jepang, Rp2 Juta Keliling Macau, Hong Kong, & Shenzhen, Rp 3 Juta Keliling Taiwan, Rp500 Ribu Keliling Singapura, serta Rp2 Jutaan Keliling Jepang.

5. Trinity

Trinity-Travel-Writer-5-Gramedia-1Foto: Muhammad Fachrio Alhadar/Gramedia.com

Menulis blog catatan perjalanan sejak 2005, Trinity mengklaim dirinya sebagai travel blogger Indonesia pertama lewat blog naked-traveler.com.

Tahun 2007 catatan perjalanannya pun dibukukan. Seri The Naked Traveler lantas beranak-pinak hingga seri ke-8 dan spin-off-nya seperti The Naked Traveler: 1 Year Round-the-World Trip maupun edisi bahasa Inggris The Naked Traveler, Across the Indonesian Archipelago.

Nama “naked” bukan berarti ia jalan-jalan sambil telanjang. Kata itu konon plesetan dari nekad. Namun, makna naked juga tercermin dari tulisannya yang gamblang dan jujur.

Trinity tak pernah berpura-pura. Ia tak mau jaga image, menulis serba bagus. Setiap kesan dan isi hatinya ia tuliskan. Mungkin itu sebabnya setiap tulisannya disuka banyak orang.

Awal tahun 2019 terbit buku The Naked Traveler 8. Kabar sedihnya, Trinity mengatakan ini adalah buku terakhir dari seri The Naked Traveler. Buku ini pun menjadi edisi perpisahan Trinity bagi para pembaca setianya.

Dapatkan bukunya di Gramedia.

THE NAKED TRAVELER 8

Daftar Film Superhero Akan Tayang 2019

Dari Marvel hingga DC, Ini Para Superhero yang Akan Beraksi di Tahun 2019

Kamu penggemar tokoh-tokoh superhero, pahlawan super yang memiliki kekuatan yang super pula?

Sepertinya tahun 2019 bakal jadi tahun paling mengasyikkan untuk penggemar superhero dan pastinya sudah ditunggu-tunggu sejak 2018 lalu.

Memang ada banyak kisah superhero yang filmnya dijadwalkan untuk rilis pada tahun 2019 ini. Lalu, apa saja daftar film superhero yang bisa dinikmati di bioskop kesayanganmu?

Berikut sudah Gramedia.com rangkum, 10 film superhero yang akan tayang pada tahun 2019. Yuk, sekalian cek tanggal rilisnya!

1. Captain Marvel

Kabar kalau kisah salah satu superhero wanita dari Marvel Cinematic Universe (MCU), yakni Captain Marvel akan difilmkan memang sudah beredar sejak tahun lalu.

Dalam filmnya nanti, akan dihadirkan seluk-beluk tentang Captain Marvel (Brie Larson). Mulai dari asal-usul Carol Denvers sebelum jadi superhero hingga berubah menjadi Captain Marvel yang memiliki kekuatan super sakti.

Nah, film Captain Marvel yang ditunggu-tunggu ini akhirnya dijadwalkan tayang di Amerika Serikat tanggal 8 Maret 2019. Selain Brie Larson, film produksi Marvel Studios tersebut juga akan dibintangi oleh Gemma Chan, Samuel L. Jackson, dan Jude Law.

2. Shazam!

Sebutkan dengan lantang ‘Shazam!’, seketika itu juga remaja bernama Billy Batson pun akan berubah menjadi superhero dewasa dengan kekuatan seperti milik enam dewa dalam mitologi Yunani.

Sebut saja kemampuan mengendalikan petir milik Zeus, kecepatan berpindah tempat alias teleportasi seperti Mercury, sampai tenaga berkekuatan super milik Hercules.

Salah satu superhero asal DC Comics ini pun filmnya diketahui akan rilis di Amerika Serikat pada 5 April 2019. Film Shazam! sendiri akan diramaikan oleh bintang-bintang Hollywood, seperti Zachary Levi, Mark Strong, dan Djimon Hounsou.

3. Hellboy

Film Hellboy yang baru ini bukan sekuel dari film sebelumnya yang dulu pernah tayang tahun 2004 dan 2008, melainkan versi reboot.

Dengar-dengar, alur cerita dalam film Hellboy reboot kali ini digarap persis seperti isi komik aslinya. Itu berarti, para penonton dapat melihat bagaimana aksi Hellboy melawan Nimue.

Film Hellboy versi reboot ini pun diumumkan akan rilis di tahun 2019, tepatnya pada tanggal 12 April nanti di Amerika Serikat.

4. Batman: Hush

Batman termasuk salah satu superhero dari DC Comics. Komik seri Batman: Hush sendiri pertama kali diterbitkan tahun 2002 dan berakhir pada tahun 2003.

Dalam seri tersebut, muncul sosok penguntit misterius yang disebut dengan Hush. Entah bagaimana, Hush tampak mengetahui segalanya tentang Batman. Lalu, siapa sebenarnya Hush?

Selain dari komik, jawabannya bisa kamu dapatkan dalam film animasi Batman: Hush produksi Warner Bros Animation. Telah dijadwalkan kalau Batman: Hush akan rilis pada 16 April 2019 di Amerika Serikat.

batman-hushSumber: comicsauthority.com

5. Avengers: Endgame

Akhirnya di tahun 2019 ini, para penggemar tim superhero besutan Marvel Comics alias Avengers bisa menikmati film sekuel keempatnya yang berjudul Avengers: Endgame atau Avengers 4.

Bagaimana tidak? Dalam film Avengers: Endgame, kamu akan disuguhkan lagi oleh aksi keren dari para superhero Marvel Comics. Mulai dari Doctor Strange, Captain Marvel, Thor, Iron Man, Thanos, hingga Spider-Man.

Seperti judulnya, apakah film Avengers: Endgame adalah sekuel terakhir dari laga tim Avengers? Tunggu jawabannya sampai filmnya dirilis pada tanggal 26 April 2019.

6. X-Men: Dark Phoenix

X-Men: Dark Phoenix tidak terlalu fokus pada Charles Xavier, Mistique, Magneto, atau karakter lain dalam film-film X-Men yang sebelumnya, tetapi lebih menitikberatkan kisah Jean Grey alias Dark Phoenix.

Filmnya bercerita tentang Jean Grey (Sophie Turner), seorang wanita yang berlatih mengendalikan kekuatan supernya saat menjadi Dark Phoenix. Nah, si Dark Phoenix inilah yang harus dihadapi oleh X-Men.

Sudah tidak sabar menunggu film X-Men: Dark Phoenix? Tenang saja, filmnya dikabarkan tayang tanggal 7 Juni 2019 di Amerika Serikat.

7. Spider-Man: Far from Home

Dari masa Peter Parker alias Spider-Man diperankan oleh Tobey Maguire, Andrew Garfield, sampai Tom Holland, keseruan kisah tokoh superhero Marvel Comics ini memang tak ada habisnya.

Di tahun 2019 ini, film sekuel Spider-Man: Homecoming yang berjudul Spider-Man: Far from Home akan segera tayang, tepatnya pada tanggal 5 Juli 2019 di Amerika Serikat.

Dalam filmnya kali ini, Peter Parker (Tom Holland) sedang karya wisata ke Eropa dengan teman-teman sekolahnya. Bersamaan dengan itu, Parker bersama Mysterio juga harus melawan Elementals.

8. The New Mutants

The New Mutants termasuk serial film X-Men. Namun, berbeda dari film superhero pada umumnya, The New Mutants dikemas dengan perpaduan antara unsur action dan horor di dalamnya.

Dalam film produksi Marvel Entertainment dan 20th Century Fox ini, kamu akan dikenalkan dengan lima mutan remaja lulusan pertama dari sekolah milik Charles Xavier. Mereka adalah Magik, Mirage, Cannonball, Sunspot, dan Wolfsbane.

Bagi yang sudah tak sabar untuk menonton filmnya, harus bersabar dulu karena The New Mutants sendiri baru akan dirilis pada tanggal 2 April 2019 di Amerika Serikat.

9. Justice League vs the Fatal Five

Selain Batman: Hush, film superhero DC Comics dalam bentuk animasi yang dijadwalkan rilis tahun 2019 adalah Justice League vs the Fatal Five.

Seperti judulnya, Justice League harus melawan the Fatal Five yang juga musuh dari Legion of Super-Heroes. The Fatal Five sendiri terdiri dari Tharok, Emerald Empress, Validus, Mano, dan the Persuader.

Justice League vs the Fatal Five yang merupakan film produksi Warner Bros. Animation ini diketahui akan tayang pada tanggal 6 Agustus 2019 di Amerika Serikat.

justice-league-vs-fatal-five-1124219-640x320Sumber: Comicbook.com

10. Wonder Woman: Bloodlines

Masih dari DC Comics, ada film animasi dari karakter superhero Wonder Woman yang lagi-lagi dikabarkan bakal rilis pada tahun 2019 dengan judul Wonder Woman: Bloodlines.

Film Wonder Woman: Bloodlines ini sendiri diproduksi oleh Warner Bros. Animation. Bersamaan dengan itu, Warner Bros. juga tengah melakukan pembuatan film Wonder Woman 1984 yang kabarnya akan rilis di tahun 2020.

Kira-kira, menceritakan tentang apakah film animasi Wonder Woman: Bloodlines tersebut? Tunggu pemutaran filmnya yang diperkirakan tayang tanggal 22 Oktober 2019 di Amerika Serikat.

wonder-woman-animated-1124221-640x320Sumber: Comicbook.com


Itu dia kesepuluh film superhero yang dijadwalkan rilis pada tahun 2019 ini. Mana film superhero yang paling kamu tunggu-tunggu?

Ingin membaca versi komiknya dahulu sebelum nonton filmnya? Kamu bisa mencari koleksi komiknya di Gramedia.com.

The Naked Traveler 8, Akhir Perjalanan Trinity?

(REVIEW BUKU) The Naked Traveler 8: Akhir Perjalanan Trinity?

Buku The Naked Traveler 8: The Farewell dimulai dengan pengumuman dari penulisnya, Trinity:

“Dengan sedih dan berat hati, saya menyatakan bahwa ini akan menjadi buku terakhir dari seri The Naked Traveler .”

Duh,  sedih ya.  Ada apa sih kok sampai segitunya? Sebelum menjawabnya, mari sejenak menengok seri The Naked Traveler dan sosok Trinity.

Seri ini awalnya adalah tulisan-tulisan Trinity di blog-nya pada pertengahan dekade 2000-an.  Sekitar tahun-tahun itu nge-blog sedang tren. Ada macam-macam blog, dari mulai review buku, review film, kuliner, fashion, dan lainnya.

Trinity memilih membuat blog pengalamannya berwisata ke berbagai penjuru dunia. Blog-nya populer. Lantas datang tawaran dari penerbit untuk membukukan blog-nya.

Pada 2009 seri pertama The Naked Traveler. Sebelas tahun kemudian ia telah melahirkan 14 buku  catatan perjalanan, termasuk delapan seri The Naked Traveler.

Tulisan perjalanannya yang informatif sekaligus menghibur telah menginspirasi banyak orang untuk traveling,  tidak hanya ke luar negeri, melainkan juga ke berbagai pelosok Indonesia.

Atas kontribusinya itu Trinity pernah dianugerahi Indonesia Travel & Tourism Award 2010 sebagai “Indonesia’s Leading Travel Writer” serta terpilih sebagai “5 Orang Penting dalam Dunia Pariwisata Indonesia” oleh DetikTravel Reader’s Choice 2014.

(Foto: Muhammad Fachrio Alhadar/Gramedia.com)

Jika Trinity begitu berpengaruh bagi dunia travel kita,  kenapa ia sendiri memilih mundur dari jagat travel writing? Apa mau dikata,  zaman telah berubah.

Seperti diuraikan Trinity di pengantar bukunya, akibat industri penertiban yang terdisrupsi segala serba digital, toko buku (fisik) satu per satu tutup. Kalaupun ada, ruangannya diperkecil dan ruang buku dipersempit didesak aneka barang lain non-buku.

Apa pembaca buku beralih ke e-book alih-alih bentuk kertas?  Tidak juga. E-book pun,  katanya, masih kecil pendapatannya. Artinya, pembaca buku kian sedikit.

Sementara itu,  sebagai travel writer yang semata mengandalkan penghasilan dari menulis, royalti dari penjualan bukunya tak bisa lagi mencukupi untuk traveling.

“Boro-boro travelling,  untuk hidup aja berat?” tulisnya. (hal. 3)

Buku seri terakhir The Naked Traveler yang ditulis Trinity

Duh, miris ya. Lantas apa yang disuguhkan Trinity di buku terakhir seri The Naked Traveler? Dikatakan, sampai buku kedelapan terbit,  Trinity telah melancong ke hampir seluruh provinsi Indonesia dan 88 negara di dunia.

Buku kedelapan mengisahkan perjalanannya ke berbagai negara, mulai dari Iceland,  Denmark, Italia, negara-negara berakhiran “stan” di Asia Tengah, sampai Iran.  

Selain negara-negara yang jarang dikunjungi orang Indonesia tersebut, ia juga bercerita perjalanannya ke negeri yang relatif touristy atau biasa jadi tempat kunjungan wisata seperti Maldives alias Maladewa, Vietnam, dan Taiwan.

Pelosok Indonesia juga di buku ini tak luput ia singgung. Kali ini ia mengajak kita ke Kepulauan Anambas di Provinsi Kepulauan Riau. Anambas adalah sebuah surga wisata yang masih perawan. Pulau-pulau di sana, katanya, punya pantai yang kece.

Trinity menulis,  tiap melewati pantai ia langsung nyanyi lagu Coldplay: “Para para paradise… Para para paradise!”

Bukan buku The Naked Traveler namanya kalau tak memuat cerita kesialan Trinity yang kocak banget saat dibaca, tapi kasihan bila dibayangkan kejadiannya.

Misalnya kala di Belgia ia kesulitan cari toilet padahal kebelet BAB. Atau ketika di Asia Tengah mengunjungi Kazakstan, Uzbekistan, dan Kirgistan, ia mendapati toilet-toilet terburuk yang jorok dan bau.  

Yang unik juga ada. Di Iran,  misalnya, Trinity yang penganut Kristen bercerita pengalaman berjilbab. Iran juga bukan negara yang seram.  Penduduknya ramah. Ia bercerita sering diminta foto bareng oleh orang-orang Iran.

Pengalaman lain,  Trinity yang jomblo mencoba kencan online selama jalan-jalan di Eropa. Ia bertemu beberapa cowok dan hasilnya… Hm, kamu lebih baik cari tahu sendiri.

The Naked Traveler 8: The Farewell tak sekadar menceritakan petualangan Trinity ke berbagai negara. Sebagai akhir kisah catatan perjalanannya, ia merefleksi bagaimana orang bepergian dahulu dan kini.  

Ia membuat daftar perbedaan traveling zaman dulu dengan zaman now.  Dulu, tulisnya, tiket pesawat tebalnya segepok dan bentuknya mirip buku kuitansi. Sekarang tiket tersimpan di ponsel.

Yang paling menonjol, tulisnya lagi,  dulu orang traveling ingin menikmati suasana baru, melihat keindahan dan keunikan di daerah atau negara lain. Sekarang, orang traveling untuk mengisi feed atau timeline medsos.

Dulu orang menikmati pemandangan dengan tenang, sekarang orang sibuk foto-foto dan nge-vlog.  Sebagai pakar jalan-jalan ia tak luput pula membagi tips buat anak-anak baru alias newbie. Tipsnya mencakup panduan lengkap packing, bagaimana tidur nyaman di pesawat kelas ekonomi padahal perjalanan jauh, sampai pentingnya asuransi perjalanan saat traveling.

Tidak cuma itu. Ia juga berbagi opini soal dunia traveling. Di buku ini kita menemukan pandangannya soal wisata ke tempat mainstream dan anti-mainstream alias touristy versus non-touristy.

Buku-The-Naked-Traveler-8-2

Ada pula opininya soal traveler perempuan serta apa Indonesia negeri yang aman buat turis. Opininya bernas, jernih dan jelas.

Yang belum jelas justru nasib Trinity sendiri. Industri buku yang terpuruk mematahkan semangatnya. Ia terpikir untuk pensiun. Berbagai alternatif cara mendapat penghasilan tengah ia pikirkan, termasuk kembali jadi MMK (Mbak-mbak Kantoran) atau selebgram.  

Di tengah kegalauan itu,  Trinity mendapat beasiswa dari pemerintah untuk Residensi Penulis 2018 ke Peru. Pengalamannya di Peru ia ceritakan di akhir buku ini.

Ia ke Peru untuk meriset setelah mendapati Indonesia yang penduduk beragama Katolik-nya minoritas, ternyata “pengekspor” terbesar pastor dan suster ke Peru yang mayoritas penduduknya Katolik.

Itu jelas tema menarik untuk ditulis jadi buku. Kita berharap saja versi bukunya segera terbit. Sejatinya penulis seperti Trinity adalah aset bangsa yang harus kita dukung. Jangan sampai semangatnya menulis patah.

Seri The Naked Traveler boleh berakhir. Tapi karier kepenulisan Trinity sepatutnya jangan.

Untuk kamu yang penasaran dengan bukunya, seri terakhir The Naked Traveler ini bisa kamu dapatkan di Gramedia.com.

***

THE NAKED TRAVELER: The Farewell
Penulis: Trinity
Penerbit: B First (PT Bentang Pustaka)
Tahun: 2019
Isi: vi + 250 halaman

Cuma Tokoh Fiksi di Buku, 5 Pasangan Ini Sukses Bikin Baper

Cuma Tokoh Fiksi di Buku, 5 Pasangan Ini Sukses Bikin Baper

Siapa hayo yang super baper kalau habis baca novel-novel romance? Bahkan enggak jarang ada yang susah move on dari pasangan yang ada di novel. Memang ya, jadi penulis itu hebat banget, cuma lewat tulisan, bisa mencabik-cabik hati pembaca karena kisah cinta yang tragis, menyentuh, dan juga tak terlupakan.

Tak cuma yang berakhir miris yang bisa bikin susah move on, yang ceritanya menggemaskan dan happy ending pun seringkali terus terbayang-bayang. Ikut geregetan sendiri ya, Grameds.

Berikut ini, Gramedia.com memilih lima pasangan yang sebenarnya hanya ada dalam buku, tapi kisahnya benar-benar terasa nyata dan bikin baper.

Mau tahu siapa saja lima pasangan tersebut? Yuk, baca selengkapnya di bawah ini.

1. Lara Jean Covey dan Peter Kavinsky (To All The Boys I’ve Loved Before)

To All The Boys I Loved Before

Saat remaja, Lara Jean yang mengumpulkan surat cinta untuk beberapa laki-laki yang pernah disukainya. Namun surat itu tak pernah ia kirimkan. Suatu saat, surat-surat itu tiba-tiba sampai ke tangan para lelaki yang sempat ditaksirnya.

Kemudian dia mendapat kesempatan untuk mengenal beberapa lelaki yang pernah ditaksirnya di masa lalu. Kejadian itu membawanya pada kenyataan bahwa Lara justru benar-benar tertarik pada sosok Peter Kavinsky.

Sudah baca novelnya belum? Kalau sudah, dijamin kamu pasti ikutan gemas dengan pasangan ini.

2. Arini dan Nick (Arini: Masih Ada Kereta yang Akan Lewat)

Masih Ada Kereta yang Akan Lewat

Perbedaan usia tak jadi penghalang Nick mengejar cinta Arini. Di lain sisi, Arini masih belum bisa lepas dari bayang-bayang masa lalunya yang pahit. Itu juga yang membuat Arini terpuruk dan pergi ke luar negeri.

Pertemuan singkat saat keduanya berada di luar negeri berbuntut panjang, karena Nick terus mengejar Arini. Ditolak berkali-kali oleh Arini tak membuat Nick menyerah, hingga akhirnya hati Arini perlahan luluh.

Tapi bagaimana dengan orang sekitar mereka? Kisah pasangan kedua ini miris dan bikin penasaran sama ending-nya, loh.

3. Yamada Miiko dan Eguchi Tappei (Hai Miiko)

Hai Miiko

Masih ada yang setia baca komik Hai Miiko? Duh, pasti tahu dong gimana manisnya pasangan Miiko dan Eguchi Tappei yang terlihat saling melengkapi. Tapi pasangan ini terkadang agak-agak bikin geregetan.

Entah karena gengsinya pasangan ini, atau memang kondisi yang tidak mendukung, pokoknya ada saja momen yang membuat keduanya bikin pembaca geregetan. Biar bagaimanapun kondisinya, yang pasti Eguchi Tappei selalu berusaha ada buat Miiko. So sweet banget ya, Grameds!

4. Tanaya Suma dan Jati Wesi (Aroma Karsa)

Aroma Karsa

Kalau Miiko dan Tappei bikin geregetan, pasangan kali ini sudah di tingkatan yang jauh lebih serius geregetannya.

Bagaimana tidak, di awal pertemuan, Tanaya Suma sudah menolak mentah-mentah Jati Wesi. Bukan hanya menolak, tapi juga menyakiti hati Jati Wesi karena menyebutnya bau sampah. Ya memang, Jati Wesi berasal dari Bantar Gebang, tapi tetap saja menyesakkan.

Setelah melewati berbagai konflik, Tanaya Suma akhirnya menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda dari Jati Wesi yang membuatnya penasaran, dan berakhir dengan rasa ketertarikan. Keduanya pun mengalami perubahan kondisi, yang tadinya tidak akur, justru menjadi pasangan yang saling mendampingi.

5. Tania dan Ananta (Ananta Prahadi)

Ananta Prahadi

Ananta Prahadi, seorang pria lugu yang sabar menghadapi Tania. Tania merupakan gadis yang keras kepala menjalani hobi melukisnya. Bekerja bersama dan kerap bertemu menumbuhkan perasaan di antara keduanya. Meskipun Tania lebih memilih lelaki lain, dan mengubur pikiran untuk bisa hidup bersama Ananta karena berbagai macam alasan.

Ananta pun hanya bisa menyimpan perasaannya. Bahkan ketika Tania sadar bahwa sebenarnya yang dicintainya adalah Ananta, Ananta tetap tak bisa menerima perasaan itu, karena ada hal tragis yang harus mereka hadapi dan terima bersama.


Bermacam-macam kisah pasangan di atas dijamin membuat kalian susah move on, Grameds! Dari semua pasangan tersebut, yang mana favorit kalian?

Atau justru belum baca semua buku-bukunya? Kalau belum, yuk langsung beli di Gramedia.com, biar bisa ikutan baper dan gemas!


Sumber foto header: IMDB

Dari 4 Idol Group Ini, Mana yang Jadi Favoritmu?

Dari 4 Idol Group Ini, Mana yang Jadi Favoritmu?

Halo, Grameds! Siapa nih di antara kamu yang termasuk 3rd generation K-Popers? Pastinya sudah tidak asing ya dengan nama-nama K-pop grup yang lagi berjaya di dekade ketiga Korean wave?

BTS, EXO, Wanna One, dan Blackpink adalah beberapa idol group 3rd generation K-Pop yang pastinya disukai di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Kalau kamu mengaku penggemar dari keempat group di atas, seberapa banyak sih kalian tahu tentang para member idol group tersebut?

Gramedia.com mengajak Grameds yang mengaku fans BTS, EXO, Wanna One, dan Blackpink untuk lebih mengenal dengan para member.

Tentunya lewat buku-buku yang akan memberikan banyak informasi tentang para member dari setiap grup. Yuk, cek lebih lengkap penjelasannya di bawah ini.

1. Unofficial BTS Book

BUKU

Buku ini merupakan hasil karya kolaborasi beberapa fanbase dan Army loh Grameds. Siapa tahu banyak hal baru yang kalian ketahui lewat buku ini.

Member BTS sendiri dikenal memiliki kepribadian yang unik, misalkan saja RM yang suka membaca, Suga yang kerap menyebut dirinya jenius, Jin dan J-Hope yang mudah khawatir dengan kondisi member, Jimin dan Jungkook yang usil dan lucu, juga V si baik hati dan keibuan. Lewat buku ini pastinya akan membuat kalian semakin tahu banyak tentang BTS.

Atau justru jadi semakin banyak berkhayal tentang oppa-oppa BTS. Misalkan jadi berandai-andai hangout bareng dengan para member BTS, yaitu J-Hope, Jimin, Jin, Jungkook, V, RM, dan Suga.

2. The Unofficial Exclusive Book Blackpink

BUKU

Kalau yang ini, pasti masih segar di ingatan dong ya, karena akhir pekan lalu, tepatnya pada 19 dan 20 Januari, Blackpink baru selesai menggelar konser perdana mereka di Jakarta.

Buat yang susah move on melihat cantiknya Jennie, Jisoo, Lisa dan Rose, yuk baca buku ini, siapa tahu cerita-cerita tentang para member di buku ini bisa mengobati Blink yang susah move on.

3. K-Pop Zaman Jigeum: Wanna One

BUKU

Wannables, mana suaranya yang masih belum move on dari oppa di Wanna One? Resmi bubar 31 Desember 2018 lalu, tentunya masih sulit diterima para fans, termasuk fans di Indonesia.

Dengan membaca buku ini, mungkin bisa sedikit mengingatkan kenangan manis member Wanna One dan membantu kalian bisa menerima kenyataan. Meski sudah bubar, kalian tetap bisa mendukung karir para member Wanna One selanjutnya kok!

4. Exo Fangirls Noona Story

BUKU

EXO-L Indonesia harus baca buku yang ditulis @dhitapedhe dan @cindynoona ini, nih. Karena mereka berdua akan berbagi pengalaman seru saat bertemu langsung dengan para member EXO. Ada tips and trick juga loh dari mereka, yang bisa bikin kalian merasakan fangirl goals.


Buat yang ingin lebih dekat dengan para idol kalian, jangan sampai kehabisan ya. Apalagi, buku-buku di atas sedang promo lho di Gramedia.com.


Sumber foto header: Soompi.com

Pengalaman Dokter Gia Pratama dan Proyek Buku Selanjutnya

AUTHOR OF THE MONTH: Pengalaman Dokter Gia Pratama dan Proyek Buku Selanjutnya

Berawal viral karena kicauannya di Twitter, dokter Gia Pratama akhirnya menambah satu lagi kesibukannya sebagai seorang penulis. Kisah pencarian cintanya yang viral di Twitter pada September 2018 lalu, kini telah dirilis dalam bentuk novel berjudul #BerhentidiKamu.

Pembuktian dokter Gia bahwa dirinya punya bakat terpendam sebagai seorang penulis ternyata mendapat dukungan dari orang-orang di sekitarnya, baik dari keluarga maupun teman-teman satu profesinya sebagai dokter.

“Wah mereka happy banget, kakak-kakak kelas, teman se-almamater, mereka dukung banget. Karena aku dari dulu dikenalnya tukang cerita, story teller banget,” ungkap dokter Gia Pratama kepada Gramedia.com.

Dokter Gia pun berniat untuk terus membukukan kisah-kisahnya yang viral lewat media sosial. Tentunya, semua itu didukung oleh pihak penerbit yang bekerja sama dengannya.

Bahkan, tak lama setelah buku #BerhentidiKamu rilis, dokter Gia sudah diminta memutuskan kisah yang akan ditulisnya di buku kedua.

“Aku udah dikasi lihat contoh-contoh cover buku selanjutnya, coba?,” ujarnya seraya tertawa lepas.

Percaya tak percaya, tapi memang dia sudah harus menentukan cerita buku kedua yang kabarnya akan selesai ditulis pada Maret 2019 mendatang.

“Jadi contoh cover ini diambil dari thread viral aku di Twitter. Ada #SeriSayangiDirimu. Ada cerita tentang orangtuaku. Cerita-cerita koasku juga,” lanjutnya.

Termasuk kisah viral tentang dokter Gia Pratama yang membantu seorang ibu melahirkan di kamar mandi, yang terjadi pada tahun 2017 lalu.

“Aku baru pulang dari rumah sakit, kan aku tinggal di apartemen. ditelepon sama RW-nya apartemen. ‘Dok ada ibu-ibu di tower ini, unit ini, dia mau melahirkan tapi dia cuma berdua sama anaknya yang masih kecil. Dokter bisa ke sini nggak?’ kata si RW lewat telepon. Aku bilang, bisa, aku minta dia juga panggilin bidan saat itu,” ucapnya.

Dengan peralatan seadanya, dokter Gia langsung ke unit apartemen yang dimaksud dan disambut dengan banyaknya orang yang sudah berkerumun di depan unit ibu tersebut.

“Sampai sana cleaning service sudah berjejer. Aku ketok unitnya, dari dalam aku dengar si ibu ini nyuruh anaknya yang kecil, yang masih SD untuk bukain pintu. Pas pintu dibuka, aku langsung ditarik sama anak itu, dibawa ke tempat ibunya, dan di mana coba? Di kamar mandi! Aku buka kamar mandinya, itu lantai udah penuh sama darah dan ketuban,” lanjutnya antusias.

Tak butuh waktu lama sampai akhirnya bayi berjenis kelamin laki-laki berparas tampan itu lahir.

“Bayinya cowok, gendut, ganteng, tapi aku bingung nih. Placenta-nya masih ada di dalam (rahim ibu). Masalahnya kan aku nggak bawa gunting,” ucapnya lagi.

Beruntung bidan datang tepat waktu untuk membantu dokter Gia. Si bidan mengurus ibu tersebut. Sementara dokter Gia mengurus bayinya setelah bidan menggunting tali placenta-nya.

“Pas aku keluar kamar mandi, aku lihat sekeliling semua (barang-barangnya) mahal-mahal, kursi-sofa mahal, karpet mahal, apa-apa mahal, aku langsung kepikiran ke dapur. Aku taruh di tempat motong-motong sayur, sebelahan wastafel, sebelahnya lagi kompor. Aku bersihin bayinya. Nah pas aku lagi bersihin bayinya, aku difoto sama si kakak bayinya. Dari situ fotoku viral. Namanya di dapur kan, ada saringan lah ada parutan. Belom lagi di situ ada sabun cuci piring kan? Sampai-sampai netizen bilang, wah itu sabun kalau mau endorse dokter enak tuh, bikin tagline-nya, sabun bukan cuma buat cuci piring tapi juga bayi,” tutur dokter Gia seraya tertawa.

Itu adalah salah satu pengalaman dokter Gia Pratama yang sempat heboh di dunia maya. Kabar baiknya, kisah-kisah seputar pasiennya itu, kemungkinan besar akan dibukukan juga, seperti buku #BerhentidiKamu.

“Kejadian pasien banyak yang lucu-lucu. Insya Allah buku-buku berikutnya lanjut dari cerita-cerita itu,” tandas sang dokter.

Seiring dengan akan bertambahnya buku yang ditulis dokter Gia Pratama, kabar baik lainnya pun ikut menyusul. Kabar tersebut tak lain dan tak bukan adalah kisah-kisah viral dokter Gia Pratama sudah dilirik produser untuk diangkat ke layar kaca. Sayangnya, Gramedia.com belum bisa menceritakan lebih banyak soal kabar yang satu ini.

Kita sama-sama menunggu ya Grameds, kapan dan akan seperti apa film yang diadaptasi dari kisah dokter Gia ini. Update terus kelanjutan kabarnya di Blog Gramedia.

5 Fakta di Balik Film Adaptasi Buku “Antologi Rasa”

5 Fakta di Balik Film Adaptasi Buku "Antologi Rasa"

Film Antologi Rasa akan tayang bertepatan dengan perayaan Valentine’s Day atau pada 14 Februari 2019 mendatang. Film ini disutradarai oleh Rizal Mantovani dan akan dibintangi oleh Herjunot Ali, Carissa Perusset, dan Refal Hady.

Film yang diproduksi oleh Soraya Intercine Films ini, merupakan hasil adaptasi dari novel berjudul sama Karya Ika Natassa. Novel ini termasuk salah satu buku yang masuk deretan best seller lho, Grameds. Bercerita tentang kisah empat sahabat bernama Harris, Keara, Ruly, dan Denise yang terlibat cinta segitiga.

Nah, sebelum menyaksikan filmnya, cari tahu dulu yuk fun and fact di balik pembuatan film ini. Berikut 5 fakta yang sudah Gramedia.com rangkum untuk kalian.

1. Novel kedua yang diangkat ke layar lebar

ANTOLOGI
Sumber foto: Ika Natassa Instagram

Seperti yang sudah diungkapkan di atas, bahwa film ini adalah adaptasi dari novel Ika Natassa. Tapi tahukah kalian, jika Antologi rasa adalah novel kedua Ika Natassa yang diadaptasi menjadi film.

Sebelumnya, novel Ika yang pertama diangkat ke layar lebar berjudul Critical Eleven. Selain dua novel tersebut, masih ada beberapa novel karya Ika yang kabarnya juga akan difilmkan, yaitu Twitvortiare, The Architecture of Love dan A Very Yuppy Wedding.

2. Sosok Refal Hady sudah menempel dengan karakter Harris

ANTOLOGI
Sumber foto: Refal Hady Instagram

Di film Antologi Rasa, salah satu tokohnya yang bernama Ruly akan diperankan oleh Refal Hady. Ruly merupakan love interest Keara.

Lucunya, Refal Hady sebelumnya juga sempat membintangi film Critical Eleven. Di film tersebut, Refal memerankan karakter Harris yang menjadi tokoh utama di film Antologi Rasa.

Kok bisa? Yap, jadi novel Critical Eleven dan Antologi Rasa memiliki irisan kisah, di mana Ale, tokoh utama di Critical Eleven, merupakan kakak dari Harris di Antologi Rasa. Sayangnya karakter Harris kali ini tak akan kembali diperankan oleh Refal Hady.

3. Kekecewaan pembaca pada pemeran tokoh utama

ANTOLOGI
Sumber foto: Herjunot Ali Instagram

Pembaca sangat antusias ketika tahu novel best seller Antologi Rasa akan difilmkan. Namun, rasa antusias itu sempat terusik saat aktor yang memerankan Harris terungkap. Tokoh Harris ternyata akan diperankan oleh Herjunot Ali.

Banyak yang berpendapat sosok kekasih Tatjana Saphira itu dianggap tidak cocok memerankan Harris yang digambarkan sebagai cowok playboy dan suka gonta-ganti cewek.

Ini bukan kali pertama Herjunot mendapat protes dari netizen karena memerankan tokoh dari film adaptasi novel. Sebelumnya Herjunot juga sempat diprotes kala memerankan tokoh Zafran di film 5CM, yang merupakan adaptasi dari novel karya Donny Dhirgantoro.

4. Debut film Carissa Perusset

ANTOLOGI
Sumber foto: Carissa Perusset Instagram

Tim produksi, termasuk sutradara, Rizal Mantovani mengaku sempat kesulitan menemukan pemeran yang pas untuk tokoh Keara. Hingga akhirnya mereka memilih Carissa Perusset, seorang model berdarah Swiss-Jawa, yang kebetulan mengikuti casting untuk film Antologi Rasa.

Terpilihnya aktris pendatang baru kelahiran 9 Februari 1998 ini juga sebagai tanda debutnya karir Carissa Perusset di dunia akting layar lebar. Carissa sendiri mengaku butuh waktu yang cukup lama untuk bisa masuk ke dalam tokoh Keara. Pasalnya, banyak perbedaan antara dirinya dan Keara, salah satu contohnya Keara digambarkan selalu memakai high heels, sementara Carissa tidak.

Tak heran jika Carissa kesulitan, bahkan kakinya sempat berdarah karena tuntutan memakai high heels saat syuting.

5. Bukan copy paste dari buku

ANTOLOGI
Sumber foto: Rizal Mantovani Instagram

Saat jumpa pers dalam rangka mengenalkan para pemain film Antologi Rasa, Rizal Mantovani mengatakan bahwa dirinya tidak plek-ketiplek memindahkan tiap lembar cerita di novel ke dalam filmnya.

Menurutnya adaptasi tidak sama dengan copy paste. Yang pasti, Rizal memastikan dia akan membawa perasaan yang ada di novel ke dalam film arahannya itu. Ternyata, Ika Natassa sebagai penulis novel Antologi Rasa, juga sepakat dengan Rizal.


Jadi penasaran enggak nih, Grameds? Akan seperti apa ya hasil film Antologi Rasa yang diperankan Herjunot Ali, Carissa Perusset, dan Refal Hady ini? Kita sama-sama tunggu dan saksikan saat filmnya sudah rilis nanti, ya.

Buat yang belum sempat baca novel Antologi Rasa, yuk segera baca, supaya saat nonton filmnya nanti kamu sudah bisa tahu bagian mana saja yang sama atau bagian mana saja yang berbeda dari novelnya.

Yuk, segera pesan bukunya di Gramedia.

ANTOLOGI


Sumber header foto: Instagram Soraya Intercine Films

Daftar Lengkap Nominasi Oscar 2019

Daftar Nominasi Oscar 2019, The Favourite dan Roma Mendominasi

Hari ini, Selasa (22/1/2019) menjadi hari yang paling ditunggu-tunggu bagi insan perfilman di seluruh dunia. Pasalnya ajang penghargaan yang paling dinanti, Academy Awards 2019 baru saja mengumumkan daftar nominasinya.

Kali ini daftar lengkap para nominator diumumkan oleh Kumail Nanjiani dan Tracee Ellis Ross bertempat di The Academy’s Samuel Goldwyn Theater, California, Amerika Serikat.

Dilansir dari The Hollywood Reporter, film The Favourite dan Roma memimpin dengan perolehan 10 nominasi. Sementara itu, A Star Is Born dan Vice menyusul dengan 8 nominasi. Disusul oleh film superhero besutan Marvel Studios, Black Panther, yang sukses memborong 7 nominasi.

Daftar nominasi Oscar 2019 selengkapnya bisa kamu simak di sini.

Best Picture:

Black Panther
BlacKkKlansman
Bohemian Rhapsody
The Favourite
Green Book
Roma
A Star is Born
Vice

Best Director:

Spike Lee (BlacKkKlansman)
Pawel Pawlikowski (Cold War)
Yorgos Lanthimos (The Favourite)
Alfonso Cuarón (Roma)
Adam McKay (Vice)

Best Actor:

Christian Bale (Vice)
Bradley Cooper (A Star Is Born)
Willem Dafoe (At Eternity’s Gate)
Rami Malek (Bohemian Rhapsody)
Viggo Mortensen (Green Book)

Best Actress:

Yalitza Aparicio (Roma)
Glenn Close (The Wife)
Olivia Colman (The Favourite)
Lady Gaga (A Star Is Born)
Melissa McCarthy (Can You Ever Forgive Me?)

Best Supporting Actor:

Mahershala Ali (Green Book)
Adam Driver (BlacKkKlansman)
Sam Elliott (A Star Is Born)
Richard E. Grant (Can You Ever Forgive Me?)
Sam Rockwell (Vice)

Best Supporting Actress:

Amy Adams (Vice)
Marina de Tavira (Roma)
Regina King (If Beale Street Could Talk)
Emma Stone (The Favourite)
Rachel Weisz (The Favourite)

Best Animated Feature:

“Incredibles 2,” Brad Bird
“Isle of Dogs,” Wes Anderson
“Mirai,” Mamoru Hosoda
“Ralph Breaks the Internet,” Rich Moore, Phil Johnston
“Spider-Man: Into the Spider-Verse,” Bob Persichetti, Peter Ramsey, Rodney Rothman

Best Animated Short:

“Animal Behaviour,” Alison Snowden, David Fine
“Bao,” Domee Shi
“Late Afternoon,” Louise Bagnall
“One Small Step,” Andrew Chesworth, Bobby Pontillas
“Weekends,” Trevor Jimenez

Best Adapted Screenplay:

“The Ballad of Buster Scruggs,” Joel Coen , Ethan Coen
“BlacKkKlansman,” Charlie Wachtel, David Rabinowitz, Kevin Willmott, Spike Lee
“Can You Ever Forgive Me?,” Nicole Holofcener and Jeff Whitty
“If Beale Street Could Talk,” Barry Jenkins
“A Star Is Born,” Eric Roth, Bradley Cooper, Will Fetters

Best Original Screenplay:

“The Favourite,” Deborah Davis, Tony McNamara
“First Reformed,” Paul Schrader
“Green Book,” Nick Vallelonga, Brian Currie, Peter Farrelly
“Roma,” Alfonso Cuarón
“Vice,” Adam McKay

Best Cinematography:

Cold War
The Favourite
Never Look Away
Roma
A Star Is Born

Best Documentary Feature:

“Free Solo,” Jimmy Chin, Elizabeth Chai Vasarhelyi
“Hale County This Morning, This Evening,” RaMell Ross
“Minding the Gap,” Bing Liu
“Of Fathers and Sons,” Talal Derki
“RBG,” Betsy West, Julie Cohen

Best Documentary Short Subject:

“Black Sheep,” Ed Perkins
“End Game,” Rob Epstein, Jeffrey Friedman
“Lifeboat,” Skye Fitzgerald
“A Night at the Garden,” Marshall Curry
“Period. End of Sentence.,” Rayka Zehtabchi

Best Live Action Short Film:

“Detainment,” Vincent Lambe
“Fauve,” Jeremy Comte
“Marguerite,” Marianne Farley
“Mother,” Rodrigo Sorogoyen
“Skin,” Guy Nattiv

Best Foreign Language Film:

“Capernaum” (Lebanon)
“Cold War” (Poland)
“Never Look Away” (Germany)
“Roma” (Mexico)
“Shoplifters” (Japan)

Best Film Editing:

“BlacKkKlansman,” Barry Alexander Brown
“Bohemian Rhapsody,” John Ottman
“Green Book,” Patrick J. Don Vito
“The Favourite,” Yorgos Mavropsaridis
“Vice,” Hank Corwin

Best Sound Editing:

“Black Panther,” Benjamin A. Burtt, Steve Boeddeker
“Bohemian Rhapsody,” John Warhurst
“First Man,” Ai-Ling Lee, Mildred Iatrou Morgan
“A Quiet Place,” Ethan Van der Ryn, Erik Aadahl
“Roma,” Sergio Diaz, Skip Lievsay

Best Sound Mixing:

“Black Panther”
“Bohemian Rhapsody”
“First Man”
“Roma”
“A Star Is Born”

Best Production Design:

“Black Panther,” Hannah Beachler
“First Man,” Nathan Crowley, Kathy Lucas
“The Favourite,” Fiona Crombie, Alice Felton
“Mary Poppins Returns,” John Myhre, Gordon Sim
“Roma,” Eugenio Caballero, Bárbara Enrı́quez

Best Original Score:

“BlacKkKlansman,” Terence Blanchard
“Black Panther,” Ludwig Goransson
“If Beale Street Could Talk,” Nicholas Britell
“Isle of Dogs,” Alexandre Desplat
“Mary Poppins Returns,” Marc Shaiman, Scott Wittman

Best Original Song:

“All The Stars” from “Black Panther” by Kendrick Lamar, SZA
“I’ll Fight” from “RBG” by Diane Warren, Jennifer Hudson
“The Place Where Lost Things Go” from “Mary Poppins Returns” by Marc Shaiman, Scott Wittman
“Shallow” from “A Star Is Born” by Lady Gaga, Mark Ronson, Anthony Rossomando, Andrew Wyatt and Benjamin Rice
“When A Cowboy Trades His Spurs For Wings” from “The Ballad of Buster Scruggs” by Willie Watson, Tim Blake Nelson

Best Makeup & Hairstyling:

Border
Mary Queen of Scots
Vice

Best Costume Design:

“Ballad of Buster Scruggs”
“Black Panther,” Ruth E. Carter
“The Favourite,” Sandy Powell
“Mary Poppins Returns,” Sandy Powell
“Mary Queen of Scots,” Alexandra Byrne

Best Visual Effects:

Avengers: Infinity War
Christopher Robin
First Man
Ready Player One
Solo: A Star Wars Story


Penasaran siapa saja yang akan membawa pulang piala Oscar tahun ini? Academy Awards 2019 akan dihelat di Dolby Theatre, Los Angeles, California, Amerika Serikat pada 24 Februari 2019.

Ajang penghargaan film yang telah memasuki tahun ke-91 penyelenggaraannya itu akan disiarkan secara live melalui channel ABC.

Nantikan terus update informasinya di Blog Gramedia.


Sumber header foto: IMDB

(PERSONALITY QUIZ) Siapa Idol Group yang Cocok Hangout Bareng Kamu?

(PERSONALITY QUIZ) Kamu Cocok Hangout dengan Idol Group yang Mana ya?

Siapa yang belum move on dari konser Blackpink weekend lalu? Pastinya masih terbayang-bayang ya, suara merdu dan wajah manisnya Jennie, Jisoo, Lisa, dan Rose.

Berlaku juga nih buat para Army alias fans-nya BTS. Akhir pekan lalu, RM, Jin, Jimin, J-Hope, Jungkook, V, dan Suga juga baru saja menggelar konser di negeri tetangga, Singapura. Masih terbayang-bayang kan ketampanan mereka?


Baca juga: Dear Army, Ini 8 Buku Rekomendasi RM BTS untuk Kamu


Nah buat yang belum move on, ikutan personality quiz dari Gramedia.com aja yuk!

Enggak terbatas buat Blink (fans Blackpink) dan Army, quiz ini juga bisa kamu coba, terutama para pecinta boy bandgirl band Korea yang memimpikan hangout bareng bias-nya. Siapa tahu, hasilnya bakal bikin kalian senyam-senyum sendiri.

Cusss, langsung klik di bawah ini!

Buat kamu yang ingin lebih dekat dengan idol-idol group kalian, kamu bisa memulainya dengan membaca koleksi buku-buku K-Pop yang tersedia di Gramedia.com.

Psstt..! Sebentar lagi akan ada diskon menarik lho, spesial untuk buku-buku K-Pop. Tunggu tanggal mainnya!


Baca juga: Buku-buku Filsafat dan Misteri Bacaan Jisoo Blackpink